Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Saya Sempat Bercita-cita Jadi Dosen, tapi Setelah Lihat Gajinya, Saya Langsung Ganti Cita-cita

Azzhafir Nayottama Abdillah oleh Azzhafir Nayottama Abdillah
4 Januari 2026
A A
12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya termasuk mahasiswa yang sejak awal kuliah punya cita-cita cukup klasik, yaitu ingin jadi dosen. Alasannya sederhana dan agak idealis, karena dosen itu ngajar mahasiswa dan kerjanya kelihatan intelektual. Membaca buku, diskusi, mengajar, lalu pulang membawa wibawa akademik.

Namun, semua romantisme itu mulai retak pelan-pelan ketika saya mulai mendengar curhatan dosen saya sendiri. Bukan soal mahasiswa yang malas atau birokrasi kampus yang ribet. Tapi soal gaji mereka yang kadang hampir setara dengan uang bulanan mahasiswanya.

Bayangkan saja, untuk menjadi dosen seseorang harus menempuh pendidikan panjang. Minimal S2, ya idealnya S3, menulis tesis dan disertasi yang bikin stres. Lalu ketika resmi mengabdi, gajinya belum tentu menyentuh dua digit. Bahkan untuk sekadar menyamai UMR saja masih harus bersyukur dan banyak berdoa.

Di titik ini, mimpi menjadi dosen berubah dari cita-cita mulia menjadi latihan keikhlasan tingkat lanjut.

Padahal, tuntutan profesi dosen tidak main-main. Ada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dipenuhi. Mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Belum lagi kewajiban administratif seperti BKD, laporan kinerja, target publikasi, dan tekanan mental menghadapi sistem yang sering kali lebih suka angka daripada proses. Semua itu dijalani dengan upah yang sering kali tidak sebanding dengan biaya pendidikan dan energi yang sudah dikeluarkan.

Maka wajar jika banyak calon dosen mendadak mikir ulang, bukan karena malas mengabdi, tapi karena ingin tetap bisa hidup layak.

Lakukan apa saja biar penghasilan bertambah

Sebelum bicara idealisme dan pengabdian, ada satu fakta pahit yang sebenarnya sudah jadi rahasia umum. Yaitu, gaji dosen di Indonesia itu ngepas banget dengan UMR, bahkan sering kali masih di bawahnya.

Dari cerita dosen-dosen yang curhat ke saya, gaji dosen pemula ada yang belum sampai 3 juta rupiah per bulan. Itu pun masih harus dipotong BPJS serta berbagai potongan administratif lain. Angka di slip gaji mungkin tampak “cukup” di atas kertas, tapi di dunia nyata rasanya seperti latihan bertahan hidup. Ironisnya, tidak sedikit dosen yang masih ngekos, menunda beli rumah, bahkan harus menghitung ulang pengeluaran cuma demi memastikan akhir bulan tidak berubah jadi akhir segalanya.

Baca Juga:

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

Di saat yang sama, tuntutan profesional tetap berjalan tanpa diskon, tampil rapi di kelas, update literatur, riset harus jalan, administrasi harus beres, dan mahasiswa tetap dilayani dengan senyum akademis yang seolah tidak pernah lelah.

Melanggar kode etik demi bertahan hidup

Pada akhirnya, karena penghasilan yang sering kali tidak cukup untuk menutup kebutuhan hidup, banyak dosen terpaksa mencari jalan samping. Ada yang jadi konten kreator, ngajar di beberapa kampus sekaligus, buka les privat, sampai mengambil pekerjaan di luar dunia akademik yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tri Dharma, seperti makelar mobil atau kontraktor jasa alat berat.

Bahkan, di balik tembok kampus yang menjunjung tinggi integritas ilmiah, terselip cerita ironis tentang dosen yang membuka jasa joki tugas. Bukan karena mereka tidak paham etika akademik, tapi karena realitas ekonomi sering kali lebih galak daripada buku pedoman moral.

Baca halaman selanjutnya

Dosen ideal, dompet minimal

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: beban kerja dosengaji dosengaji dosen pemulagaji dosen PNSsyarat jadi dosen
Azzhafir Nayottama Abdillah

Azzhafir Nayottama Abdillah

Mahasiswa Ilmu Politik yang memiliki pengalaman menulis selama 5 tahun. Memiliki minat riset dan pendidikan.

ArtikelTerkait

Dosen Bukan Dewa, tapi Cuma di Indonesia Mereka Disembah

4 Hal yang Perlu Kalian Ketahui Sebelum Bercita-cita Menjadi Dosen (dan Menyesal)

17 Desember 2025
5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini Mojok.co

5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini

8 Mei 2024
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Siapa Bilang Gaji Dosen Itu Tinggi?

11 Desember 2021
Ilustrasi Cerita Dosen Hobi Main Domino demi Melupakan Kecilnya Gaji (Unsplash)

Cerita Dosen yang Hobi Main Domino di Ruangan Fakultas Sebagai Motivasi Mengajar dan demi Melupakan Kecilnya Gaji

8 Mei 2024
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.