Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
14 Maret 2022
A A
Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung? Terminal Mojok.co

Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung? (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin Anda ingat pelajaran sejarah kerajaan saat SMP. Dalam pelajaran paling ngantuk itu, Mataram Islam sering mendapat porsi khusus. Maklum, Jawasentris memang kuat dalam pendidikan. Apakah Anda ingat siapa saja raja Mataram Islam? Panembahan Senopati, Panembahan Hanyakrawati, dan Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Namun, sejarah melewatkan satu raja. Raja yang pernah memerintah Mataram Islam dalam satu hari. Benar, raja ini hanya memerintah dari pagi sampai esok hari saja. Bukan karena prank atau lelucon belaka. Sang raja ini hanya bisa memimpin Mataram Islam dalam sehari karena politik feodal. Namanya juga feodal, kapan sih bisa beres dalam urusan keadilan?

ADVERTISEMENT

Raja sehari tersebut adalah Raden Mas Wuryah (1605-1613). Bergelar Raja Muda Martapura atau Adipati Martapura, Mas Wuryah adalah putra dari Panembahan Hanyakrawati dengan Ratu Kulon Tulungayu. Ratu Kulon adalah sebutan bagi permaisuri pertama yang dituakan. Sebuah hal yang umum di tanah Jawa untuk seorang raja memiliki dua permaisuri: Ratu Kulon (Ratu Barat) dan Ratu Wetan (Ratu Timur).

Panembahan Hanyakrawati (1601-1613) sendiri punya sejarah berliku. Sebelum naik takhta, Panembahan Hanyakrawati sudah sibuk meredam pemberontakan yang dilakukan pamannya, Adipati Pragola. Belum lagi menghadapi polemik kekuasaan sebuah kerajaan muda. Lagipula, sebesar apa pun privilese seorang raja Jawa selalu dibarengi dengan konflik berdarah dan penuh keculasan. Contohnya, ya, Panembahan Senopati sendiri.

Kraton Yogyakarta, salah satu pecahan kerajaan Mataram Islam (Shutterstock.com)

Setelah naik takhta, Panembahan Hanyakrawati berjanji pada Ratu Kulon Tulungayu untuk mengangkat anak mereka sebagai raja penerusnya. Lumrah, namanya juga anak dari permaisuri. Raden Mas Wuryah pun lahir setelah Panembahan Hanyakrawati naik takhta. Bagian ini silakan diingat baik-baik, karena inilah menjadi sumber konflik.

Namun, Raden Mas Wuryah bukanlah anak satu-satunya. Sebelum naik takhta, Panembahan Hanyakrawati yang bernama Raden Mas Jolang juga sudah memiliki anak. Anak yang dilahirkan Dyah Banowati dari Pajang ini bernama Raden Mas Rangsang. Dyah Banowati sendiri belum menjadi permaisuri kala itu. Dan Raden Mas Rangsang lebih tua 12 tahun dari Raden Mas Wuryah.

Panembahan Hanyakrawati sendiri hanya memerintah selama 12 tahun. Blio wafat pada 1613 karena kecelakaan saat berburu di hutan Krapyak. Kisah resmi wafatnya Panembahan Hanyakrawati adalah ditubruk rusa alias kidang. Sedikit intermezo, beberapa pemerhati sejarah Jawa melihat konspirasi dari wafatnya Panembahan Hanyakrawati. Bisa jadi blio dibunuh dalam kudeta merangkak, dan dibunuh “kidang” tadi bisa berarti plesetan dari “kadang” yang berarti saudara dalam bahasa Jawa.

Sebelum meninggal, Panembahan Hanyakrawati mengaku mendapat wangsit atau bisikan gaib. Dalam wangsit tersebut, disebutkan bahwa tampuk kekuasaan Mataram Islam harus diwariskan pada Raden Mas Rangsang. Berdasarkan wangsit ini, Panembahan Hanyakrawati memutuskan untuk memindah posisi putra mahkota. Dari Raden Mas Wuryah dioper ke Raden Mas Rangsang.

Baca Juga:

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Taman Sari, Yogyakarta (Unsplash.com)

Setelah Panembahan Hanyakrawati meninggal, polemik pun muncul. Beberapa pihak termasuk Ki Juru Mertani, Luhut-nya Mataram Islam, ikut mendukung pengangkatan Raden Mas Wuryah. Sedangkan kubu pendukung Raden Mas Rangsang dimotori oleh Pangeran Purbaya, panglima perang Mataram Islam.

Polemik ini berujung pada naik takhtanya dua orang raden tadi. Namun Raden Mas Wuryah hanya menjadi raja selama sehari. Hari berikutnya, Raden Mas Wuryah lengser keprabon dan digantikan Raden Mas Rangsang. Blio meneruskan tampuk kekuasaan Mataram Islam dengan gelar Panembahan Hanyakrakusuma. Kelak, gelar blio berubah menjadi Sultan Agung Hanyakrakusuma. Tidak asing? Benar, blio adalah raja terbesar Mataram Islam.

Sampai sini, ada beberapa teori yang muncul perkara pemerintahan sehari Raden Mas Wuryah. Teori pertama adalah kondisi Raden Mas Wuryah yang tidak memungkinkan untuk memerintah Mataram Islam. Dalam Babad Tanah Jawi dan literasi lain, Raden Mas Wuryah disebut menderita Tuna Grahita alias cacat mental. Digambarkan sebagai lupa ingatan musiman, Raden Mas Wuryah juga dikisahkan suka memakan hewan hidup.

Alasan ini dipandang sebagai alasan Panembahan Hanyakrawati untuk mengoper posisi putra mahkota kepada Raden Mas Rangsang. Logis sih, karena posisi raja harus diisi oleh orang yang cakap dan bijak. Seorang raja perlu memiliki kapabilitas politis sekaligus mampu memimpin dengan adil. Kalau perkara haus darah sih, tidak masalah. Toh Amangkurat II bisa jadi raja meskipun terkesan psikopat.

Lalu apa teori kedua? Teori ini konspiratif karena tidak didukung literasi utama Mataram Islam. Namun, kisah ini terus dituturkan dari masa ke masa di antara pegiat dan penghayat budaya Jawa. Teori ini menyatakan bahwa Raden Mas Wuryah kalah secara politis. Wangsit yang diterima Panembahan Hanyakrawati sendiri yang akhirnya dipakai sebagai senjata kubu Raden Mas Rangsang.

Situasinya memang berpihak pada Raden Mas Rangsang. Blio sudah berumur 20 tahun saat Panembahan Hanyakrawati wafat. Sedangkan Raden Mas Wuryah baru berumur 8 tahun. Raden Mas Rangsang juga didukung Pangeran Purbaya yang punya kekuatan militer. Sedangkan Ki Juru Mertani mulai kehilangan pamornya saat mendukung Raden Mas Wuryah.

Setelah Raden Mas Rangsang diangkat sebagai Sultan Agung, barulah isu perihal kondisi mental Raden Mas Wuryah didengungkan. Orang-orang yang setuju dengan teori ini merasa perlu adanya legitimasi lebih untuk melanggengkan kekuasaan Sultan Agung. Lantas, cara menyebar hoaks ini dipakai.

Salah satu sudut Kraton Surakarta, pecahan Kerajaan Mataram Islam (Unsplash.com)

Raden Mas Wuryah sendiri harus menyingkir. Beberapa pihak menyebut blio menepi ke daerah Magelang, sisanya berpendapat blio diasingkan lebih jauh lagi. Sultan Agung yang sudah tidak memiliki oposisi pun memerintah Mataram Islam menuju puncak kejayaannya.

Tentu kisah ini menimbulkan “what if: yang menarik. Bagaimana jika Raja Muda Martapura terus memerintah Mataram Islam? Apakah Mataram Islam akan tetap berjaya seperti era Sultan Agung? Apakah VOC bisa dipukul mundur dari Sunda Kelapa? Atau wangsit Panembahan Hanyakrawati benar adanya? Bisikan itu memang ingin memastikan raja yang tepat bagi Mataram Islam?

Tapi pada akhirnya, sejarah tetap berjalan. Kisah Raden Mas Wuryah yang berselimut misteri dan polemik ini menjadi catatan kaki sejarah. Bahkan namanya saja tidak terkenang seperti raja Mataram Islam lain, hilang dari kenangan banyak orang akan kerajaan besar, berdarah, dan saling tikam ini.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2022 oleh

Tags: mataram islampilihan redaksiRaden Mas RangsangRaden Mas Wuryahraja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi

Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi!

23 Februari 2024
Tukang Bangunan Emang Hobi Nyalahin Kerjaan Tukang Sebelumnya terminal mojok.co

Tukang Bangunan Emang Hobi Nyalahin Kerjaan Tukang Sebelumnya

15 September 2021
Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

26 Oktober 2023
Malang Plaza Memang Dilalap Api, tapi Kenangannya Takkan Pernah Mati

Malang Plaza Memang Dilalap Api, tapi Kenangannya Tak Akan Pernah Mati

4 Mei 2023
Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

27 Juni 2024
Mengganti Elpiji dengan Kompor Induksi ketika Aliran Listrik Belum Merata, Pemerintah Sehat?

Mengganti Elpiji dengan Kompor Induksi ketika Aliran Listrik Belum Merata, Pemerintah Sehat?

17 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.