Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Nabati

Rekomendasi Jenis Sayuran yang Bisa Ditanam Pemula

Ervinna Indah Cahyani oleh Ervinna Indah Cahyani
22 April 2020
A A
urban farming, Memang Betul, Berkebun di Masa Pandemi Itu Ternyata Mengasyikkan sayuran

Memang Betul, Berkebun di Masa Pandemi Itu Ternyata Mengasyikkan Rekomendasi Jenis Sayuran yang Bisa Ditanam Pemula

Share on FacebookShare on Twitter

Bila mas Rofif Zaenal Abidin dalam tulisan “Menciptakan Ketahanan Pangan dari Rumah ke Rumah” menganggap bahwa menanam cabai itu mudah, tetapi bagi saya yang baru pertama kali menanam cabai itu susah. Ketika daun cabai tiba-tiba keriting jadi kelihatan nggak sehat. Memang masih bisa tumbuh bahkan sampai berbuah. Eh, kok pas berbuah, cabainya dipakai lalat buah untuk berkembang biak. Cabai busuk sebelum matang. Angan-angan saya akan memanen cabai seketika gugur.

Mulai bulan Januari kemarin, saya memutuskan untuk membuat pekarangan depan rumah untuk ditanami sayur-sayuran. Saya ingin menanam cabai, terong, tomat, daun bawang, dan kembang kol. Berangkatlah saya ke pembibitan dan membeli bibit-bibit tersebut. Pikir saya, nanti enak kalau panen. Kalau kepengin sambel, tinggal petik aja. Swadaya kebutuhan dapur dong. Selain itu, saya membeli benih kangkung dan sawi yang masih berupa biji.

Eladalah, kata teman saya yang petani, cabai dan terong itu banyak perawatan. Tidak disarankan untuk pemula seperti saya menanam dua tanaman itu, katanya. Karena obat-obat seperti pestisida, insektisida, dan fungisidanya lebih banyak daripada tanaman lainnya. Saya belum percaya kalau belum mengalami sendiri. Ndilalahnya, saya pun menemui paling banyak masalah pada tanaman cabai, terong, dan tomat. Bahkan kembang kol saya gagal panen. Hiks.

Tiwas ngenteni suwe jebul gagal panen. (Terlanjur menanti lama ternyata gagal panen)

Sebenarnya, semua masalah hama itu sudah bisa diatasi dengan obat-obat yang dijual di toko pertanian. Hanya saja, harga-harganya itu lo yang bisa menguras isi dompet. Terutama cabai. Atau pake yang organik bisa, missal dengan air rendaman tembakau. Tapi ya kuncinya harus tlaten dan tidak langsung hilang. Harus sabar.

Kalau cabai, terong, dan tomat tidak direkomendasikan untuk pemula, lalu tanaman sayur apa saja yang bisa direkomendasikan kepada pemula? Saya pun bertemu dengan channel youtube kebun organik yang membahas tentang ini. Saran beliau, untuk pemula adalah menanam sayur yang daunnya dipanen. Karena sayur jenis ini adalah yang paling mudah perawatan dan paling cepat panen. Di sini akan saya tuliskan tanaman-tanaman tersebut. Ya bagi yang ingin menciptakan ketahanan pangan berbasis rumahan pemula, saran ini bisa dipakai.

Kangkung

Salah satu sayuran favorit saya. Sayuran ini sangat mudah tumbuh dan minim hama. Bahkan masa panennya pendek. Pada umur 25 hari bisa dipanen. Tapi kalau saya sih, sebulan lebih biasanya saya panen. Bahkan saya pernah lihat ada channel Youtube yang memanen kangkung hanya dalam waktu 17 hari.

Kangkung juga minim hama. Pernah juga tanaman kangkung saya dimakan hama ulat kecil-kecil yang jumlahnya banyak. Hanya satu tanaman yang terkena saat itu. Akhirnya saya mencabut tanaman tersebut dan lenyap sudah gangguan ulat. Tidak kembali.

Baca Juga:

Derita Punya Tetangga yang Pelihara Ayam: Bau Tidak Sedap Jadi Musuh Sehari-hari, Sudah Diingatkan Malah Ngeyel

Urban Farming: Budaya Kuno yang Kini Dibutuhkan Masyarakat Pedesaan

Sawi

Sawi juga termasuk tanaman yang mudah ditanam dan cepat panen seperti kangkung. Baik itu sawi pahit, sawi hijau hingga sawi daging (pakcoy). Sebenarnya saya tidak senang dengan sawi. Saya menanam karena ayah saya senang dengan sawi. Hitung-hitung menyenangkan ayah. Sawi yang saya tanam adalah sawi hijau.

Ndilalah, pertama menanam kok gagal. Karena sawi-sawi saya yang di pekarangan diserang ulat. Salah saya juga sih, tidak rajin-rajin melihat sawi. Sehingga ulat-ulat dengan lahap menghabisi mereka. Dan saya terlambat mengetahuinya ketika sawi sudah gugur semua. Kegagalan itu tak menyurutkan niat saya untuk menanam sawi kembali. Saya pun menanam sawi lagi, tetapi kini di pot. Tidak di pekarangan, karena trauma.  Pikir saya di pot lebih enak memantaunya. Haha.

Daun bawang/ bawang pre

Daun bawang itu adalah tanaman yang bisa reinkarnasi dan mudah beranak pinak karena nggak pakai KB, eh. Kalau malas membeli bibitnya, kalian bisa mendaur ulang daun bawang dari dapur. Sisa dari batang daun bawang bisa ditanam, daripada dibuang. Kan lebih enak punya tanaman sendiri. Apalagi daun bawang ini rajin membelah diri untuk memperbanyak keturunan.

Hanya saja masa panen daun bawang ini lebih lama daripada kangkung, sawi, dan bayam, 2,5 bulan dari bibit. Kalau dari penyemaian bisa sampai 5 bulan. Meski begitu, daun bawang ini termasuk tanaman yang mudah ditanam dan minim hama. Tapi pernah saya memergoki ulat bulu  besar menggerogoti daun bawang saja. Meski begitu, masih bisa diatasi. Karena ulatnya hanya satu, nggak datang bergerombol seperti ulat grayak atau ulat tentara.

Bayam

Baik bayam cabut maupun tidak dicabut, keduanya sama-sama mudah ditanam. Masa panen bayam hampir sama dengan kangkung dan sawi, tapi lebih cepat bayam, 21 hari sudah bisa dipanen. Bahkan di rumah saya, tanpa saya menanam, bayam sudah tumbuh sendiri seperti tanaman liar. Tapi bukan yang bayam cabut lo ya.

Jadi, sudahkah menentukankah mau menanam sayuran apa untuk swadayswa ketahanan pangan?

BACA JUGA Menciptakan Ketahanan Pangan dari Rumah Ke Rumah dan tulisan Ervinna Indah Cahyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: ketahanan panganmenanam sayuranurban farming
Ervinna Indah Cahyani

Ervinna Indah Cahyani

Guru Bahasa Jawa dan pecinta kucing.

ArtikelTerkait

urban farming bercocok tanam kota rumah kaca mojok (1)

Urban Farming untuk Mengatasi Masalah Ketahanan Pangan, Realitas atau Ilusi?

27 November 2020
Urban Farming Budaya Kuno yang Kini Dibutuhkan Masyarakat Pedesaan Terminal mojok

Urban Farming: Budaya Kuno yang Kini Dibutuhkan Masyarakat Pedesaan

1 Februari 2021
Derita Punya Tetangga yang Pelihara Ayam: Bau Tidak Sedap Jadi Musuh Sehari-hari, Sudah Diingatkan Malah Ngeyel Mojok.co

Derita Punya Tetangga yang Pelihara Ayam: Bau Tidak Sedap Jadi Musuh Sehari-hari, Sudah Diingatkan Malah Ngeyel

7 September 2025
ketahanan pangan

Menciptakan Ketahanan Pangan dari Rumah Ke Rumah

20 April 2020
Tips Jadi Petani Pemula bagi Sarjana Pengangguran yang Peduli Agraria terminal mojok.co

Tips Jadi Petani Pemula bagi Sarjana Pengangguran yang Peduli Agraria

16 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.