Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
23 Juni 2026
A A
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya warga Lampung, dan saya beneran bosan dengan Unila Lampung

Meskipun dulu lahir di Kecamatan Gandus Palembang, bisa dibilang saya menghabiskan lebih dari 90% hidup saya di Kota Bandar Lampung. Termasuk masa-masa menjadi mahasiswa yang nggak begitu indah.

Bayangkan, jarak dari rumah ke Gedung E FEB Universitas Lampung tempat saya biasa mengikuti perkuliahan hanya kisaran 10.000 langkah. Lokasinya memang paling jauh ketimbang sekolah-sekolah saya sebelumnya yang tidak pernah berjarak lebih dari 4 kilometer. Namun, di sanalah saya justru baru menyadari betapa sempitnya dunia.

Nggak bisa dimungkiri, ada banyak momen ketika saya merasa iri dengan mahasiswa rantau. Walaupun mereka berasal dari daerah yang masih terletak di Provinsi Lampung pun, rasanya pasti berbeda dengan warga lokal yang juga berkuliah di Unila Lampung. Setiap fase yang dilewati selama berstatus mahasiswa menjadi lebih berkesan dan menimbulkan perasaan nostalgik ketika diingat kembali.

Perihal ini makin saya sadari ketika berkesempatan menjadi anak kos. Pengalaman tinggal di kota yang benar-benar asing bagi saya maupun terhadap saya itu rupanya sangat berkesan. Momen-momen kecil pun terasa lebih membahagiakan. Saya juga makin punya banyak waktu dengan diri sendiri.

Selain itu, ada beberapa alasan lagi yang menebalkan keirian saya dengan mahasiswa rantau yang berkuliah di Unila Lampung.

Geser dikit saja selalu ketemu orang yang dikenal

Disclaimer dulu. Saya sama sekali bukan orang yang gampang berbaur apalagi punya banyak teman. Boro-boro gabung sirkel sana-sini. Sama dosen sendiri saja disebut ansos. Maksud orang yang dikenal ini, tentu sebagian besar yang dulunya pernah satu sekolah.

Hingga SMP, saya selalu terdaftar di sekolah swasta Islam dengan populasi satu angkatan kurang dari 70 orang. Baru masuk negeri waktu SMA. Sudah begini pun, masih tetap jumpa orang yang dikenal di mana-mana. Nggak kebayang kalau dulu SD-SMP juga sekolah negeri. Bahkan, saya punya teman yang dulunya satu kompleks, nyaris satu TK, satu SD, satu SMP, satu SMA, dan lagi-lagi sekampus. Untungnya beda fakultas, sih.

Baca Juga:

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

4 Oleh-oleh Khas Lampung yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

Pada jurusan saya saja, yakni Akuntansi, entah itu tetangga, teman SD, teman SMP, teman SMA, semuanya ada. Jujur, memang ada enaknya. Waktu maba, saya pikir, nggak perlu lagi susah-payah bersosialisasi lantaran sudah curi start. Jangankan kenal, sobat karib satu kelas selama 3 tahun SMA pun ikut nyemplung di Akuntansi. Belum lagi mengingat kala itu saya masih ogah-ogahan menghadapi realitas dunia perkuliahan.

Akan tetapi, tentu saya nggak bisa mengandalkan teman yang sudah lebih dulu kenal saja. Meskipun agak tertekan, saya tetap mencoba untuk mengakrabkan diri dengan orang lain kok. Serius.

Terkadang, rasanya waswas ketika membicarakan hal-hal personal dengan sahabat saya di lingkungan kampus. Bukan soal keburukan orang lho. Sekadar mention nama atau bahas inside jokes masa sekolah saja rasanya takut ada yang notice karena sama-sama kenal, saking sempitnya dunia ini. Saya mengetik begini sebab sudah kejadian berkali-kali, khususnya di lingkup FEB Unila Lampung.

BACA JUGA: Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

Susah untuk bikin “identitas” baru

Masih relate dengan poin sebelumnya. Bukan hanya saya, banyak teman-teman saya yang seumur hidup tinggal di Provinsi Lampung juga ingin merasakan berada di lingkungan baru yang sepenuhnya asing, tanpa ada satu pun orang yang dikenali. Memulai segalanya dari nol.

Pernah sekali saya bergabung dengan organisasi kampus yang sesuai minat, tapi rasanya campur aduk. Salah satu pengurus merupakan orang yang melakukan perundungan secara verbal juga membuat saya trauma ketika SMP. Boro-boro bikin identitas baru. Yang ada bayang-bayang lama kembali membekas.

Di sisi lain, ada pula orang yang kerap mengingatkan saya akan versi diri saya sebelumnya, entah menurut mereka sangat berbeda atau justru nggak ada berubah-berubahnya. Saya pernah satu kali dikomentari oleh teman SMA lantaran enggan masuk Rohis saat kuliah. Ia langsung ingin menuduh saya ingin lepas jilbab. Relevansinya di mana coba?

Dan banyak juga interaksi lain dengan teman sekolah di Universitas Lampung yang mengingatkan pada masa-masa yang ingin saya lupakan saja. Rasanya, seumur hidup tidak bisa bebas melakukan hal yang benar-benar ingin saya lakukan. Betul, memang, harusnya belajar cuek saja dengan omongan orang. Tapi kan, kenyataannya nggak semudah itu.

Saking familiernya dengan Unila Lampung, rasanya nggak ada yang berkesan

Sebagai anak yang nggak mengenal rasanya liburan ke destinasi wisata bersama keluarga, Unila Lampung menjadi tempat yang paling saya sering datangi bersama Ibuk saat akhir pekan. Begitu-begitu saja kegiatannya.

Ke kandang rusa. Nonton rusa makan. Ke embung rusun. Keliling embung sambil melihat ikan. Senam di GSG hari Minggu pagi. Entah itu belajar berenang, menaiki sepeda, mengendarai motor, sampai belajar mengemudi juga saya lakukan di Unila.

Waktu SMA, saya juga pernah membatin bahwa saya nggak mau berkuliah di Unila. Karena toh, jelas-jelas saya sudah menjelajahi isinya selama nyaris dua dekade. Masa kuliah di sana juga? Bosan betul. Mau cari suasana baru, mau memulai hidup baru. Selain itu, prodi impian saya sejak umur 11 tahun juga nggak ada di sana.

Namun, hidup memang nggak bisa diprediksi. Pupus harapan saya untuk merantau sebab dilarang orang tua. Bodohnya lagi, saya memilih prodi S1 Akuntansi Unila ketika mendaftar SNMPTN hanya karena ajakan teman. Eh, dianya malah merantau ke Jogja.

Saking seringnya ke kampus, rasanya sudah seperti rumah kedua saja. Meski sudah lama punya ijazah pun, saya masih beberapa kali ke Unila Lampung untuk mengantar barang dagangan atau urusan lain, di luar perkuliahan tentunya. Akhir pekan juga beberapa kali jalan pagi keliling embung atau lapangan sepak bola.

Ketika saya posting di status WA atau IG story, nggak jarang ada yang berkomentar, “Ngapain sih ke Unila terus?” Yah, jujur, saya juga bosan. Namanya juga nggak punya duit. Mungkin suatu hari nanti kalau saya diizinkan merantau jauh, kembali ke Universitas Lampung bakal beda rasanya.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Protes buat Orang yang Salah dengan Singkatan Universitas Lampung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: Provinsi Lampungunila lampungUniversitas Lampung
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

24 Juli 2024
4 Oleh-oleh Khas Lampung yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

4 Oleh-oleh Khas Lampung yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

25 November 2024
Jalan RE Martadinata Bandar Lampung Menjebak Pengendara! (Unsplash)

Kerusakan Jalan RE Martadinata Bandar Lampung Membuatnya Menjadi Salah satu Jalanan Problematik di Provinsi Lampung

17 Oktober 2023
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Protes buat Orang yang Salah dengan Singkatan Universitas Lampung

Protes buat Orang yang Salah dengan Singkatan Universitas Lampung

14 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok Mojok.co

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

20 Juni 2026
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
tiket Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda KAI

Jangan Sampai Zonk di Stasiun! 3 Kiat Berburu Tiket Go Show KAI Tanpa Drama Telantar

19 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.