Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Salam dari Binjai dan Gedebog Pisang yang Bikin Senang

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
3 November 2021
A A
Salam dari Binjai dan Gedebog Pisang yang Bikin Senang Terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Salam dari Binjai memakan korban. Ah, bukan sih, lebih tepatnya menjaring orang-orang ndlogok keluar dari sarangnya. Sudah tahu mas-mas Binjai itu ahli dalam tinju, eh malah ditiru. Pihak yang salah di sini adalah mas-mas Binjai? Nggak juga. Kita harus mempertanyakan ke mana perang orang tua sebagai mercusuar pengawasan anak dalam bermedia sosial?

Bocah-bocah di Lamongan hingga Deli Serdang berbondong-bondong bikin konten laiknya mas-mas Binjai. Mereka merusak kebun-kebun pisang yang ada di daerah mereka. Pun ada juga yang ikut-ikutan meninju sampai jari-jari mungil mereka yang sedang tumbuh patah. Sekali lagi, apakah mas-mas Binjai patut disalahkan? Menurut saya, sih, nggak.

https://www.instagram.com/p/CVvQwGovN42/

Namun, saya nggak mau membicarakan tentang parenting dulu. Sudah banyak penulis Terminal Mojok yang lebih ahli membahas parenting dengan segala istilah-istilah asing njlimet yang nggak saya tahu. Saya mau membahas hal-hal yang nggak penting-penting amat, tapi bisa menghibur kamu selaku pembaca. Ini adalah tentang pohon pisang. Ini yang harus kamu tahu sekali seumur hidup, setidaknya sebelum kamu mampus: hal-hal yang menyenangkan dan mesti kamu tahu tentang gedebog pisang.

Di desa saya dulu, lebih tepatnya ketika usia saya masih bisa dikata bocah, pisang adalah dewa di musim penghujan begini. Semua bagian dari pisang adalah anugerah dari Tuhan yang musykil untuk nggak dimanfaatkan. Mulai dari bonggol yang bisa dijadikan keripik oleh ibu-ibu di desa, daun yang bisa dijadikan wadah pepes, sampai—tentu saja—buahnya yang nikmat betul untuk dimakan.

Lantas, apa bagian terpenting bagi anak-anak dari pohon pisang? Jelas gedebog pisang adalah wahana permainan dadakan yang hadirnya nggak bisa diganggu-gugat. Ia juga punya manfaat penting lain selain sekadar dipukul-pukuli.

Pertama, kamu bisa memeluk gedebog pisang di sungai berarus deras. Sensasi rasanya seperti sedang main arung jeram. Atau kamu bisa menggunakannya sebagai pelampung kala kamu nggak bisa renang di sungai.

Kedua, dulu ia juga digunakan sebagai ajang main seluncuran. Kamu harus naik bukit yang landai, kamu naiki gedebog pisangnya, maka kalian akan menggulung di tanah sampai ke bawah. Saya bisa sombong, bahkan Dufan nggak akan kepikiran bikin wahana permainan penuh penyiksaan macam ini.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Ketiga, ketika lagi riuh anime Naruto di Global TV, gedebog pisang digunakan sebagai pengganti scroll jurus Naruto. Kamu hanya perlu pakai jarit, ikat gedebog pisang di punggungmu, lantas kamu berlari seperti orang sinting. Dulu, kok ya rasanya saya seperti Sasuke, ya? Maksud saya, alih-alih Jiraiya yang sering bawa scroll jutsu, saya malah merasa keren setengah mampus bak keturunan klan Uchiha.

Keempat, ia juga bisa digunakan sebagai permainan halang rintang. Kamu bisa menaiki bukit dengan membawa gedebog tersebut. Lantas ketika sampai di atas, saya yakin kamu bukan lagi dirimu. Kamu sudah menjadi Makoto Nagano yang tangkas, bringas, dan trengginas. Atau kamu juga bisa merasa menjadi super ngganteng seperti Hamish Daud, lantas berteriak, “My trip my adventure!”

Kelima, ada yang lebih pilu dari manfaat gedebog pisang ini. Di desa saya, ia digunakan sebagai bantalan pocong ketika dimasukan ke dalam kuburan. Katanya, sih, biar nggak gerak ketika dikebumikan. Kenapa gedebog pisang yang dipotong-potong? Karena ia lebih cepat lapuk ketimbang kayu biasa.

Coba bayangkan, anak-anak. Ketika kalian menghancurkan satu lading pohon pisang, maka berapa bantalan mayat yang sudah kalian pukuli untuk bikin konten? Sudah, yang mukulin gedebog pisang biar ahlinya saja: si mas-mas Binjai. Pasalnya, blio sudah paham ilmu bela diri dan dapat izin juga dari si pemilik kebun pisang. Kalian mending main yang lain saja.

Hanya dengan gedebog pisang, kita bisa senang-senang sekaligus berkontemplasi. Saya nggak membandingkan satu generasi dengan generasi lainnya lho, ya. Namun, keseruan di atas bisa dicoba untuk anak-anak generasi sekarang ketimbang ikut-ikutan tren belaka. Nggak hanya “Salam dari Binjai” saja cara menikmati keseruan dari gedebog pisang. Kita bisa juga berteriak “My trip my adventure” bersama kawan-kawan di desa.

Sumber gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2021 oleh

Tags: gedebog pisangsalam dari binjai
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.