Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
27 Februari 2026
A A
Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal Mojok.co

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Padel lagi booming. Olahraga ini meledak di Indonesia sekitar setahun ke belakang. Banyaknya influencer dan artis yang memposting olahraga satu ini membuat padel semakin populer. Ditambah outfit padel yang lucu-lucu, orang-orang makin tertarik main olahraga satu ini. 

Sebetulnya, padel itu bukan olahraga baru. Olahraga ini sudah ada sejak 1969 di Meksiko. Padel merupakan kombinasi tenis dan squash. Permainan dimulai dengan servis bawah, di mana bola harus dipukul setelah memantul satu kali di lantai dan diarahkan secara diagonal ke area lawan.

Tingginya minat bermain padel membuat banyak lapangan padel bermunculan. Kehadiran lapangan-lapangan ini bak dua sisi mata pisau. Di satu sisi, ini sinyal yang bagus untuk menggerakkan ekonomi. Di sisi lain, keberadaan lapangan ini cukup meresahkan. Dan, rasa-rasanya sisi kedua yang lebih banyak dirasakan oleh warga sekitar lapangan padel. 

Baca juga Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton.

Derita punya rumah bersebelahan dengan lapangan padel

Belum lama ini viral pengalaman tidak menyenangkan punya rumah dekat lapangan padel. Pengalaman ini diungkap oleh akun @idhm di Threads. Dalam postingannya, pemilik menggambarkan betapa mengganggunya polusi suara dari lapangan yang ada dekat dengan rumahnya.

Sebagai gambaran, menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup yang berlaku, batas toleransi kebisingan di perumahan adalah 55dB di siang hari dan 50dB di malam hari, dengan batas toleransi maksimal +3dB. Namun nyatanya, lapangan padel menciptakan kebisingan di luar ambang batas yang ditentukan. Yaitu, 60-77 dB. Akibatnya, suara pantulan bola, hantaman raket padel hingga suara teriakan pengunjung terdengar dengan sangat jelas. Mengganggu sekali.

Akun tersebut menyertakan bukti berupa rekaman gambar dan video. Saya yang menonton cuma bisa geleng-geleng kepala. Andai saya punya rumah dekat dengan lapangan padel, jelas saya akan viralkan seperti pemilik akun di atas.

Bayangkan saja sepanjang hari kamu mendengar suara-suara pantulan bola, dentuman raket padel, serta tawa, dan teriakan pengunjung. Parahnya lagi, jam operasional tempat ini seringkali berlangsung  hingga larut malam. Kalau sudah begitu, ketenangan hidupmu sudah jelas akan terganggu.

Baca Juga:

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

Belum lagi masalah parkir. Jika lapangan ramai, mobil dan motor bisa-bisa parkir di bahu jalan, bahkan parkir sembarangan di depan rumah orang. Sialnya, rumah itu adalah rumahmu. Apa nggak nyesek dibuatnya?

Baca juga Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam.

Membayangkan jadi mereka

Bukan hanya itu saja. Andai rumah saya dekat dengan lapangan padel seperti mas-mas yang bikin Threads tadi, pasti saya akan dilema tiap kali mau buka jendela di pagi hari. Dilema ini sungguh menyiksa karena menyangkut kenyamanan tempat tinggal yang paling mendasar.

Di satu sisi, rumah saya membutuhkan sirkulasi udara yang baik. Membuka jendela adalah cara yang paling mudah dan murah agar pertukaran udara lancar. Selain itu, sirkulasi udara yang lancar juga bisa membuat jamur tidak tumbuh subur di sudut-sudut ruangan, dan udara di dalam rumah terasa lebih segar, bersih, serta sehat bagi keluarga. 

Namun, jika rumah saya menempel atau berdekat dengan lapangan padel, membuka jendela jelas bukan pilihan yang tepat. Dengan membuka jendela, itu sama artinya seperti saya membukakan pintu untuk maling. Bukan maling benda, tapi maling yang mencuri ketenangan di rumah. Soalnya, jendela yang terbuka akan membuat suara-suara dari lapangan padel akan terdengar lebih jelas.

Nah, kan, jadi dilema. Mau nggak mau saya harus pilih antara rumah lembab karena jendela tertutup rapat, tapi suasana jadi tidak terlalu bising. Atau, rumah bising namun udara tetap terjaga.

Saya juga membayangkan, punya rumah dekat lapangan padel pasti akan kesal meladeni pertanyaan dari banyak orang. Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sepele, tapi kalau terus-menerus diulang, jelas bikin eneg.

“Padel di sana sewa lapangannya berapa?”, “Ada jasa sewa raket nggak”, “Di sana ada pelatihnya nggak?, “Kamu sih pernah main padel nggak?, dan mungkin masih banyak pertanyaan lain. Capek banget kan? 

Thread mas-mas di atas menyadarkan kita berapa menderita punya rumah di dekat lapangan padel. Terlebih lapangan yang nggak memalui kajian mendalam.  Sudahlah dia yang ganggu, dia pula yang belagu. Sok-sokan menuntut warga untuk beradaptasi huft. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Punya Rumah Dekat Kos Putri Itu Menderita, tapi Banyak Orang Nggak Menyadarinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: lapanganlapangan padelpadelRumahtenis
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus Mojok,co

Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus

29 Mei 2024
5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri, Nanti Malah Merepotkan Mojok.co

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri kalau Punya Malah Merepotkan

8 Juni 2024
Rumah Mangkrak dan Mudahnya Cicilan Rumah Baru Terminal Mojok

Rumah Mangkrak dan Mudahnya Cicilan Rumah Baru

11 Desember 2020
Tinggal di Rumah Hook Itu Enak sih, tapi Ada Sisi Negatifnya Terminal Mojok

Tinggal di Rumah Hook Itu Enak sih, tapi Ada Sisi Negatifnya

23 Januari 2021
2 Stereotip Umum yang Keliru tentang Perumahan Syariah

4 Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Memutuskan Mengambil Perumahan

20 Desember 2022
Rasanya 18 Tahun Tinggal di Depan Sawah Terminal Mojok

Pengalaman Saya 18 Tahun Tinggal di Depan Sawah

16 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Perawatannya Tak Sama seperti Matic Biasa Lainnya

25 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.