Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

One Night Stand: Ngobrol Deep Talk sama Stranger Semudah Itu?

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
3 Desember 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang pernah nonton film Before Sunrise? Sebuah film romantis yang sangat unik nan indah, menciptakan banyak hal yang begitu khas, mulai dari struktur cerita minimalis dengan latar waktu kejadian hanya satu hari, hingga menjadi rujukan populer banyak orang dalam membicarakan film yang banyak cocot, maksudnya banyak dialo. Soalnya, isinya ngobrol doang. Hal ini lah yang coba dilakukan oleh film original terbaru Bioskop Online, One Night Stand.

One Night Stand, sama seperti Before Sunrise adalah film yang mengambil pendekatan sebagai film dialogue-driven. Bercerita mengenai Baskara yang berkunjung ke Yogyakarta untuk menghadiri dua acara dalam satu hari, pemakaman dan pernikahan. Selama satu hari tersebut, dia akan ditemani Lea, kenalan keluarga yang diutus untuk menjemput Baskara.

Secara konsep, jelas film ini sangat menarik perhatian. Tidak cuma menjual kesan sederhana berupa pemaparan cerita dalam satu hari yang dikemas dengan obrolan, ide soal menghadiri pemakaman dan pernikahan juga menjadi suatu kontras yang menarik.

Dan benar saja, sebagai film dialogue-driven, film ini memiliki dialog-dialog yang menarik membahas berbagai topik, mulai dari eksistensi diri, jati diri, dan tentunya cinta. Sayangnya, sebagai film yang memiliki banyak dialog (yang memang menarik), saya justru merasa dialog yang ada hanya menarik pada batas topiknya, bukan dengan cara mereka membicarakannya.

Pada saat menonton film ini, tiba-tiba saya teringat salah satu teori dalam Ilmu Komunikasi. Yaitu teori penetrasi sosial, atau dikenal juga dengan sebutan teori kulit bawang, yang membahas mengenai proses komunikasi interpersonal.

Teori yang dipopulerkan Irwin Altman dan Dalmas Taylor ini menjabarkan soal proses komunikasi antar pribadi dengan menganalogikannya seperti lapisan kulit bawang merah. Bahwa manusia memiliki lapisan kepribadian, di mana dengan interaksi, lapisan itu bisa dikuliti jadi semakin dalam.

Dalam konteks komunikasi atau obrolan, saat kita bertemu dengan orang baru, pilihan topik akan terbatas. Kita akan menerka-nerka lawan bicara sehingga pilihan paling aman adalah membicarakan hal-hal umum.

Dalam kondisi itu, kita hanya bisa melihat kepribadian lapisan luarnya saja. Apabila cocok, obrolan bisa menjadi semakin intim, semakin personal, semakin mengupas lapisan kulit lain. Sehingga, akan ditemui kepribadian-kepribadian lain yang tentunya bisa saja cocok, dan bisa juga tidak yang dapat  membuatmu menjauh. Proses ini yang saya rasa kurang maksimal dalam One Night Stand.

Baca Juga:

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Keluarga Itu Memang Harus Saling Merepotkan

Layangan Putus Hidup karena Akting Putri Marino

Saya paham bahwa film berusaha meyakinkan penonton bahwa Baskara dan Lea secara magic nan kebetulan ditakdirkan bertemu, satu frekuensi, dan cocok ngobrol. Sayangnya, buat saya, nikmatnya menonton film dialogue-driven seperti ini, bukan cuma soal dialog-dialog yang quotable, tapi juga melihat proses perkembangan komunikasi antar manusia.

Sejak adegan-adegan awal, suspension of disbelief saya sudah goyah ketika Lea, di perjumpaan pertama, bisa langsung menyuarakan opininya soal bandara secara filosofis. Ya kira-kira, pernah nggak menjumpai orang yang pada perjumpaan pertama ngomong betapa puitisnya langit atau hujan dan segala pemaknaannya. Kira-kira kesan pertamanya bagaimana? Yah, mungkin Lea orangnya melankolis begitu, masih termaafkan sih, meskipun tetep aneh.

Sayangnya, tidak berselang lama, saat pemakaman, ada adegan di mana seseorang ikut bergabung ke mobil bersama Lea dan Baskara. Tiba-tiba dia ngomongin aib ibunya yang baru wafat dengan sangat enteng. Woy!

Saya semakin terganggu dengan bagaimana orang-orang di dalam dunia film ini begitu agresif dalam membagikan informasi yang sangat personal. Bukannya tidak boleh, tapi mbok ya di bridging dulu gitu loh. Nunggu dipicu oleh peristiwa kek atau nunggu ditanya. Seenggaknya kasih kode obrolan biar ngarahin biar ditanya. Ini sih obrolannya bukan ngalir lagi, tapi jebol. Kalau konsepnya surealis sih ok, lha ini kan konsepnya realis.

Sebenarnya, masalah yang dialami film ini hanya secara naskah yang terkesan buru-buru menampilkan obrolan meaningful nan quotable. Tapi, ia begitu abai pada small talk dan perhatian pada kecanggungan.

Padahal di sisi lain, secara akting dan directing, film ini cukup memperhatikannya. Hal ini terlihat dari bagaimana Lea dan Baskara begitu menjaga jarak tubuh ketika berbicara. Semakin lama, jarak itu semakin terkikis. Sayangnya, “manajemen jarak” yang dirancang tidak selaras dengan dialog-dialog yang dipakai.

Selain film ini, ada banyak film Indonesia yang terinspirasi Before Sunrise yang cukup sukses. Ada 3 Hari Untuk Selamanya, Hari Untuk Amanda, bahkan AADC 2. Namun, film-film itu tidak memiliki background dua orang asing yang bertemu, selalu dua orang yang sudah punya ikatan. Jadi, saya merasa One Night Stand cukup berbeda dan menyegarkan secara konsep. Entah bisa dibilang berani atau tidak dalam mengambil risiko, tapi jelas terlihat tak memperhitungkan konsekuensi.

Membuat film dialogue-drive dengan premis dua orang asing atau stranger memang tak bisa sembarangan, tak semudah itu. Pasalnya, dua orang ini tak saling kenal, butuh pengenalan lebih dulu, butuh pengulikan yang akan membuat penonton jadi merasa lebih kenal pada karakter.

Akan semakin realistis dan manis dengan bumbu kecanggungan dalam mengobrol. Sayangnya, One Night Stand buat saya gagal dalam hal ini. Padahal bisa loh bikin adegan saling mengulik latar belakang yang menarik memanfaatkan latar Lea sebagai orang Yogyakarta dan Baskara sebagai orang Jakarta. Lah, kok kesannya kaya dua orang Jaksel ngobrol.

Sumber Gambar: Akun Instagram Bioskop Online

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2021 oleh

Tags: Before SunriseOne Night Standputri marino
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Rajin Mengkritik Tapi Malas Mengapresiasi Itu Budaya Kita, ya?

Rajin Mengkritik Tapi Malas Mengapresiasi Itu Budaya Kita, Ya?

5 Januari 2020
Tak Suka dengan Puisi Putri Marino? Ya Jangan Baca!

Tak Suka dengan Puisi Putri Marino? Ya, Jangan Baca!

4 Januari 2020
Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga terminal mojok.

Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga

22 November 2021

Layangan Putus Hidup karena Akting Putri Marino

8 Januari 2022
Putri Marino dan Buku PoemPM Adalah Wujud Menulis dengan Privilese

Putri Marino dan Buku PoemPM Adalah Wujud Menulis dengan Privilese

5 Januari 2020
Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Keluarga Itu Memang Harus Saling Merepotkan terminal mojok.co

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Keluarga Itu Memang Harus Saling Merepotkan

13 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.