Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sebuah Memoar Anak Generasi 90-an Terhadap Jamu Legend Buyung Upik

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
31 Juli 2021
A A
Sebuah Memoar Anak Generasi 90-an Terhadap Jamu Legend Buyung Upik terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Selain sayur, jamu juga kerap kali diprasangkai buruk oleh anak-anak. Ya, mulai dari rasanya yang nggak enak, pahit, dan segala nista lainnya. Namun, semenjak kenal jamu Buyung Upik, ceritanya jadi berbeda.

Bagi anak-anak, terutama saya sebagai delegasi anak dari angkatan 90-an, sudah nggak asing lagi dengan jamu seduh Buyung Upik. Jamu yang berisi 11 sachet dalam tiap box-nya. Jamu yang kalau beli di mbok jamu biasanya diseduh dengan beras kencur. Jamu yang biasanya saya minum setelah pulang dari madrasah sore, ketika Mamak sedang syibuk nongkrong dengan ibu-ibu di warung. Di situlah saya aji mumpung. Jamu yang bikin saya ngerasa auto pinter tiap kali sampai di tegukan terakhirnya. Buyung Upik sendiri telah menduduki porsi besar dalam ingatan saya tentang bagaimana saya jadi mencintai minum jamu dari yang tadinya sangat iyuuuh sekali dengannya.

Buyung Upik menjadi friendly di lidah anak-anak ketika mereka menyadari bahwa tidak semua rasa jamu semengerikan itu. Buyung Upik datang dengan terobosan nikmat. Nggak hanya manis, Buyung Upik juga memiliki banyak varian rasa. Mulai dari jambu, cokelat, melon, durian, moccacino, raspberry, jeruk, mangga, anggur, blueberry, lychee, strawberry. See? Betapa surga yang dirindukan sekali, bukan?

Varian rasa yang nggak bikin lidah anak-anak kejang itulah yang bikin namanya santer direkomendasikan sebagai jamu anak. Jamu anak ekonomis. Jamu anak yang enyak. Jamu anak yang diharapkan ibu-ibu dapat mendongkrak nafsu makan anak yang sering kali kesumpet sama ciki-cikian. Ogah makan, jajan jalan.

Saking populernya di kalangan bocil, kalau nggak Buyung Upik, nggak friend, deh.

Hal ini kian membuat anak-anak betah mengonsumsi Buyung Upik, terlepas dari otak si anak yang menyamakan manis menenangkannya doi dengan Teh Sisri. “Eh, minum jamu Buyung Upik dah, nggak pahit, enak. Kayak Teh Sisri…”

Selain varian tersebut, jamu yang diproduksi oleh Jamu Jago ini juga punya varian rasa susu. Ada susu strawberry, blueberry, dan anggur. Doi yang terbuat dari campuran ekstrak curcuma atau temulawak, bermanfaat untuk memelihara kesehatan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, dan yang paling jos adalah dapat memperbaiki nafsu makan. Saya sangat bersyukur sekali dengan hadirnya Buyung Upik di khazanah perjamuan Indonesia. Benar-benar memberikan suasana batu, eh baru.

Sekotak buyung upik isi 11 sachet ada di kisaran harga 10 ribu, Say. Kemasannya kini telah berganti, namun ikon anak laki-laki dan perempuan dengan selendang dan pecinya tetap digunakan dalam kemasan terbarunya. Intinya gini. Kalau inget larutan kudu yang ada badaknya, Buyung Upik pasti yang ada dua sejolinya, eaaak~

Baca Juga:

5 Sisi Gelap Penjual Jamu: Bukannya Bikin Sehat, tapi Malah Meresahkan Pembeli

Alasan Saya Mengonsumsi Jamu Komplit Sido Muncul Selain Harganya yang 4 Ribuan Aja

Selain karena manfaatnya, saya juga merindukan suasana yang persis seperti saat saya kecil membelinya di mbok jamu. Saya paling sering beli Buyung Upik seduh ini sore-sore. Ramai-ramai sama teman, ribet dan bingung pilih Buyung Upik rasa apa. Lengkap dengan Mamak saya dan ibu-ibu teman lainnya yang asyik nongki di warung. Kemudian sebelum magrib, kami sudah kembali ke rumah masing-masing. Kadang, saya merindukan ini sampai menangis. Anjir banget lah. Gua kangen jadi bocil woy, tolonggg~

Sambil menunggu saya menikah dan punya anak, lalu dijejelin Buyung Upik, saya masih mengonsumsi doi. Yah, meskipun nggak serutin dan fardu ain kayak pas masih bocil. Mohon doanya ya, Sahabat. Nggak sabar, nih, pengin minum Buyung Upik bareng anak sendiri sebelum magrib~

Sumber Gambar: YouTube ABC AktifBeraniCerdas

BACA JUGA Rekomendasi Jamu Gendong Favorit Ramah Anak dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2021 oleh

Tags: buyung upikjamujamu anakKuliner Terminal
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

rekomendasi saus cabai mojok

5 Rekomendasi Saus Sesuai Selera dengan Variasi Rasa yang Bikin Ketagihan

15 Juli 2021
Memahami bahwa Anjing Bukan Hewan Ternak Hanya karena Ada yang Makan Daging

Hanya Karena Ada yang Makan Daging Anjing, Bukan Berarti Anjing Adalah Hewan Ternak!

1 Juni 2021
Kaum Anti Makan Daging Kambing Wajib Melakukan Hal Ini agar Idul Adha Tetap Merasa Gembira terminal mojok

Kaum Anti Makan Daging Kambing Wajib Melakukan Hal Ini agar Idul Adha Tetap Merasa Gembira

18 Juli 2021
Keajaiban Mengonsumsi Mi Instan yang Sering Nggak Disadari Konsumennya terminal mojok

Keajaiban Mi Instan yang Sering Nggak Disadari Konsumennya

12 Juni 2021
5 Sisi Gelap Penjual Jamu: Bukannya Bikin Sehat, Malah Bikin Pembeli Resah Mojok.co

5 Sisi Gelap Penjual Jamu: Bukannya Bikin Sehat, tapi Malah Meresahkan Pembeli

17 Agustus 2025
Realita Kedai Kopi Jogja Persaingan Blok Utara vs Blok Selatan MOJOK.CO

3 Rekomendasi Kopi Saset untuk Teman Begadang Kaum Low Budget

2 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja Mojok.co

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja

7 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.