Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Bermula pada 1976, dan Bertahan Hingga Kini dan Seterusnya: Melihat Perjalanan Panjang Djarum 76, Rokok Penuh Sejarah dari Desain Bungkusnya yang Berganti Tiap Era

Iqbal AR oleh Iqbal AR
3 September 2023
A A
Bermula pada 1976, dan Bertahan Hingga Kini dan Seterusnya: Melihat Perjalanan Panjang Djarum 76, Rokok Penuh Sejarah dari Desainnya yang Berganti Tiap Era

Bermula pada 1976, dan Bertahan Hingga Kini dan Seterusnya: Melihat Perjalanan Panjang Djarum 76, Rokok Penuh Sejarah dari Desainnya yang Berganti Tiap Era (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau boleh bilang, Djarum, khususnya Djarum 76 itu bukan sekadar rokok. Djarum 76 itu semacam heritage, semacam simbol, semacam identitas kultural, khususnya bagi perokok di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Rokok ini menjadi top notes ketika bicara soal rokok, terutama rokok kretek. Dan Djarum 76 tidak hanya sekadar diisap dan dihembuskan saja, melainkan sebuah simbol perjalanan hidup, simbol perkembangan budaya.

Terdengar berlebihan memang, tapi memang seperti itulah adanya. Di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, Djarum 76 jadi rokok yang mungkin bisa dibilang paling laku, paling disukai, dan mungkin paling stabil penjualannya. Maksudnya, tak perlu banyak promosi dengan berbagai macam iklan, orang-orang pasti tahu rokok ini, tak perlu diyakinkan lagi, dan pasti akan beli tanpa pikir panjang.

ADVERTISEMENT

Angka 76 di belakang nama Djarum merujuk pada tahun di mana produk ini diperkenalkan oleh PT. Djarum. Iya, Djarum 76 pertama kali muncul dan diperkenalkan pada 1976. Sudah 47 tahun usianya. Selama 47 tahun, rokok ini juga sudah mengalami perjalanan yang panjang. Mulai dari perubahan harga, rasa (meski harusnya tidak banyak berubah), penambahan varian (seperti Madu Hitam, Kurma, dan Mangga), dan perubahan dalam desain bungkusnya.

Desain Djarum 76

Bicara soal desain bungkus Djarum 76, yang ada di benak kita pasti selalu tentang warna coklat keemasan, simple, dan konsisten. Iya, sejak pertama kali keluar pada 1976, rokok ini punya desain bungkus yang itu-itu aja, baik yang kretek maupun yang filter. Warnanya juga masih bertahan di spektrum coklat. Kalau pun berbeda, pasti itu sudah beda varian. Misalnya, . yang dominan warna hitam, atau 76 Mangga yang dominan warna kuning dan hijau.

Melansir dari Journal of Creative Student Research (JCSR) Vol. 1, No. 3, Juni 2023, dari tahun 1976, Djarum 76 sudah mengalami berbagai macam perubahan desain bungkus. Pertama kali, rokok ini muncul dengan kemasan simple berwarna cokelat (belum cokelat keemasan), dengan nama Djarum yang miring, serta ada gambar jarum dan logo “76” di atasnya. Saat itu, satu bungkus masih berisi 10 batang per bungkusnya, dan hanya kretek. Desain bungkus ini bertahan dari tahun 1976 sampai sekitar 1990-an.

Pada 1990-an, bungkusnya mulai berganti. Era ini adalah era di mana bungkus Djarum 76 mulai memakai warna cokelat keemasan. Selain itu, isi per bungkusnya juga sudah 12 batang. Dari sisi desain, era ini sudah semakin simple dan elegan. Tulisan Djarumnya masih miring, meski lebih tebal. Tidak ada gambar jarum, tapi masih mempertahankan logo “76” di atasnya. Desain ini jadi desain paling fenomenal, dan jadi desain paling banyak ditiru oleh merek rokok lain.

Masuk era modern

Desain ini bertahan cukup lama sampai sekitar 2007-an. Setelahnya, desainnya mulai masuk ke desain yang lebih modern. Fase ini, Djarum 76 mulai meninggalkan gaya lama. Sudah tidak ada lagi tulisan Djarum yang miring. Logo “76” juga sudah berubah menjadi lebih modern. Secara warna juga sudah bertambah, ada spektrum oranye yang berpadu dengan cokelat keemasan.

Pada era ini, logo “76” mendapat porsi lebih besar dan berada di bagian tengah tapi lebih menjorok ke arah kiri. Sementara itu, tulisan Djarum juga sudah kecil, berada di bagian sudut kanan bawah bungkus rokok. Yang istimewa, di bungkus rokok ini ada samar-samar logo kecil “76” yang memenuhi latar belakang desain. Desain ini bertahan tidak terlalu lama, hanya sampai tahun 2010-an saja sebelum akhirnya ada perubahan lagi.

Baca Juga:

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang

Nah, di tahun 2010-an, desain 76 memang berubah, meski tidak terlalu banyak perubahan. Desainnya masih sama, logonya sama, penempatannya juga masih sama. Bedanya, bungkus Djarum 76 tahun 2010 ini hanya ada di warna yang semakin gelap saja, tidak secerah edisi 2007.

Aturan baru yang mengubah segalanya

Perubahan baru terlihat setelah tahun 2014, ada aturan bahwa rokok harus memperlihatkan gambar peringatan bahaya merokok. Barulah terlihat perubahannya. Desain rokok yang tadinya memakan semua area bungkus, kini hanya mendapat 3/4 bungkusnya saja. Logo “76” semakin ke bawah, dan tulisan “Djarum” semakin mojok ke sisi kanan bawah.

Tahun 2017, desain akhirnya berubah. Perubahan yang cukup signifikan, perubahan yang akhirnya menjadi wajah dari Djarum 76 sampai sekarang. Tahun 2017, desain kembali ke bentuk yang sederhana tapi tetap elegan. Warnanya masih cokelat keemasan, lalu logo “76” berwarna cokelat dan emas berada tepat di tengah, diikuti oleh tulisan Djarum tepat di bawahnya dengan warna emas.

Di tengah-tengah era itu, ada juga desain yang berbeda. Djarum 76 muncul juga dengan desain bungkus berwarna oranye, dengan logo “76” di tengah, tulisan Djarum di bawahnya. Bedanya, ada semacam ukiran atau aksen yang ada di latar belakang desainnya. Ada juga Djarum 76 Filter Gold yang punya desain yang tidak jauh berbeda. Warnanya oranye keemasan, penempatan logo dan tulisan Djarum masih sama. Bedanya mungkin hanya di penambahan tulisan “filter gold” saja.

Desain Djarum 76 edisi Peringatan Kemerdekaan

Itulah desain paten dari bungkus rokok Djarum 76. Selain itu, masih ada desain bungkus yang lain, salah satunya adalah bungkus edisi kemerdekaan Indonesia yang ke-76 pada tahun 2021. Desain edisi ini menarik, karena berkolaborasi dengan Temusiku, seniman pembuat bungkus rokok dengan kayu. Gambarnya juga menarik, dengan gambar motif lukisan bunga yang dibuat sedemikian rupa. Sayang, edisi ini terbatas dan mungkin sudah tidak dijual lagi sekarang.

Nah, sekarang pertanyaannya, dari sekian banyak desain bungkus Djarum 76, mana yang terbaik?

Ini mungkin akan subjektif, tapi saya akan memilih desain tahun 2007-2010. Alasannya sederhana saja. Pertama, masih tidak ada gambar peringatan bahaya merokok. Kedua, karena desainnya bagus sekali. Paduan logo “76” yang estetik, tulisan Djarum di sisi bawah yang berwarna cokelat gelap, lalu ada samar-samar logo “76” kecil yang memenuhi latar belakang desain bungkus.

Buat saya, desain 2007 itu masih relevan di era sekarang. Dibilang vintage juga ada unsur vintage-nya, tapi dibilang modern juga bisa. Jadi, apa ya istilahnya, oh iya, evergreen. Buat saya, desain tahun 2007 itu adalah desain terbaik. Sekarang, rokok 76 dengan desain itu memang sudah tidak dijual. Tapi, kalau kalian mau ngoleksi bungkusnya, sepertinya ada yang jual bungkusnya saja di marketplace. Coba cari saja.

Desain Djarum 76 tahun 2007 adalah yang terbaik buat saya. Kalau kalian, desain mana yang terbaik?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Merindukan Djarum Black Tea, Rokok Enak yang Kini Sudah Tiada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2023 oleh

Tags: desaindjarumDjarum 76rokok djarumsejarah
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Lulusan Jurusan Sejarah Murni Pasti Dapat Kerja kok, Tenang Aja! Mojok.co

Lulusan Jurusan Sejarah Murni Pasti Dapat Kerja kok, Tenang Aja!

21 Desember 2023
Kisah Cinta Paling Tragis Bukan Drama Cintamu, Tapi Kisah Kapten Pierre Tendean dan Rukmini Chaimin

Kisah Cinta Paling Tragis Bukan Drama Cintamu, Tapi Kisah Kapten Pierre Tendean dan Rukmini Chaimin

21 November 2019
Bika Ambon, si Manis Legit yang Ternyata Berasal dari Medan

Bika Ambon, si Manis Legit yang Ternyata Berasal dari Medan

30 Agustus 2022
3 Film Korea tentang Pergerakan Gwangju yang Bikin Nangis

3 Film Korea tentang Pergerakan Gwangju yang Bikin Nangis

26 Februari 2022
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membangun Bisnis Bersama Saudara

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membangun Bisnis Bersama Saudara

17 Juli 2022
10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

29 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.