Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Review Moon Knight: Tetap Juara meski Berani Keluar Pakem

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
5 Mei 2022
A A
Review Moon Knight: Tetap Juara meski Berani Keluar Pakem

Review Moon Knight: Tetap Juara meski Berani Keluar Pakem (Akun Instagram @themoonknight)

Share on FacebookShare on Twitter

Moon Knight, serial terbaru Marvel memenuhi lini masa media sosial. Tak mengagetkan, sebab serial tersebut memang sebagus itu, dan bahkan banyak yang bilang bahwa serial ini adalah salah satu serial terbaik yang pernah dibikin Marvel. Bagi kalian yang masih ragu untuk mulai nonton serial ini, saya beri beberapa hal yang menarik dari serial ini. Siapa tahu, bikin kalian tertarik, ye kan?

Hal pertama yang menurut saya paling menarik dari Moon Knight adalah akting prima yang ditunjukkan oleh dua leading actor-nya, Oscar Isaac dan Ethan Hawke. Oscar, sang Moon Knight yang dituntut untuk memerankan dua tokoh berbeda dalam tubuh yang sama, sangat mampu memberikan dimensi yang mendalam kepada sang karakter dan ditampilkan melalui transisi-transisi yang sangat halus.

Timbangan Anubis (Akun Instagram @themoonknight)

Ketika ia sedang menjadi Steven Grant—alter egonya yang pertama, Oscar berhasil menjelma seorang lelaki asal Inggris dengan aksen yang sangat membuat saya terkesima. Sekaligus menunjukkan kepribadian sang tokoh yang memang kutu buku dan cenderung penakut bila dihadapkan pada suatu masalah. Lalu, ketika aktor berusia 43 tahun itu tengah berakting sebagai Marc Spector—alter egonya yang kedua, ia seketika bisa mengubah gerak-gerik tubuh dan gaya berbicaranya menjadi Amerika banget, lengkap dengan sifat Marc yang lebih rebel dibandingkan Steven.

Intinya, kekaguman saya akan kekonsistenan performa Oscar Isaac dalam setiap episode di serial ini sangatlah tinggi. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa penampilannya ini layak dinobatkan sebagai top five akting terbaik dari seluruh karya yang diciptakan oleh Marvel Studios sejauh ini. Singkatnya, tingkat kadar ke-ikonik-annya bisa dikatakan selevel dengan Iron Man-nya Robert Downey Jr. atau Captain America-nya Chris Evans. Angkat topi untuk Steve, eh, maksudnya Marc, eh, maksud saya Oscar Isaac.

Kemudian ada juga Ethan Hawke, aktor kawakan yang dalam series ini berperan sebagai Arthur Harrow, sang antagonis utama dengan rambut gondrongnya yang “badai banget”. Jujur, awalnya saya tidak begitu merasa excited dengan penampilan luar sang karakter. Namun, ini murni karena saya tidak begitu suka dengan tipe villain yang bossy dan hanya bisa menyuruh anak buahnya ketika sedang berhadapan dengan jagoan utama. Sangat tidak “laki” banget, gitu.

Poster promo (Akun Instagram @themoonknight)

Akan tetapi, ketika episode demi episode telah saya lewati hingga akhirnya sampai ke babak pamungkas, kesan pertama saya tersebut berubah drastis dan berganti dengan kekaguman akan penampilan Hawke yang begitu mengintimidasi. Meski tampilan fisiknya membuat ia tampak tidak berbahaya, nyatanya aktor asal Amerika itu mampu membuat Harrow menjadi sosok penjahat yang bikin Moon Knight kewalahan setengah mampus. Ia pun sukses membuat penonton peduli akan motivasinya untuk berbuat jahat dan tidak sekadar “numpang lewat” selayaknya mayoritas antagonis di film-film Marvel.

Dan mungkin hal ini ditolong pula oleh jumlah episode Moon Knight, sehingga para kreatornya mempunyai waktu yang lebih banyak untuk mengenalkan latar belakang tiap tokoh. Tapi, tetap saja tak menafikan faktor para aktor dan naskah kuat yang bikin serial ini jadi hebat.

Kemudian, hal yang sangat menggoda untuk dibahas dari Moon Knight adalah tema dan jalan ceritanya yang sangat tidak “Marvel” sekali (dalam pengertian yang bagus, tentunya). Mengapa tidak “Marvel” sekali? Sebab, baru kali ini Marvel benar-benar berfokus kepada tokoh dan terlihat tidak begitu berat pada formula superhero yang itu-itu saja. Maksud saya, serial ini benar-benar berfokus pada kepribadian ganda, dan itulah yang bikin serial ini justru punya daya tarik berlebih

Baca Juga:

Guardians of the Galaxy Vol. 3, Bukti Marvel Masih Bisa Bikin Film Bagus

5 Fakta Menarik di Balik Drama Ratu Drama, Series Terbaru Vidio yang Sayang Dilewatkan

Selama ini, kita mengenal studio yang dipimpin oleh Kevin Feige tersebut sebagai produsen film-film pahlawan super yang selalu mengangkat tema-tema kepahlawanan yang kesannya childish banget. Namun, stigma tersebut cukup berhasil diubah oleh serial ini. Memang, nilai-nilai heroiknya masih ada, tetapi Marvel seperti sedang berusaha pula untuk menjangkau penonton usia dewasa yang lebih menyukai tontonan serius dan tidak sekadar pamer kekuatan laser atau adu otot saja. Melalui Moon Knight, Marvel berusaha mewujudkan tujuannya itu dengan ide yang menurut saya sangat brilian dan berhasil dikombinasikan secara sempurna tanpa sedikit pun timbul kesan “maksa”.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moon Knight (@themoonknight)

Namun, menurut saya pribadi, series ini juga mempunyai beberapa kekurangan sehingga tak sepenuhnya bisa dikatakan sempurna. Kekurangannya terletak pada episode terakhir yang menurut saya kurang begitu klimaks. Konflik yang di lima episode sebelumnya sudah ditata dengan baik seakan diselesaikan seadanya saja di final act-nya. Begitu saya melihat cara penyelesaian yang kurang begitu memuaskan itu, saya seketika kecewa dan merasa seperti diberikan hidangan penutup yang kurang baik. Padahal, semua makanan pembuka dan main course-nya teramat lezat dimakan.

Satu lagi kekurangan dari Moon Knight adalah minimnya referensi terhadap dunia Marvel Cinematic Universe. Padahal, serial lain masih memberi ruang untuk referensi MCU. Oleh sebab itu, saya jadi dibuat bertanya-tanya, apakah benar Marc Spector, Steven Grant, dan semua tokoh di serial ini berada di semesta yang sama dengan Avengers? Hingga episode keenam berakhir, saya sama sekali tak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Hal ini membuat saya menduga bahwa Moon Knight untuk saat ini memang masih berdiri sendiri. Tapi, kalau pun nggak, ya nggak apa-apa sih. Nyatanya, Daredevil baik-baik saja tanpa harus bersinggungan secara langsung dengan MCU. Meski masih ada referensinya, toh, itu tak esensial untuk cerita.

Lalu, apakah series ini layak direkomendasikan? Wah, sudah tentu! Kalau perlu, langsung saja semua episodenya ditonton secara maraton hingga tamat. Saya jamin kalian akan mendapatkan pengalaman menonton kisah superhero Marvel yang berbeda dari biasanya.

Sumber gambar: Akun Instagram @themoonknight

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2022 oleh

Tags: marvelMoon Knightseries
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Spider-Man: No Way Home

Spider-Man: No Way Home, Trailer Tidak Tampilkan Tobey Maguire dan Andrew Garfield Adalah Strategi

19 November 2021
hawkeye

Review Hawkeye: Emang Penting Ada Serial Ini?

30 November 2021
Review Eternals

Review Eternals: Siapa Bilang Jelek? Ah, Nggak Juga

11 November 2021
Guardians of the Galaxy Vol. 3, Bukti Marvel Masih Bisa Bikin Film Bagus (Akun Instagram Guardian of the Galaxy)

Guardians of the Galaxy Vol. 3, Bukti Marvel Masih Bisa Bikin Film Bagus

4 Mei 2023
Drama Ratu Drama dan 5 Fakta Menarik di Baliknya

5 Fakta Menarik di Balik Drama Ratu Drama, Series Terbaru Vidio yang Sayang Dilewatkan

29 September 2022
Belajar Tasawuf dari Film Superhero Dr. Strange

Belajar Tasawuf dari Film Superhero Doctor Strange

21 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.