Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Realistislah, Wahai Fans Timnas Indonesia

Nurul Arrijal Fahmi oleh Nurul Arrijal Fahmi
12 September 2019
A A
timnas

timnas

Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini saya buat sesaat setelah wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan Indonesia melawan Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Di mana Indonesia harus menelan pil pahit setelah kalah 2-3 dari tetangga sebelah sekaligus rival terbesar Indonesia.

Permainan timnas sejatinya tidak buruk, mereka mampu menguasai pertandingan setidaknya sampai menit 60. Sempat unggul 2x melalui brace dari Beto Goncalves. Namun sayang, 30 menit sisanya sangat kacau. Mungkin momen itu akan diingat sebagai 30 menit paling memalukan dalam sepak bola Indonesia.

Dalam 30 menit tersebut timnas harus kebobolan 2 gol dari pemain Malaysia, padahal saat itu timnas sudah unggul 2-1. Bukan hanya itu, hal memalukan tersebut ditambah dengan ulah bodoh, barbar, nggak jelas, dan entahlah kata-kata kotor apalagi yang patut diberikan untuk suporter timnas yang membuat rusuh di stadion. Saya pikir, ketika harga tiket dibuat mahal, akan mampu menyortir fans Indonesia yang datang ke stadion menjadi lebih dewasa, namun kenyataannya tidak.

Saya tidak mau membahas soal permainan, itu bukan kapasitas saya, saya bukan pundit ataupun pelatih. Dan saya juga percaya kalau tim pelatih lebih tahu dan harus tahu tentunya soal apa yang perlu dievaluasi dari permainan timnas hari ini.

Saya sebagai sesama suporter timnas ingin sekadar mengingatkan ke kalian semua suporter timnas yang lain, bukan meremehkan atau tidak nasionalis. Tapi rasanya berharap tidak jadi juru kunci grup akan sangat realistis saat ini. Pada saat pengundian grup, Indonesia berada di pot 5 yang berarti diatas kertas, kita berpotensi besar menjadi juru kunci di fase putaran grup. Kita sempat diberikan harapan tinggi karena satu grup dengan 3 negara ASEAN yang lain, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Namun kita lupa, di ajang AFF pun kita tidak pernah juara, kok sekarang berharap finis diatas Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang sudah pernah menjuarai kompetisi tertinggi se ASEAN tersebut. Satu-satu nya tempat kita bisa mengalahkan mereka hanyalah di kompetisi Dangdut Academy bukan sepak bola.

Berhenti memikirkan Piala Dunia 2022 di Qatar, Piala dunia mungkin hanya sebatas untuk kita lihat dan nikmati lewat layar televisi saja, bukan untuk diikuti kompetisinya. Level kita bukan disana, bahkan level asia pun menurut saya masih terlalu tinggi untuk timnas, lha wong level ASEAN saja kita tidak pernah juara apalagi berharap ke piala dunia. Sudahlah, mungkin hanya Badminton saja satu-satunya cabor yang bisa kita harapkan untuk konsisten memberikan prestasi.

Permainan timnas bagi beberapa orang mungkin buruk, tapi tidak ada yang jauh lebih buruk daripada kelakuan suporter timnas di stadion. Untuk kalian semua yang berbuat bodoh di stadion, kalau saya jadi anda, saya mungkin akan sangat malu dan menyesali perbuatan saya, tapi ya gitu, penyesalan selalu tiba di akhir, kalau di awal namanya pendaftaran. Mungkin sudah saatnya juga kita lupakan soal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, pertandingan tadi menjadi bukti bahwa kita bukan tuan rumah yang baik. Jadi daripada membuat malu, lebih baik lupakan saja.

“Itu kan kelakuan suporter, nggak ada hubungannya sama permainan?”, Komen salah satu akun di media sosial. Memang, mereka tidak membuat onar dengan mencederai pemain kita atau mencetak gol bunuh diri ke gawang sendiri. Tapi ulah mereka membuat pertandingan berhenti hampir 10 menit. Sebentar? Memang, tapi 10 menit itu lah yang meruntuhkan semuanya. 10 menit tersebut dimanfaatkan oleh pemain Malaysia untuk istirahat sekaligus memberikan waktu untuk mengatur taktik yang lebih baik. Sedangkan tim kita? Jangankan bicara taktik. Mereka justru sibuk membantu meredam hal konyol yang dilakukan oknum suporter tadi.

Baca Juga:

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

Memang, harapan itu perlu. Silahkan berharap setinggi-tinggi nya, tapi bersiaplah lebih sakit saat jatuh karena  apa yang diharapkan tidak sesuai dengan realita. Harapan tinggi, target yang diusung juga tinggi, tapi kita terlalu melihat ke atas tanpa melihat apa yang kita punya. Lihat kualitas pemain kita, lihat kualitas suporter kita, lihat kualitas liga kita, dan lihat juga kualitas federasi kita. Dengan semua yang kita punya, pantas kah kita memberikan harapan dan target tinggi??

Berhenti mengambing hitamkan salah satu pihak, entah itu federasi, pelatih, maupun pemain. Semua pihak salah, tapi tanpa kita sadari, kita sendiri juga salah karena terlalu tinggi menaruh harapan tanpa melihat apa yang kita punya. Jangan teriak Revolusi PSSI atau Revolusi taktik pelatih jika Revolusi perilaku dan mental suporter saja kita nggak bisa.

Saya juga kecewa, tapi saya masih akan terus mendukung timnas, mau seburuk apapun itu. Saya juga masih punya harapan untuk timnas berprestasi. Namun untuk saat ini, saya akan jauh lebih realistis lagi, bahwa level kita saat ini belum ada di level dunia bahkan asia. Mungkin suatu saat nanti, semoga saja.

Berbenahlah suporter, pelatih, federasi, dan semua pihak yang terlibat tanpa terkecuali. Apapun yang terjadi, garuda akan tetap di dada. (*)

BACA JUGA In Klopp We Trust: Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan Dari Kekesalan Sadio Mane Kepada Mo Salah atau tulisan Nurul Arrijal Fahmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2019 oleh

Tags: indonesia malaysiapiala affPiala DuniaTimnas Indonesia
Nurul Arrijal Fahmi

Nurul Arrijal Fahmi

ArtikelTerkait

Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Jangan Salahkan Pak Prabowo Nonton Laga Timnas Pakai Link Bajakan, Salahkan Orang-orang Terdekatnya yang Nggak Sayang sama Beliau!

24 November 2024
Juara Piala Dunia dan Inflasi: Sepotong Kebahagiaan dari Lionel Messi untuk Rakyat Argentina

Juara Piala Dunia dan Inflasi: Sepotong Kebahagiaan dari Lionel Messi untuk Rakyat Argentina

20 Desember 2022
Erspo Harus Belajar dari Puma yang Pernah Dibilang Tak Layak untuk Sekadar Produksi Kondom (Unsplash)

Erspo Harus Belajar dari Puma yang Pernah Dibilang Tak Layak untuk Sekadar Produksi Kondom

2 April 2024
Iwan Bule dan Jasanya yang Kelewat Besar untuk Timnas

Iwan Bule dan Jasanya yang Kelewat Besar untuk Timnas

10 Juni 2022
Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

6 Januari 2025
Dear Gakpo, Plis Tidak Usah Ikut-ikutan Nunez

Dear Gakpo, Plis Tidak Usah Ikut-ikutan Nunez

28 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.