Saran untuk Pabrikan Motor agar Pengendara Tak Lupa Mematikan Lampu Sein

Saran untuk Pabrikan Motor agar Pengendara Tak Lupa Mematikan Lampu Sein

Saran untuk Pabrikan Motor agar Pengendara Tak Lupa Mematikan Lampu Sein (DifferR via Shutterstock.com)

Beberapa hari lalu, saya menuju ke suatu tempat dengan menggunakan mobil. Di tengah perjalanan, motor di hadapan saya menyalakan lampu sein belok kanan. Namun, motor itu malah nggak belok-belok. Saya sebenarnya ingin menyalip motor itu tapi khawatir motor ini akan tiba-tiba berbelok ke arah kanan. Kalo saya menyalipnya dari kanan dan motor ini belok ke kanan, pastinya akan terjadi tabrakan. Nah, setelah sekitar tiga kilometer, sein motor itu baru mati. Saya tahu pasti pengendara motor itu lupa mematikan lampu sein.

Tak jarang pengendara lupa mematikan sein. Maklum, manusia kan ada luputnya. Saat saya mengendarai motor dahulu, saya pun terkadang seperti itu. Tapi, masalahnya, hal itu bikin repot pengendara lain. Seperti yang sempat saya singgung di beberapa artikel sebelumnya, kalau berkendara itu nggak sekadar mengoperasikan kendaraan, tapi juga memperhatikan sekitarnya. Nah, pengendara yang lupa mematikan sein itu bikin sekitarnya kerepotan. Yang bikin orang nggak bisa menyalip lah, bikin orang yang di belakangnya terpaksa menunda gas lah.

Saya pikir, pabrikan motor bisa mengintervensi ini. Saya punya tiga usulan yang bisa dipakai oleh pabrikan agar menghindari orang lupa matiin sein motor. 

#1 Beri alarm

Nah, saat mengendarai motor, terkadang fokus pengendara motor itu lebih mengamati jalan. Jadi, karena fokus ini, pengendara motor nggak fokus kalau mereka lupa lampu sein masih menyala. Hal ini bisa diantisipasi dengan memberi alarm.

Alarm ini bisa diaktifkan jika lampu sein menyala lebih dari satu menit atau setelah melewati jarak tertentu. Alarm kan suaranya menyita perhatian banget kan ya, makanya sebaiknya diberi alarm agar orang tak lupa mematikan sein.

Kasih alarm biar cakep (Shutterstock.com)

#2 Mati otomatis

Kalau tadi saran saya adalah alarm menyala setelah sein menyala dalam kurun waktu atau jarak tertentu, nah, kali ini saran saya adalah sein mati setelah menyala dalam waktu atau jarak tertentu. Menurut saya ini bisa diaplikasikan oleh pabrikan, kayak idling assist yang ada di motor matic kekinian. Ini jauh lebih praktis dan canggih.

Bisa kan ya? Bisalah. Wong udah pada bisa bikin kendaraan yang autopilot kok, masa sein mati otomatis aja nggak bisa.

Lampu sein motor (Shutterstock.com)

#3 Perbesar tanda indikator lampu sein dan gunakan warna merah

Pada motor, ada tanda indikator lampu sein yaitu tanda panah. Tanda ini berwarna hijau kalo lampu sein menyala. Nah, tanda indikator panah ini sebaiknya diperbesar. Lalu, gunakan warna merah bukan warna hijau.

Dengan tanda indikator yang lebih besar, memudahkan pengendara untuk melihatnya saat mengendarai motor. Lalu, mengapa menggunakan warna merah? Warna merah itu kesannya penting. Makanya, lampu lalu lintas berhenti itu berwarna merah. Jadi, kalo lampu indikator berwarna merah, membuat pengendara motor lebih fokus kalo lampu sein sedang menyala.

Namun, usul ini nggak berguna untuk orang yang prek alias nggak peduli sama motor. Indikator oli menyala merah aja pada nggak peduli, apalagi sein kan ya.

Itulah itu saran dari saya yang ditujukan kepada pabrikan motor agar pengendara motor tak lupa mematikan lampu sein. Semoga sih ada pabrikan motor yang mau menerima ketiga saran yang sudah saya utarakan ini, lalu saya mendapatkan hadiah karena memberikan usulan yang bagus. Hehehehe.

Penulis: Rahadian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Warga Jogja Jangan Mimpi Kaya kalau Separuh Gajinya untuk Ongkos Transpor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version