Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sebegitu Pentingkah Jenis Kelamin Lucinta Luna bagi Kemaslahatan Bersama?

Aly Reza oleh Aly Reza
14 Februari 2020
A A
Sebegitu Pentingkah Jenis Kelamin Lucinta Luna bagi Kemaslahatan Bersama?
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah dilakukan pemeriksaan atas beberapa dokumen terkait identitas Lucinta Luna, Kamis (13/02) berdasar surat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, akhirnya Polda Metro Jaya melalui Kombes Yusri Yunus selaku Kabid Humas menegaskan bahwa Lucinta Luna akan ditempatkan di sel (khusus) perempuan. Bagaimana saudara sebangsa sepengangguran, apakah sudah cukup puas?

Apa yang dilakukan oleh kepolisian serta tentu kebanyakan warga negara +62 lainnya dalam menanggapi kasus yang menjerat Lucinta Luna membuat saya terserang batuk flu dalam tiga hari terakhir. Sekarang coba Anda klik di Google dan ketik: Kasus Lucinta Luna, niscaya akan muncul beragam pemberitaan dari berbagai media nasional. Namun lucunya, rata-rata berita yang diangkat justru lebih fokus untuk  mengungkap identitas asli dari Lucinta Luna (bener-bener perempuan atau bukan?). Sehingga topik utama yang menyangkut motif Lucinta menggunakan obat-obatan terlarang tersebut menjadi tidak penting sama sekali.

Sebegitu pentingkah identitas gender Lucinta bagi Anda? Apakah dengan mengetahui siapa sebenarnya Lucinta (laki-laki atau perempuan) hutang-hutang negara bakal lunas beserta bunga-bunganya? Apakah dengan memastikan bahwa Lucinta itu ternyata perempuan jejadian, kiamat bakal di-cancel dalam durasi waktu yang tidak ditentukan? Atau apa mungkin dengan mengonfirmasi bahwa ternyata Lucinta adalah laki-laki bernama asli Muhammad Fatah harga barang-barang pokok seketika turun? Tidak juga.

Dari pihak kepolisian menuturkan bahwa pemeriksaan gender dilakukan demi memudahkan penentuan sel bagi Lucinta Luna. Kalau jelas berjenis kelamin perempuan, maka akan ditempatkan di sel perempuan. Begitu sebaliknya, kalau ternyata berjenis kelamin laki-laki, maka Lucinta akan ditempatkan di balik jeruji laki-laki. Katanya sih demi kenyamanan dan menghindari potensi terjadinya bullying.

Akan tetapi, dalih tersebut toh malah semakin menunjukkan bahwa pola pikir kepolisian kita memang dari sononya sudah ruwet. Perkara gampang digawe angel. Buktinya setelah rilis surat putusan bahwa Lucinta adalah perempuan, Lucinta justru diisolasi di sel khusus yang kabarnya jauh dari sel yang lain dan memang bakal ditempati Lucinta seorang diri. What the hell? Kenapa nggak dari awal saja langsung dijeboloskan ke sel khusus tersebut? Kenapa harus bingung nentuin jenis kelaminnya dulu kalau ujung-ujungnya sel yang bakal ditempati Lucinta bukan untuk satu jenis gender tertentu. Ah ya muspro Jenderal, musprooo.

Dari rilis surat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebutkan kalau Lucinta Luna memang adalah perempuan transgender. Surat-surat pengajuan berpindah kelamin dari laki-laki ke perempuan juga sudah diterima dan disetujui sejak Desember 2019 lalu. Iya, si Lucinta itu perempuan jejadian. Kenapa? Apa salahnya bagi Anda? Coba inget-inget ke belakang. Apakah proses operasi kelamin yang dilakukan Lucinta di Thailand merugikan Anda secara finasial? Apakah Lucinta sempat ke rumah Anda untuk ngutang uang buat bayar tiket pesawat? Tidak juga.

Sebagaimana kita, Lucinta adalah manusia. Dia berhak memilih jalan apapun untuk dirinya sendiri. Dan kita nggak punya hak apa pun buat mengadili dia. Sangat disayangkan ketika dalam kasus ini media kita malah menggiring opini ke permasalahan gender; pilihan pribadi yang nggak semestinya kita perangi. Bagi saya, yang patut diperangi dari kasus Lucinta adalah narkoba sebagai musuh bersama, sebagai konsumsi yang jelas-jelas dilarang negara dan agama.

“Loh, Mas, berpindah jenis kelamin itu kan juga dilarang agama?”

Baca Juga:

Bekasi Mode Malam: Dari Tawuran Jalanan sampai Lingkaran Narkoba, Kota Patriot Menjadi Kota yang Suram bagi Masa Depan Anak Muda

Indra Keenam Orang Batak Hingga Relasi Gender dan Tanggung Jawab Sosial

Dalam Alquran memang dijelaskan mengenai larangan laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya, perempuan menyerupai laki-laki. Dijelaskan juga dalam Hadis bahwa larangan-larangan tersebut menyangkut atribut yang mewakili gender tertentu. Misalkan, laki-laki berarti tidak boleh pakai anting, make up, dan atribut-atribut yang umumnya dikenakan perempuan. Tapi yang saya garis bawahi, larangan tersebut merujuk larangan menyerupai lawan jenis. Maka Lucinta nggak bisa dibilang laki-laki yang menyerupai perempuan dong seharusnya, karena secara fisik dan barangkali kepribadian Lucinta sudah bertransformasi menjadi perempuan.

Istilah “menyerupai lawan jenis” barangkali ditujukan untuk para waria. Tapi nggak ada yang salah juga dengan waria. Sebab pada dasarnya manusia diciptakan dengan dua sifat bawaan: femninin dan maskulin, tergantung sifat dasar mana yang paling dominan. Dari ceramah Cak Nun saya memperoleh informasi: Alquran ternyata hanya mengkategorisasi manusia ke dalam dua jenis gender, yaitu laki-laki dan perempuan saja. Nggak ada ayat yang menyebut waria secara spesifik. Maksudnya apa? Cak Nun menegaskan bahwa untuk hal-hal yang di luar apa yang tercantum dalam Alquran, maka itu sepenuhnya urusan Allah. Manusia nggak punya hak apa pun untuk menghakimi. Benar atau salah, itu semua di luar kuasa kita.

Sekarang bayangkan saja, betapa bingungnya malaikat kalau menghadapi waria atau seorang transgender yang rajin ibadah. Mau dimasukkan neraka kok ya rajin ibadah, mau dimasukkan surga tapi kok ya melanggar agama. Pada akhirnya malaikat akan kembali menghadap Tuhan untuk meminta pertimbangan. Itu malaikat, loh, yang jelas-jelas dekat sama Tuhan. Kita ini memang hamba yang nggak tahu diri. Suka sok-sok menghukumi sendiri untuk hal-hal yang kita nggak ngerti sama sekali.

Alasan yang paling tidak masuk akal lagi adalah merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang semacam Lucinta. Katanya bikin jijik, bikin bergidik. Kalau alasannya seperti itu, solusinya malah simple saja: ya nggak usah dilihat tho, gitu aja kok repot. Tapi ya dasar warga +62, bilangnya jijik tapi kalau lagi di kosan suka scroll Instagram Lucinta Luna. Kan, aneh. Ibarat bilang benci tapi rindu.

Tapi kembali, sebegitu pentingnya ya, status kelamin Lucinta Luna? Kasus Lucinta semakin mempertegas bahwa di hadapan kelamin kita semua sama saja.

BACA JUGA Apa Salahnya Belajar dari Lucinta Luna? atau tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2021 oleh

Tags: genderLucinta Lunanarkoba
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

coki pardede breaking bad crystal meth mojok

Mari Bersepakat bahwa Breaking Bad Adalah Sebaik-baiknya Serial Televisi

24 November 2020
lagu iwan fals yang bisa saja dikritik feminisme mata indah bola pingpong pesawat tempur maaf cintaku lirik mojok.co

3 Lagu Iwan Fals yang Kalau Diciptakan Sekarang, Pasti Rame kayak Tilik

31 Agustus 2020
coki pardede breaking bad crystal meth mojok

Kok Bisa Pasal Dakwaan Kasus Coki Pardede Berbeda dengan Kasus Nia Ramadhani?

5 September 2021
Hanya karena Nama Terkesan Feminim, Saya Sering Disangka Perempuan

Hanya karena Nama Terkesan Feminin, Saya Sering Disangka Perempuan

13 Maret 2020
parkir syariah

Tiga Alasan Kenapa Parkir ‘Syariah’ Itu Penting

14 Juli 2019
Indra Keenam Orang Batak Hingga Relasi Gender dan Tanggung Jawab Sosial

Indra Keenam Orang Batak Hingga Relasi Gender dan Tanggung Jawab Sosial

12 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.