Ngelihat harga tanah dan properti di Jogja makin ngawur, mending melipir beli rumah sederhana di lereng Gunung Merapi. Ya mahal, tapi masih mendingan

Rumah sederhana di kawasan Gunung Merapi memberi sesuatu yang mahal: ruang hidup, penghasilan tambahan, dan kesempatan pulang setiap hari.
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Ketika perumahan di Jogja terus bermunculan, sedangkan penghasilan gini-gini aja, lalu sebenarnya rumah-rumah ini dibangun untuk siapa?
Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Jogja memang tetap istimewa dengan segala kenangannya. Sedihnya, rindu ternyata tak berguna saat berhadapan dengan realitas ekonomi.