Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mie Gaga 100: Samyang Versi Indonesia yang Sayang untuk Dilewatkan

Siti Muslihah oleh Siti Muslihah
29 Mei 2021
A A
Mie Gaga 100: Samyang Versi Indonesia yang Sayang untuk Dilewatkan terminal mojok.co

Mie Gaga 100: Samyang Versi Indonesia yang Sayang untuk Dilewatkan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Melihat artikel Terminal yang mengangkat kisah mi instan mengingatkan saya akan satu mi instan andalan saya. Bukan Indomie, bukan mi Sedaap, apalagi Lemonilo. Mi instan tersebut adalah Mie Gaga atau dikenal sebagai Mie 100. Mi instan ini merupakan mi lokal yang sebenarnya telah beredar di pasaran sejak lama. Bahkan, sebelum saya mengenal mukbang Samyang challenge. Ia di Indonesia sudah dikenal dengan mi yang punya kepedasan tiada tara.

Namun, entah mengapa seiring zaman, saya lebih sering mendapati mi ini jarang terekspos. Entah terkalahkan oleh produk luaran, atau produk lokal sendiri yang memiliki iklan secara gempar-gemparan.

ADVERTISEMENT

Mie Gaga 100 ini umumnya sama dengan produk mi instan lainnya, sama-sama menawarkan dua jenis mi dengan berbagai varian. Ada Mie Goreng Extra Pedas, Mie Goreng Extra Pedas Jalapeno, Mie Extra Pedas Kuah Jalapeno, Mie Goreng Chipotle, Mie Extra Pedas Kuah Soto, Mie Goreng Extra Pedas Lada Hitam, dan lain-lain.

Mie Gaga 100 ini cukup membagongkan di mana produk ini cenderung menawarkan banyak varian dari jenis mie goreng daripada mie kuah. Untuk alasannya, saya tidak tahu mengapa. Akan tetapi, setelah saya telaah bahwa Mie Gaga 100 ini memang dulu dikenal oleh kenikmatan Mie Goreng Extra Pedas yang original. Ia lebih dulu tercipta dibandingkan varian mi kuahnya. Pada zaman itu pula, mi ini kerap dijadikan sebagai andalan emak-bapak waktu masih muda untuk mengikuti tren mukbang challenge yang kalau sekarang pasti menggunakan Samyang.

Saya nggak heran karena Mie Gaga 100 ini benar-benar juara banget dalam menyajikan rasa Mie Goreng Extra Pedas. Bahkan, jika saya boleh memilih untuk menyetok mi goreng untuk mukbang setahun, saya pasti memilih Mie Gaga 100 daripada Samyang.

Ternyata, bukan saya saja yang setuju mengenai rasa mi ini. Banyak food vlogger yang juga telah mereview mi instan satu ini. Beberapa mengakui bahwa mi instan ini rasanya memang sangat pantas disandingkan dengan Samyang. Oleh karena itu, semakin jelas bahwa Mie Gaga 100 adalah Samyang versi Indonesia yang sangat sayang dilewatkan.

Adapun alasan spesifik yang membuat Mie Gaga 100 ini sangat Samyang eh sayang dilewatkan adalah sebagai berikut.

#1 Rasa

Rasa menjadi patokan utama keberhasilan dari suatu hubungan eh salah suatu produk kuliner. Oleh karena itu, tidak jarang makanan dengan rasa unik menegangkan cenderung lebih populer dibandingkan rasa yang biasa-biasa saja.

Baca Juga:

Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Mi yang dikenal memiliki bungkus warna orange untuk varian mi goreng originalnya tersebut memiliki rasa khas yang jarang didapat pada mi instan extra pedas lainnya. Mi ini menawarkan rasa pedas, gurih, dan nikmat hanya dalam satu bumbu dan satu sambal.

Saya sangat menyukai rasa pedasnya. Rasa pedasnya ini apa adanya tidak melebih-lebihkan. Ditambah bumbu yang digunakan sebagai teman dari si rasa pedasnya benar-benar memberikan pencitraan kompleks. Maka, kita tidak hanya menikmati si pedasnya mi tersebut tetapi juga rasa dari bumbu yang ada.

Mi ini juga tidak perlu menambahkan embel-embel Korean spicy, chicken spicy, dan lain-lain untuk membuktikan memiliki rasa yang unik. Cukup memberikan satu nama unik saja, mi ini benar-benar bisa membuktikan bahwa rasa pedas dan bumbunya tersebut bisa menyaingi berbagai produk spicy lainnya.

#2 Tekstur

“Makan satu nggak cukup, eh makan dua kebanyakan.” Kalimat tersebut cukup populer bagi penggemar mi instan. Namun, berbeda untuk penggemar Mie Gaga 100 ini.

Tekstur yang dimiliki oleh mi ini cukup kenyal, sedikit lemak, tetapi tidak enek. Berbeda dengan mi instan lainnya, kepadatan yang diberikan oleh Mie Gaga 100 tersebut sangat pas. Hal ini membuatnya memberikan porsi yang kenyang cukup dengan satu bungkus. Sangat cocok terutama untuk akhir bulan.

Namun, untuk aktivitas mukbang challenge yang mengharuskan kita mengonsumsi mi ini lebih dari satu bungkus, tentu tidak mustahil dilakukan. Pasalnya, rasanya yang kompleks, gurih, dan lezat tersebut membuat kita tetap ketagihan.

#3 Pewarna

Sambal dari mi instan biasanya cenderung memiliki pewarnaan yang cukup mencolok bahkan membuat kita ngeri sendiri untuk mengonsumsinya. Berbeda dengan pewarnaan dari Mie Gaga 100 ini.

Pewarna sambalnya tidak lengket dan saya yakin memiliki kadar minyak lebih tinggi dibandingkan dengan mi Samyang atau berbagai mi extra pedas yang beredar di pasaran. Hal tersebut membuat noda yang tak sengaja berlepotan di area wajah atau tangan dapat dibersihkan dengan mudah.

#4 Harga

Dari segi harga, mi instan ini merupakan mi lokal yang harganya juga ramah di kantong, yaitu cukup Rp3 ribu. Oleh karena itu, mau di-stock di rumah berkardus-kardus untuk mukbang challenge pun tidak terasa terlalu mahal. Berbeda dengan Samyang, kalau mau beli satu bungkus aja harus mikir 1000 kali.

Keempat hal di atas adalah alasan mengapa Mie Gaga 100 ini benar-benar sangat sayang dilewatkan untuk dicoba apalagi diviralkan di TikTok. Pasalnya, rasanya yang ajib dan tidak kalah dengan mi internasional tersebut membuat mi ini sangat pantas untuk diekspos kembali. Apalagi, mengingat iklannya yang saya perhatikan cukup jarang muncul di media, apalagi menjadi iklan di dalam sinetron.

Jadi, kamu tertarik buat bikin konten mukbang Mie Gaga 100 challenge, nggak?

Sumber Gambar: YouTube Ellen Santoso

BACA JUGA Indomie Soto Banjar Limau Kuit, Juara Umumnya Mi Instan atau tulisan Siti Muslihah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: Kuliner TerminalMi InstanMie Gaga 100samyang
Siti Muslihah

Siti Muslihah

ArtikelTerkait

Kobe Jiwa Pagi, Mi Instan Nanggung yang Asal Ikutan Tren Mengandung Sayur Terminal Mojok

Kobe Jiwa Pagi, Mi Instan Nanggung yang Asal Ikutan Tren Mengandung Sayur

13 September 2022

Lemonilo Pedas Korea Jadi Semacam Penebusan Dosa Varian Rasa Sebelumnya

23 Mei 2021

Bagi Saya, Rasa Mi Lemonilo Tidak Mengecewakan dan Iklannya Tidak Berdusta

3 Mei 2021
Soto Mie Bogor dan Betawi_ Serupa tapi Tak Sama terminal mojok

Membedah Perbedaan Soto Mie Bogor dan Betawi

5 Agustus 2021
Saya Adalah Salah Satu Korban Iklan Mi Instan Lemonilo yang Ternyata Rasanya Bikin Kecewa terminal mojok

Saya Adalah Salah Satu Korban Iklan Mi Instan Lemonilo yang Ternyata Rasanya Bikin Kecewa

28 April 2021
rekomendasi saus cabai mojok

5 Rekomendasi Saus Sesuai Selera dengan Variasi Rasa yang Bikin Ketagihan

15 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.