Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Satu Cara Agar Kamu Nggak Tergoda Pesugihan 4.0

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
28 Mei 2020
A A
pesugihan 4.0

Satu-satunya Cara Agar Kamu Nggak Tergoda Pesugihan 4.0

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia sudah masuk ke era Internet of Things (IoT) di mana macam-macam kegiatan manusia dipermudah dengan bantuan internet. Banyak yang berubah jika dibandingkan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, termasuk pesugihan.

Pesugihan adalah cara untuk mendapatkan kekayaan yang banyak dalam waktu cepat; jalan pintas agar si miskin bisa kaya mendadak. Ada yang bilang, saat seorang manusia melakukan pesugihan, kekayaan yang dia dapatkan diambil dari rezeki anak cucunya, jadi efek pesugihan ini bisa bikin keluarga pelakunya melarat sampai tujuh turunan.

Pengorbanan lain yang harus pelaku berikan yaitu tumbal: entah itu nyawanya sendiri, anak, istri, atau anggota keluarga yang lain. Jadi jelas sekali kalau pesugihan memang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang putus asa dan lemah imannya. Kamu nggak usah ikut-ikutan, nggak level.

Nah, seperti yang saya bilang di awal tadi, pesugihan sekarang sudah upgrade versinya jadi 4.0. Meski begitu, versi konvensionalnya tentu saja masih eksis bagi yang mereka yang percaya. Namun, kebanyakan generasi milenial dan Z memang lebih akrab dengan pesugihan 4.0. Mungkin, ini gara-gara banyaknya cerita pesugihan di internet yang memberikan edukasi sekaligus larangan buat pembacanya. 

Baik pesugihan konvensional maupun yang versi 4.0 sama-sama menggoda dan menjanjikan duit yang banyak, kok. Hanya saja, kalau yang pertama kerja samanya bareng jurig sedangkan yang kedua bareng kebodohan.

Selain itu—terima kasih buat teknologi—sekarang tumbalnya pun nggak terlalu berat. Nggak ada mengorbankan nyawa atau mengambil rezeki anak cucu, cukup menumbalkan harga diri, empati dan nalar saja. Nantinya, kebodohan akan muncul dengan sendirinya kemudian bisa dijadikan jimat atau diolah lagi jadi konten. 

Dari segi tempat, pesugihan 4.0 pun lebih mudah dikunjungi. Tinggal install aplikasi terus bikin akun. Bisa Facebook, Twitter, Instagram, YouTube atau TikTok. Tinggal pilih, mau bawa jimatnya ke mana, nanti khalayak umum pasti menyadari keberadaanmu. Kalau sudah begitu tinggal nunggu cuannya cair.

Cuma ya itu, seperti versi konvensionalnya, ada konsekuensi yang menanti setelah jimatnya dipakai. Yang pertama, pelakunya bisa jadi bodoh; yang kedua jadi goblok; yang ketiga jadi musuh bersama; yang keempat dirundung banyak orang; yang kelima akun media sosial pasti hilang karena dilaporkan netizen. 

Baca Juga:

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

Tulungagung Dianggap Jadi “Pusat” Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

Sekali lagi saya ingatkan, jangan sampai tergoda ikut pesugihan 4.0. Kenikmatannya hanya sementara tapi nelangsa selamanya. Daripada ikut pesugihan 4.0 lebih baik pakai cara yang normal-normal saja lah. Yang normal juga nggak terlalu sulit, kok.

Begini ya gaes-gaesku, pesugihan 4.0 ini pada dasarnya hanya soal engagement dan personal branding. Artinya seseorang harus mendapatkan engagement dari netizen sebanyak-banyaknya lengkap dengan bukti riil dalam bentuk pengikut. 

Nah biar nggak perlu bikin drama dan kegoblokan untuk dapat engagement ini, kita harus pintar-pintar bikin personal branding. Saya kasih contoh siapa saja teladan dalam hal personal branding ini.

Misal, Ivan Lanin sebagai KBBI berjalan atau Bude Sumiyati sebagai bidadari patah hati atau willithekid sebagai tukang masak nasgor rebus. Mereka bertiga mengandalkan pengetahuan dan kemampuan yang besar sebagai senjata utama buat membangun brand-nya.

Pertanyaannya, bagaimana jika kamu nggak punya senjata utama itu tapi masih pengen dapet engagement tinggi? Saya punya satu contoh nyata buat menjawabnya. 

Di twitter ada satu akun rakyat jelata yang—kalau saya nggak salah ingat—jadi trending di akhir tahun 2019 kemarin. Usernamenya @diddekarisma a.k.a si ava ijo dan menurut saya dia itu orang yang cerdas.

FYI, @diddekarisma adalah “the reply guy” atau akun yang rajin reply cuitan akun lain. Pokoknya dulu waktu dia masih menbangun brandnya, kemana pun jempol membawamu di twitter, pasti ketemu sama dia. Sampai warga twitter kesel dan menyebutnya si ava ijo karena background foto profilnya cuma warna hijau stabilo doang.

Pucuk dicinta ulam tiba, perlahan-lahan pengikutnya bertambah lalu Fiersa Besar dan Jerome Pollin menyadari keberadaannya, kemudian mereka ikutan ganti background foto profil pake warna hijau stabilo. Inilah puncak perjuangannya, ava ijo jadi trending lalu namanya dikenal khalayak umum.

Dia cerdas karena sudah memilih background hijau stabilo yang kontras dengan warna putih/hitam aplikasi twitter. Dia juga cerdas memakai prinsip  makin banyak cuitan yang dia reply maka akan semakin banyak orang yang mengenalnya. Ibaratnya dia sengaja memakai baju yang warnanya mencolok buat pergi ke tempat-tempat ramai setiap hari dalam tiga bulan.

Maka, saya rasa, apa yang dilakukan si ava ijo lebih pantas mendapatkan apresiasi dalam bentuk engagement—yang kemudian mendatangkan cuan—daripada para pelaku pesugihan 4.0.

Pertanyaan saya yang terakhir, kenapa nggak ada pesugihan yang melibatkan Mas Poci dan Mbak Kun, ya? Apa gara-gara mereka lebih sering koleb bareng youtuber? WQWQWQ.

BACA JUGA Dindasafay Adalah Bukti Kalau Orang Indonesia Punya Bakat Alami Buat Jadi Ahli dan tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2020 oleh

Tags: engagement sosial mediapesugihanpesugihan online
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

Gunung Kawi dan Mitos Pohon Dewandaru Bawa Rezeki

Gunung Kawi dan Mitos Pohon Dewandaru Bawa Rezeki

20 Januari 2022
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Mengenal Manfaat Lain Pohon Dewandaru, sang Pohon Mistis Gunung Kawi

13 September 2020
Tuduhan Tempat Makan Pakai Penglaris yang Kelewat Sotoy (Pixabay.com)

Tuduhan Tempat Makan Pakai Penglaris yang Kelewat Sotoy

4 Mei 2023
kasus babi ngepet di depok mojok

Kasus Babi Ngepet di Depok Adalah Contoh Sahih Ngerinya Mulut Tetangga

28 April 2021
Makanan Dibungkus Jadi Nggak Enak, Bukan Berarti Pakai Pesugihan! terminal mojok.co

Makanan Dibungkus Jadi Nggak Enak, Bukan Berarti Pakai Pesugihan!

18 Juli 2021
Tulungagung Dianggap Jadi "Pusat" Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

Tulungagung Dianggap Jadi “Pusat” Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

30 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.