Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sebuah Nasihat dari MC Amatir untuk Nia Ramadhani

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
2 Februari 2021
A A
Nia Ramadhani MC raffi ahmad terminal mojok

Nia Ramadhani MC raffi ahmad terminal mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Boleh dibilang, perasaan saya ke Nia Ramadhani itu serupa benci tapi rindu. Tingkahnya yang lucu-lucu gimanaaa gitu, seringkali membuat saya ngebatin, “Ini orang cantik tapi kok nggak jelas, ya?” Pokoknya, ada saja hal yang membuat saya jadi ingat buat istighfar kalau lihat polahnya. Tapi, herannya, meski sudah mengimani dalam hati bahwa tayangan Nyonya Boss yang digawangi Nia itu unfaedah, tapi kadang saya masih suka kepleset buat ngeklik kalau pas kebetulan cuplikan videonya mampir di beranda FB saya. Ditambah lagi, kalau tulisan ini dimuat, berarti ini adalah tulisan kedua saya tentang Nia Ramadhani. Walah…jangan-jangan sebenarnya saya ini nge-fans sama Nia, tapi malu mengakui. Apa kamu juga gitu?

Kebetulan, nama Nia Ramadhani jadi trending topic di Twitter. Kali ini gara-gara Nia yang dianggap nggak kompeten saat didapuk jadi pembawa acara TikTok Award bareng sama Raffi Ahmad. Nah, sebagai orang yang sering dimintai tolong jadi MC setiap kali sekolah mengadakan acara, saya merasa terpanggil untuk memberikan nasihat kepada Mbak Nia yang sudah dianggap gagal ngemsi oleh khalayak umum.

Mbak Nia, jujur, sampeyan dibayar berapa to untuk jadi MC di acara itu? Kok bisa-bisanya sampeyan mengiyakan padahal jam terbang di dunia per-MC-an masih minim. Acaranya TikTok Award lagi! Memangnya nggak ada yang mengingatkan sampeyan ya kalau pengguna TikTok ini sebelas dua belas sama anak Twitter?

Gini, loh. Tak kasih tau, ya. Nge-MC itu berat. Apalagi acaranya live. Ya jelas beda dengan main sinetron yang kalau salah bisa re-take sak mblengere. Atau jangan-jangan ada yang ngomporin dengan bilang nge-MC itu gampang tinggal ngebacot doang? Jangan percaya, Mbak. Jadi pembawa acara itu juga harus peka dengan audiens. Harus pinter membawa suasana. Kalau penonton terasa mulai bosan, harus putar otak cari cara untuk menghidupkan suasana. Makanya jadi pembawa acara itu harus punya otak. Saya nggak lagi bilang Mbak Nia nggak punya otak, loh, ya. Nggak.

Mbak Nia masih beruntung dapat partner Raffi Ahmad yang jam terbangnya sudah tinggi. Coba kalau kemarin Mbak Nia sendirian. Bisa-bisa Ardie Bakrie menangis melihat Mbak Nia gelagepan di atas panggung. Kasian kan Mas Ardie-nya. Kasian karena pasti bingung harus jawab apa kalau ada temen atau koleganya yang tanya, “Eh, Bro. Itu istri loe ngapain di TV?” Tapi, yang paling kasihan, tetep, penontonnya.

Sebagai MC tingkat sekolahan, saya juga mau kasih nasihat kalau jadi MC yang bagus adalah suatu proses yang panjang. Raffi Ahmad bisa jadi MC yang mahal tentu tidak asal jebrol dari lahir sudah pegang mic. Saya yakin Raffi Ahmad sudah merasakan panas perih sebelum dia bisa setenar sekarang. Wong dulu aja saya gitu kok, Mba. Kali pertama saya nge-MC, waktu itu belum jadi guru, masih penyiar radio, saya pernah dipaksa turun panggung oleh senior. Saya dianggap tidak bisa menghidupkan suasana dan berkali-kali belibet seperti kejadian Mbak Nia.

Tapi, lihat dong saya sekarang. Sudah jago. Terkenal lagi. Terkenal satu sekolahan. Malah saya pernah beberapa kali dipaksa panitia naik panggung dan menggantikan MC yang bertugas, karena mereka dianggap garing. Padahal waktu itu saya sudah telanjur seneng karena keinginan saya untuk jadi penonton saya, dikabulkan. Ya, gimana, ya? Kalau bolak-balik saya terus yang ngemsi nanti nggak ada regenerasi, dong!

Saatnya cc Raffi Ahmad.

Baca Juga:

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Jadi Affiliator TikTok Nyesek, Kelihatan Santai dan Cuan padahal Komisinya Gaib

Jadi, kalau Mba Nia kemarin merasa gagal, dan memang seharusnya demikian, nggak usah berkecil hati. Belajarlah dari saya, MC tingkat sekolahan yang juga pernah gagal. Kuncinya cuma satu kok: mau belajar. Tapi, saran saya sih, mending nggak usah belajar nge-MC, Mbak. Belajar yang lain aja. Belajar ngupas salak, misalnya.

BACA JUGA 3 Bukti Kalian Lebih Beruntung daripada Nia Ramadhani dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2021 oleh

Tags: mcNia Ramadhaniraffi ahmadtiktok
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Ormas Tukang Palak Hambat Investasi, Indonesia Rugi 135 Triliun (Pexels)

Ormas Oportunistik Tukang Palak Adalah Rayap Bagi Iklim Investasi Rugikan Indonesia Sampai 145 Triliun

11 Maret 2025
Berhenti Bilang Anak TikTok Alay! Bikin Kontennya Sulit Tauk!

Berhenti Bilang Anak TikTok Alay! Bikin Kontennya Sulit Tauk!

18 Januari 2020
Karakter Anime Ganteng yang Harus Bikin Konten TikTok POV terminal mojok.co

Mulai Usaha Olshop? Coba Promosi di Tiktok!

26 November 2020
Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Air Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan Terminal Mojok

Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan

6 Januari 2023
nakes konten tiktok

Ngaku Nakes buat Konten TikTok, tapi Etika Profesinya Ditinggal

11 November 2021
coki pardede breaking bad crystal meth mojok

Kok Bisa Pasal Dakwaan Kasus Coki Pardede Berbeda dengan Kasus Nia Ramadhani?

5 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.