Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Rakit PC is So Overrated, Mending Beli PS5!

Nurfathi Robi oleh Nurfathi Robi
21 Juni 2022
A A
Rakit PC is So Overrated, Mending Beli PS5!

Rakit PC is So Overrated, Mending Beli PS5! (Kerde Severin via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

PS5, untuk sekarang, lebih unggul ketimbang rakit PC, dan saya serius

Dengan ambruknya pasar kripto, harga Virtual Graphics Adaptor—biasa disingkat VGA—disinyalir akan segera menukik. Apakah ini merupakan saatnya untuk rakit PC idaman masing-masing?

Memiliki PC rakitan memang menjadi goals banyak orang. Punya pekerjaan dan kehidupan layak rasanya kurang afdol jika belum ada lampu RGB berkedip-kedip di sudut ruangan. PC dianggap merupakan sarana paling optimal untuk menjawab berbagai kebutuhan multimedia kita. Mulai dari sekadar internetan, streaming, hingga yang paling utama, gaming.

Pandangan ini nggak sepenuhnya keliru. PC memang memiliki potensi tak terbatas untuk menjadi medium terkuat untuk bermain video game. Akan tetapi, dewasa ini, apalagi mengingat mengerikannya harga-harga komponen PC, tidak ada salahnya untuk melirik pilihan lain. Bagi saya, pilihan itu jatuh kepada konsol PS5.

Sebagai pengguna sementara PS5, saya cukup terkejut karena pengalaman bermain game di konsol ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang saya dapatkan dari PC rakitan. Bahkan di beberapa aspek, terasa lebih unggul. Hal itulah yang akan kita bahas lewat artikel ini.

Perlu diketahui, perspektif yang saya ambil adalah gaming. Jika keperluan kalian lebih dekat dengan desain grafis dan banyak berkutat dengan aktivitas rendering, tentu saja PC rakitan merupakan satu-satunya jawaban yang tidak bisa diganggu gugat.

Berikut alasan mengapa PS5 atau konsol secara umum merupakan pilihan yang lebih baik daripada rakit PC.

#1 Ada smartphone

Alasan pertama, mengapa konsol lebih baik daripada rakit PC, adalah keberadaan smartphone di genggaman kalian itu. Lha kok bisa? Begini, saya jelaskan.

Baca Juga:

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo Sebelum Mangkrak seperti Sekarang

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, alasan banyak orang bercita-cita merakit PC adalah karena PC dianggap lebih fleksibel karena bisa digunakan untuk bermacam-macam keperluan hiburan. Terdengar familiar? Yap, smartphone kalian bisa melakukan hal yang sama kok.

Mulai dari menonton YouTube, mendengarkan musik, menonton film, membaca komik, artikel, e-book, menulis, dan berbagai aktivitas lain kini bisa dilakukan lewat smartphone kalian. Bahkan beberapa aktivitas di atas lebih nyaman dilakukan lewat layar gawai ketimbang duduk di depan monitor PC.

Nah, dengan kebutuhan multimedia dan digital yang sudah terjawab dengan adanya smartphone, kekurangan konsol yang tidak fleksibel jadi tertutupi. Punya smartphone untuk multimedia dan konsol untuk gaming, dari segi kegunaannya, sudah terasa seperti punya PC rakitan kok.

#2 Lebih ringkas

Nilai plus lain adalah konsol lebih efisien daripada merakit PC. Tinggal colokkan kabel HDMI ke televisi dan voila! konsol siap digunakan. Bagi gamer yang ingin segalanya praktis, seperti saya, konsol memberi kemudahan yang tidak dapat saya temukan dari PC rakitan.

Dari segi kebutuhan ruang sendiri, konsol tidak menuntut banyak ruang di kamar atau ruang tamu kita. Selain itu, setidaknya di PS5 yang pernah saya bawa pulang, sistem pendingin yang mutakhir memungkinkannya tetap bekerja optimal tanpa ruangan ber-AC. Tapi tentu saja, bermain di tempat dengan suhu terjaga lebih disarankan.

Bagaimana untuk perawatannya, misalnya membersihkan debu? Jawabannya, sangat praktis. PS5 memiliki komponen yang disebut “dust catcher” yang sesuai namanya, menyaring debu yang lewat melakui kipas. Membongkar dan membersihkannya secara berkala sangat mudah. Dan memasangnya kembali juga bukan pekerjaan yang bikin pening. Pengalaman yang jauh berbeda dengan PC rakitan.

#3 Model subscription

Keberadaan fitur subscription selayaknya Netflix: Playstation Plus dan Xbox Game Pass merupakan salah satu inovasi yang cukup saya apresiasi karena membuat harga game-game bagus di konsol menjadi lebih terjangkau.

Dilansir dari Tokopedia, langganan Playstation Plus hanya 600 ribuan untuk setahun, seharga satu game AAA sekelas Red Ded Redemption 2, Elden Ring, atau Horizon Forbidden West. Selain itu, di beberapa momen seperti musim liburan, Sony dan Microsoft juga acap memberikan harga miring. Harga di situs resminya sih satu juta untuk setahun. Tapi, tetep terjangkau juga sih, setahun lho.

“Lha kalau di PC kan bisa gratis, Bang?”

Sekarang ada banyak kok game-game gratis bagus yang bisa dimainkan lewat konsol. Misalnya, Apex Legends, Rainbow Six: Siege, Genshin Impact, dan Call of Duty: Warzone, kini juga bisa dimainkan di konsol.

Nah kalau masalah bajak-membajak, saya tidak bisa banyak bicara. Menurut saya, “game gratis dari CODEX” merupakan hal yang relatif bagi masing-masing orang. Tapi bagi saya pribadi, kepraktisan: beli, unduh, main, merupakan nilai plus yang membuat saya jatuh hati dengan konsol.

#4 Pengalaman gaming yang tidak jauh beda dengan PC

Nah, kita masuk ke poin utama. Bagaimana pengalaman gaming yang didapat dari bermain di PS5?

Berbeda dengan generasi sebelumnya, baik PS5 maupun Xbox Series X, kini sudah mendukung refresh rate 120hz dengan input lag yang minimal. Video game terasa lebih smooth dan lancar jaya. Bermain game bertempo cepat seperti Devil May Cry V, maupun game yang membutuhkan refleks instan seperti Elden Ring, terasa sangat mantap. Pengalaman ini sudah setara dengan apa yang bisa ditawarkan oleh PC rakitan.

Untuk kalian yang tidak terbiasa bermain dengan kontroler, konsol dewasa ini juga sudah mendukung penggunaan mouse & keyboard. Bahkan sebenarnya, menggunakan kontroler terasa sangat intuitif loh. Adaptasinya nggak perlu makan waktu yang lama, khususnya jika sudah terbiasa bermain FIFA maupun PES. Sedikit cerita, saya sendiri cukup terkejut karena sanggup beradaptasi dengan cepat, dari yang sebelumnya bermain game FPS di PC lalu bermain Call of Duty: Modern Warfare di PS5.

Oleh karena itu, menurut saya, kontroler bukanlah tembok yang menghalangi pengalaman gaming di konsol. Memang ada sedikit penyesuaian di sana-sini, tapi setelah jam-jam awal bermain konsol, kontroler sudah terasa menyatu dengan tangan.

Akhir kata, konsol saat ini, khususnya generasi terbaru, PS5 dan Xbox Series X, merupakan pilihan pantas untuk dilirik selain PC rakitan. Teknologinya sudah mutakhir dan mampu bersaing sekaligus mengimbangi kemampuan PC saat ini. Selain itu, untuk saya pribadi, dengan kebutuhan multimedia yang sudah dipenuhi oleh keberadaan smartphone dan laptop. Merakit PC kalau cuma buat nge-game kok terasa overkill ya?

Penulis: Nurfathi Robi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Review Elden Ring, Gim Terbaik Sepanjang Masa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2022 oleh

Nurfathi Robi

Nurfathi Robi

Bergabung dengan DNA E-Sports sejak 2019. Berperan sebagai analis dan samsak tinju. Bergulat di lane atas Land of Dawn.

ArtikelTerkait

orang flores

Rasanya Jadi Orang Flores di Jakarta

29 Juni 2019
teknisi listrik mojok

Enaknya Kerja Jadi Teknisi Listrik di Pabrik

17 November 2020
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

16 Februari 2021
5 Kuliner Khas Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

6 Februari 2022
Begini Rasanya Tinggal di Kabupaten Nganjuk yang Tak Punya Laut terminal mojok.co

Begini Rasanya Tinggal di Kabupaten Nganjuk yang Tak Punya Laut

9 September 2021
4 Tanda Kalian Nggak Cocok Kerja di Pabrik, Tempat Ini Hanya untuk Orang-orang Bakoh dan Displin Mojok.co

4 Tanda Kalian Nggak Cocok Kerja di Pabrik, Tempat Ini Hanya untuk Orang-orang Bakoh dan Disiplin

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

26 Januari 2026
Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

25 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026
4 Kasta Teratas Varian Sari Roti yang Rasanya Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

4 Kasta Teratas Varian Sari Roti yang Rasanya Tidak Pernah Mengecewakan

25 Januari 2026
Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.