Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
8 November 2023
A A
Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dahulu, perasaan saya sebagai rakyat jelata selalu merinding kalau pengin nggaya ke barbershop. Ya gimana nggak merinding, untuk menikmati segala keistimewaan di tempat pangkas rambut modern tersebut saya harus merogoh kocek lebih dalam. Tukang cukurnya yang profesional, servisnya yang mantab, dan fasilitasnya yang lengkap itu nggak bisa didapatkan di tukang pangkas tradisional atau tukang pangkas madura.

Sampai sekarang perasaan merinding itu juga masih ada. Hanya saja sudah berbeda alasannya. Jika dahulu saya merinding karena takut isi dompet akan berkurang banyak, sekarang saya merinding karena hasilnya yang nggak sesuai ekspektasi.

ADVERTISEMENT

Banyak barbershop sekarang tak mencerminkan apa yang mereka tawarkan. Sebelum kalian ngamuk, saya jelaskan dulu.

Banyak sekali barber kurang profesional

Yang namanya barbershop, itu jualan kemampuan tukang cukurnya. Kenapa kita datang ke mereka, ya karena kita punya ekspektasi lebih atas kemampuan mereka. Itu wajar banget, memang harusnya seperti itu.

Tapi gimana kalau kemampuan tukang cukurnya nggak skillful? Wah ya ngeri.

Barber kurang skillful yang pernah saya temui ini banyak tipenya. Tapi yang paling umum dan menjengkelkan biasanya barber yang sok tahu gaya model rambut. Pernah saya minta dicukur dengan model two block, tapi yang terjadi malah model potongan batok. Iya, jadinya bulat dan gradasinya itu kasar betul. Sama sekali nggak ada keren-kerennya. Yang ada malah kek orang goblok.

Terus ada satu lagi yang paling umum dan menjengkelkan, yaitu barber yang mood-nya ancur, lalu seolah-olah dilampiaskan ke pelanggannya. Barber yang satu ini nggak cuma bikin potongan jadi jelek, tapi juga bikin rambut jadi rusak. Maksudnya, barber dengan mood-nya yang ancur itu bisa memakai gunting sasak dengan cara awut-awutan. Asal potong aja gitu. Tai emang.

Fasilitasnya nggak lengkap

Selain itu, barbershop yang bakal mengecewakan ini biasanya fasilitasnya juga nggak lengkap. Hairdryer untuk mengeringkan sekaligus membentuk lekukan rambut nggak ada. Penjepit rambut biar mudah memangkasnya juga nggak ada. Bahkan sekadar handuk untuk menutupi leher biar pelanggan nggak kena potongan rambut nggak ada.

Baca Juga:

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

Ngapain buka barbershop kalau gitu, Bos? Mending buka warung es teh jumbo.

Ya bukan maksud sok pengin mewah atau apa. Tapi semua peralatan itu berpengaruh pada kenyamanan pelanggan dan kualitas hasil cukur. Ibarat perang, kan peluru, helm, senjata, ransum, kudu lengkap. Lha kalau nggak itu bukan perang, tapi misi bunuh diri.

Dari segi tempatnya juga begitu. Jarang yang menyediakan kursi khusus barbershop, apalagi AC. Kursinya itu kursi biasa yang berbahan kayu. Kalau nggak ada AC sih sebenarnya nggak masalah. Tapi kalau kursinya nggak khusus untuk barbershop itu yang masalah. Pelanggan yang postur tubuhnya pendek kayak saya ini pasti bikin si tukang cukurnya kesusahan buat nyukur dengan totalitas. Dan itu, sekali-lagi, sangat berpengaruh pada kualitas hasil cukur.

Apesnya lagi, tarif barbershopnya disamain kayak barbershop lain yang fasilitasnya lengkap. Sumpah, Bos, mending buka warung es teh jumbo. Belum terlambat lho.

Bisnis barbershop bisa dijalankan oleh sembarang orang

Menjamurnya barbershop yang seperti itu bukan tanpa alasan. Saya pernah mendapat informasi penting dari mantan tukang cukur barbershop. Intinya dia bilang bahwa, menjamurnya barbershop abal-abal itu akibat dari gaji seorang barber profesional yang terlampau kecil. Nggak seimbang dengan tenaga dan kemampuan yang telah dikeluarkannya. Dari situ, akhirnya banyak sekali mantan barber memutuskan untuk resign dan membuka usaha sendiri meskipun kecil-kecilan.

Di titik ini sebenarnya nggak begitu masalah. Yang jadi masalah adalah banyak sekali orang menganggap kalau bisnis barbershop kecil-kecilan itu bisa dijalankan oleh sembarang orang. Sembarang orang ini maksudnya adalah mereka nggak tau seluk beluk dunia barbershop, dan nggak tahu bisnis. Jadi pelaku bisnis dengan karyawan itu jelas beda. Teorinya aja beda lho. Kalau sama, ya nggak bakal ada kampus buka jurusan bisnis.

Yang terjadi akhirnya ya itu tadi, nggak paham model rambut kekinian, kurang profesional menjalani peran sebagai tukang cukur. Modal nekat awak waras ati semangat tadi, ujungnya ya kekecewaan pelanggan. Dilihat dari logika bisnis, jelas remuk banget.

Pesan saya cuma satu untuk yang mau menjalankan bisnis pangkas rambut; tolong jangan mengeksploitasi nama “barbershop” demi kepentingan kalian sendiri. Bikin bisnis pangkas rambut yang nggak ada embel-embel barbershop-nya itu nggak masalah kok. Yang penting tuh kualitasnya bagus. Toh, bisnis pangkas rambut madura sampai sekarang ya tetep ada dan berjalan, meskipun bersandingan dengan banyaknya bisnis barbershop.

Bisnis jasa kok fasilitas sama layanan asal-asalan. Wis, ra mashok bos.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sejarah Barbershop, Tak Sekadar Tukang Cukur Naik Tingkat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2023 oleh

Tags: barbershopjasaprofesionalitastukang cukur
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

17 April 2024
Meluruskan Nama Cukuran Rambut Pria biar Nggak Salah Kaprah tukang cukur terminal mojok.co

Tukang Cukur Selalu Memotong Rambut Kependekan Itu Ada Alasannya

16 Desember 2020
gaji profesional professional fee mojok

Memahami Etika Professional Fee agar Tidak Sembarang dalam Menawar Harga

13 Desember 2020
Jasa Sleep Call Berbayar Solusi Praktis ‘Membunuh’ Kesepianmu Terminal Mojok

Jasa Sleep Call Berbayar: Solusi Praktis buat Kamu yang Kesepian

10 November 2022
Mahasiswa kok Sambat Tugas Kuliah Melulu, Terus Ngapain Kuliah?

Mahasiswa Nggak Ngumpulin Tugas Kuliah karena Kesibukan Pribadi Itu Sama Sekali Nggak Bisa Diterima!

28 Juni 2023
4 Barang dan Jasa yang Seharusnya Dijual MR DIY, Bisa Bikin Pelanggan Makin Loyal dan Pesaing Ketar-Ketir Mojok.co

4 Barang dan Jasa yang Seharusnya Dijual MR DIY, Bisa Bikin Pelanggan Makin Loyal dan Pesaing Ketar-Ketir

19 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.