Rekomendasi Mi Instan yang Sensasi Pedasnya Kebangetan – Terminal Mojok

Rekomendasi Mi Instan yang Sensasi Pedasnya Kebangetan

Artikel

Gara-gara istri saya, saya yang nggak suka pedas sama sekali, jadi ikut-ikutan makan-makanan yang pedasnya setengah mampus. Salah satu makanan pedas favoritnya adalah mi instan ala-ala Korea atau Jepang gitu. Sampai dengan saat ini, entah ada berapa merek mi instan pedas yang sudah ia jajal. Sering kali, ia mengajak saya untuk mencicipi mi-nya. Kalau satu suap, sih, nggak apa-apa. Lha ini satu bungkus.

Demi membahagiakan istri, meski sungkan. Akhirnya saya dibelikan dan mau tidak mau harus memakan mi tersebut satu bungkus sampai habis. Dan karena hal ini juga, berbagai merek mi pedas sudah saya cicipi karena ajakan istri.

Setelah saya mencicipi beberapa mi instan pedas, ternyata antara satu dengan merek yang lain punya cita rasa dan level pedas yang berbeda-beda. Ada yang pedasnya pol-polan, ada yang masih bisa ditoleransi, dan ada yang biasa saja. Tepatnya, tidak pedas sama sekali meski dari kemasannya sudah diberi keterangan extra hot.

Saya akan coba berikan gambaran dan peringkat kepedasan dari mi yang pernah saya cicipi. Barangkali, bisa dijadikan referensi bagi para penyuka pedas. Untuk yang sudah mencobanya, barangkali bisa sepakat dan satu barisan dengan saya.

#1 Mi Instan Boncabe

Rasa dari mi Boncabe beda-beda tipis dengan serbuk cabe dengan merek yang sama. Soal rasa, menurut saya biasa saja. Tidak ada yang spesial. Tapi, soal pedas, jelas boleh diadu. Betul-betul mempertahankan cita rasa pedas dari serbuk Boncabe itu sendiri. Yang paling saya suka dari mi Boncabe adalah tekstur mi-nya yang agak kenyal-kenyal gimana gitu.

Kendati demikian, mi Boncabe bukanlah mi terpedas yang pernah saya cicipi. Sebab, tingkat kepedasannya masih bisa toleransi. Meski tetap membuat sedikit keringat saya menetes.

Mi Boncabe bisa kalian tebus dengan kisaran harga Rp3.900-Rp4.500.

#2 Pop Mie Pedas Dower

Baca Juga:  Redmi 9C, Ponsel Murah Baru Saingan Realme C Series

Akhirnya, ada mi instan buatan lokal yang rasanya pedas betul. Sensasi pedas dari Pop Mie dower ini dibarengi dengan rasa serbuk merica/pedas yang kuat. Jadi, saat kalian makan Pop Mie pedas dower, baiknya menyiapkan air minum juga untuk mengantisipasi ketika tersedak.

Pemberian nama “dower” di sini bukan main-main. Asli. Pedasnya betul-betul membekas di bibir juga area sekitarnya. Saran saya, kalau kalian nggak kuat dengan sensasi pedasnya, basuh bibir kalian dengan air setelah menghabiskan mi pedas dower ini. Biar bibirnya adem sedikit.

Harga Pop Mie Pedas Dower sekitar Rp4.900-Rp5.500.

#3 Segye Spicy Chicken

Dari tampilan mi pada bungkusnya, Segye seakan menawarkan rasa mi yang menjanjikan dan bisa memanjakan lidah. Nyatanya, tidak demikian. Bukan rasa ayam penuh bumbu dan cita rasa yang saya rasakan, melainkan rasa pedas yang sangat mendominasi. Lumayan membuat keringat saya mengucur deras.

Rasa ayam sangat minim. Bahkan, kalau boleh jujur, yang saya rasakan hanya pedas aja gitu. Mi ini betul-betul cocok bagi kalian yang doyan banget rasa pedas tanpa ada rasa lain.

Harga mi Segye masih terjangkau. Ada di kisaran Rp9.500-10.500.

#4 Samyang Hot Chicken Ramen Buldak

Samyang adalah mi pedas ala Korea yang pertama kali saya coba. Awal mula kemunculannya di Indonesia, harga Samyang terbilang mahal. Rata-rata para reseller menjual antara Rp20.000-Rp25.000. Saat ini, harganya sekitar Rp15.000-Rp18.000.

Dari segi rasa dan sensasi pedas, Samyang punya perpaduan yang seimbang. Rasanya terbilang enak dengan tekstur mi yang kenyal. Soal pedas, sejak awal Samyang ini memang sudah dikenal sebagai pelopor mi pabrikan yang menawarkan sensasi pedas tiada tara. Tapi, mohon maaf, di atas langit masih ada langit. Dan Samyang, bukan menjadi mi instan terpedas yang pernah saya coba.

#5 Paldo Volcano Chicken Noodle

Baca Juga:  Andai Sekolah di Indonesia seperti “Tomoe Gakuen-nya" Totto-Chan

Sorry to say, nih, mi instan terpedas bukan Samyang, tapi Paldo Volcano Chicken Noodle. Pedasnya parah banget, sih. Dari mi instan pedas yang pernah saya coba, Paldo yang bikin saya sampai garuk-garuk kepala, harus jalan mondar-mandir karena nggak kuat sama sensasi pedasnya. Bahkan, sesekali saya misuh saking nggak kuat dan nggak tahu lagi harus gimana. Pasalnya, minum pun nggak serta merta mengurangi sensasi pedasnya, Bos.

Parahnya lagi, Paldo punya cita rasa yang lebih enak dibanding Samyang. Kebayang nggak, sih. Kalian kepedesan dan nggak kuat lagi, tapi karena rasanya enak, ya lanjut makan aja terus. Harganya sedikit murah dari Samyang berkisar Rp14.000-Rp17.000, tergantung penjual.

Barangkali kalian punya versi lain, tentu saja boleh diceritakan juga. Kasta mi instan ini sangat boleh didebat. Atau kalau mau menyisipkan merek lain pun sangat dipersilakan. Biar sama-sama bisa gibah tentang perpedasan duniawi.

BACA JUGA Pizza Hut dan Domino’s Pizza: Mana yang Memiliki Rasa Piza Lebih Unggul? dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.