Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Rahasia Percaya Diri Iwan Bule

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
14 Oktober 2022
A A
Rahasia Percaya Diri Iwan Bule

Rahasia Percaya Diri Iwan Bule (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekeras-kerasnya batu, lambat laun akan cekung juga, meski hanya terkena tetesan air. Tapi, hati Pak Iwan Bule mungkin lebih keras dari batu. Tak hanya tetesan air, segala serangan keras pun trengginas telah diberikan. Jangankan cengkung, berbekas pun tidak. Ini bukan orang sembarang orang. Ia punya mentalitas yang kiranya tak mudah goyah oleh apa pun.

Menjadi lelaki superior macam beliau, saya kira perlu semacam laku hidup yang presisi dan konsisten malu-maluin. Rumus ciamik nan digdaya yang sudah barang tentu musti ditelaah dengan baik dan benar. Siapa tahu, di antara pembaca ada yang ingin punya mentalitas macam sang ketua PSSI yang sangat terhormat itu.

Saya lihat-lihat, Pak Iwan Bule ini terlihat selalu bahagia. Senyum tak pernah lupa ia gunakan saat ada di depan kamera. Saat semua orang lemas karena kesedihan, ia dengan percaya diri mengajak semua untuk berbahagia. Seolah-olah apa yang ia rasakan harus dirasakan juga oleh orang lain. Ini menandakan ia tak bisa merasakan dan mengerti keadaan orang lain. Empati, mungkin itu yang kurang dari dirinya. Namun, minimnya empati justru membuat dirinya mampu menghadapi beragam prahara dengan santai. Tampaknya, selagi bukan dirinya yang kesulitan dan kehilangan, tak perlu kiranya diambil pusing. Ini mentalitas yang sangat langka dan tak semua manusia memilikinya.

Itu juga bukan sikap yang tak terpuji, jangan salah sangka dahulu. Sikap demikianlah yang menjadi faktor penunjang kekuatan mental tak kenal mundur macam milik Pak Iwan Bule. Pasalnya, menurut Pak Iwan sendiri, mundur adalah jalan orang yang tak bertanggung jawab. Ia masih tetap ingin bekerja dan menjabat. Tentu saja demi menyelesaikan segala masalah yang terjadi di persepakbolaan kita. Ia sedang memperjuangkan kebenaran. Meski kebenaran itu relatif, tergantung kepentingan siapa.

Oleh karena tak perlu mempertimbangkan perasaan serta pandangan orang lain, ia jadi mudah untuk tetap melangkah dan konsisten pada jalur yang ia percayai. Meski banyak orang mencibir, mengkritik, menuntut, ia tetap tak bergeming. Dirinya berpegang teguh pada teori: PSSI tak ada sangkut pautnya dengan Tragedi Kanjuruhan. Saat diminta mundur, Ia berucap semua orang boleh bicara apa saja tentang dirinya. Karena merasa tak punya salah dan merasa tak gagal, ia tak akan mundur. Dan lagi-lagi, senyum tak pernah luntur dari wajahnya.

Mentalitas macam itu juga perlu banyak faktor penunjang lain. Jika ia berdiri sendiri, tentu sangat amat sulit. Sehebat-hebatnya manusia, ia pasti ndredek juga jika dicecar oleh banyak orang. Rasa percaya diri yang dimilikinya mungkin sebuah anomali yang muncul karena banyak sebab. Membangun relasi dan berserikat mungkin salah satu sebabnya. Ia sangat amat jago bersilaturahmi, dan kebetulan mampu menemukan pihak yang berpandangan sama. Sungguh sebuah berkah yang tak boleh dinistakan. Karena memang tak semua orang bisa punya sirkel sekeren itu.

Mereka saling mendukung dan saling menguatkan. Mereka membentuk tim, melakukan penyelidikan, dan sudah pasti saling melindungi layaknya keluarga. Meski banyak yang meragukan, tak mempercayai, bahkan menghujat, mereka tetap kokoh tak bergeming. Intinya, mereka sama saja, perlu guru IPA untuk menjelaskan bahwa segalanya tak berputar di sekitar mereka saja. Namun, justru itu yang menguatkan mereka, konsisten memikirkan kebenaran versi diri sendiri.

Nah, kiranya itu semua yang harus dilakukan dan diusahakan jika ingin punya mental seorang pemimpin ala Iwan Bule. Soal apakah mentalitas macam itu dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak, itu bukan pokok utamanya. Karena yang utama adalah soal merasa sedang bertanggung jawab. Meski perihal tanggung jawab punya makna berbeda bagi masing-masing orang. Lagi pula, tak sedikit orang yang mengaku bertanggung jawab, meski sebenarnya sedang lari dari tanggung jawab.

Baca Juga:

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangan Kaget Iwan Bule Nggak Mau Mundur, Mana Ada Pemimpin yang Waras dan Legowo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2022 oleh

Tags: iwan bulemundurpssitragedi
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

8 Juli 2022
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Iwan Bule, Ketua PSSI Terbaik Sepanjang Masa

30 Desember 2020
Bom Waktu Arema FC dan Momentum Suporter Generasi Baru (Unsplash)

Bom Waktu Arema FC dan Momentum Perubahan bagi Suporter Generasi Baru yang Menolak Tunduk

30 Januari 2023
4 Perilaku Atlet Sepak Bola Indonesia yang Menghambat Prestasi Timnas di Kancah Internasional terminal mojok.co

4 Perilaku Atlet Sepak Bola Indonesia Penghambat Prestasi

29 November 2020
PSSI, Erick Thohir, AFC, Bali United (M. Wigya Permana Putra via Shutterstock.com)

PSSI Adalah Batu Loncatan Politik Ideal bagi Erick Thohir

21 Januari 2023
Pak Midun dan Tragedi Kanjuruhan: Misi Membawa "Kue Busuk" sebagai Kado di Ulang Tahun Indonesia

Pak Midun dan Tragedi Kanjuruhan: Misi Membawa “Kue Busuk” sebagai Kado di Ulang Tahun Indonesia

6 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.