Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
3 Februari 2026
A A
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memutuskan angkat kaki dari Jogja setelah belasan tahun menetap bukan cuma urusan pindah domisili. Namun, soal memutus ikatan batin yang sudah telanjur karatan di setiap sudut kotanya. Dulu, saat pertama kali mendarat di sini, rasanya seperti baru saja memenangkan lotre.

Narasi manis tentang biaya hidup yang konon semurah senyum warganya benar-benar sukses mencuci otak saya, yang kala itu lobus frontalnya memang belum terbentuk sempurna. Apalagi dengan status Jogja sebagai gudang wisata. Batas antara kewajiban kuliah, kerja, dan foya-foya mendadak jadi abu-abu karena setiap jengkal kota menawarkan pelarian indah.

Lama terjerat romantisasi hidup santuy di Kota Gudeg berhasil meninabobokan logika saya dengan sangat rapi. Wajar, dulu tanggungan hidup hanyalah diri sendiri. Namun, ceritanya berubah total begitu ada buah hati. Menoleh ke belakang, saya rasa, memutuskan untuk cabut dari Jogja adalah salah satu langkah paling cerdas yang pernah saya ambil.

Kuliner Jogja nggak lagi ramah buat dompet

Dulu, jargon makan di Jogja itu murah adalah bahan bakar utama yang bikin perantau betah bertahan hidup meski duit pas-pasan. Sayangnya, mitos itu sudah basi dan lebih layak masuk museum sejarah. Pasalnya, hari ini mencari seporsi nasi sayur yang harganya nggak bikin jantung copot sudah sesulit mencari parkir gratis di area Malioboro.

Realitasnya, harga pangan di Kota Gudeg ini sudah mulai balapan dengan kota metropolitan. Sialnya lagi, stigma murah ini terus dipelihara sebagai senjata bagi para bos untuk menahan angka di slip gaji agar tetap stagnan di titik nadir. Alhasil, warga lokal dipaksa perang daya beli melawan dompet wisatawan yang sedang liburan. Mau makan enak sedikit saja, pertimbangannya sudah seperti simulasi cicilan KPR. Takut besok saldo rekening mendadak sekarat.

BACA JUGA: Jogja Itu Aslinya Murah, tapi Jadi Mahal Gara-gara (Gaya Hidup) Pendatang

Romantisasi bukan alat bayar cicilan

Kalimat “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan” itu memang puitis dan cocok diresapi sambil menyesap kopi saat senja. Ironisnya, rangkaian kata estetik tersebut nggak laku ditukar token listrik. Belasan tahun menetap membuat kesadaran saya pulih bahwa rindu itu gratis, tapi harga-harga terus menanjak drastis.

Ilusi hidup sederhana sering kali jadi jebakan batman yang membuat orang merasa sudah sepantasnya berpasrah. Nyatanya di balik layar, justru sedang terseok-seok menata masa depan yang kian gelap. Menghirup udara Jogja memang menenangkan, tapi udara nggak bisa dipakai buat bayar kontrakan.

Baca Juga:

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

BACA JUGA: Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

Wisata yang nggak lagi terasa sebagai hiburan

Bagi mereka yang menetap belasan tahun, banyaknya destinasi wisata di Jogja lama-lama bukan lagi jadi pelarian, melainkan beban pikiran. Alih-alih merasa terhibur, melihat kerumunan wisatawan yang datang dengan daya beli jauh di atas warga lokal justru menimbulkan rasa terasing di rumah sendiri. Sering kali, warga lokal hanya jadi penonton di tengah kota yang kian bersolek demi tamu.

Di sisi lain, penduduk asli Jogja harus legawa menelan macet yang makin menggila. Pun, membayar pajak pariwisata yang terselip di balik kenaikan harga-harga jasa. Wisata di Jogja kini terasa seperti panggung sandiwara. Terlihat manis bagi yang mampir sebentar, tapi melelahkan bagi yang harus hidup di sana setiap hari. 

Jogja memang tetap istimewa dengan segala kenangannya. Sedihnya, rindu ternyata punya tanggal kedaluwarsa saat berhadapan dengan realitas ekonomi. Saya mencintai Jogja sebagai tempat buat bernostalgia. Namun, untuk membangun masa depan yang realistis tanpa perlu menangis, pindah adalah satu-satunya jalan ninja yang menyelamatkan kewarasan saya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: harga makanan di jogjaharga rumah di jogjaJogjaumr jogja
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Sleman City Hall Lebih Unggul daripada Jogja City Mall: Akses Masuknya Mudah, Nyaman untuk Berbagai Acara

Sleman City Hall Lebih Unggul daripada Jogja City Mall: Akses Masuknya Mudah, Nyaman untuk Berbagai Acara

5 Maret 2024
KFC Terban Jogja, Tempat Saya Sadar bahwa (Dulu) Saya Begitu Miskin Gara-gara Kaget Lihat Menunya

KFC Terban, Tempat Saya Sadar bahwa (Dulu) Saya Begitu Miskin Gara-gara Kaget Lihat Menunya

2 Mei 2025
Salatiga Kota Terbaik di Jawa Tengah untuk Pensiun (Unsplash)

7 Hal yang Menegaskan Bahwa Salatiga Adalah Kota Terbaik di Jawa Tengah untuk Pensiun

5 Februari 2025
3 Makanan Khas Jogja yang Mulai Punah dan Susah Ditemui, padahal Enak!

3 Makanan Khas Jogja yang Mulai Punah dan Susah Ditemui, padahal Enak!

2 Agustus 2024
5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja terminal mojok

5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja

6 Desember 2021
warnet bilik tinggi jogja asya net bella net bimo net mojok.co

Mengenang 3 Warnet Bilik Tinggi Penuh Gairah di Jogja

18 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya
  • Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis
  • Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota
  • Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.