Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Quirkyalone, Alternatif Jawaban Bagi Para Jomblo Saat Lebaran

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
24 Mei 2019
A A
Quirkyalone

Quirkyalone

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Ramadan dapat dikatakan sudah setengah jalan—mendekati hari lebaran—ada beberapa pertanyaan template yang muncul dan harus dihindari karena harus diakui bukan lagi menjadi momok, tapi juga menyebalkan. Bosan rasanya mendengar pertanyaan yang terus diulang—bukan hanya saat lebaran, bahkan hari lain pun masih seringkali ditanya.

Biasanya ada tiga pertanyaan utama yang bagi saya pribadi membosankan—pertama, kapan lulus atau wisuda, kedua, kerja di mana sekarang, ketiga, pacarnya mana kok nggak dibawa. Memang semuanya mungkin hanya basa-basi semata sebelum memulai obrolan lebih jauh dan akrab. Tapi harusnya kebiasaan ini bisa diredam dengan berbincang hal lain—diskusi tentang apa fungsi Puskesmas dan Posyandu dalam masyarakat dan bagaimana dampaknya jika tidak ada support dari karang taruna setempat, misalnya.

Dikarenakan model pertanyaan yang template dan itu-itu saja, jawaban dari saya pun—sewaktu masih jomblo dan pengangguran—ya itu-itu saja. Untuk pertanyaan kapan lulus, jawaban dari saya biasanya, “iya, ini lagi skripsi, dosennya susah ditemui”.

Ketika sudah lulus dan belum kerja, jawaban andalan saya adalah, “iya, belum ada panggilan lagi padahal udah kirim lamaran kerja”. Ya, walaupun yang saya kirim hanya dua lamaran, sih, tentu peluang dapat panggilan wawancara sangat minim.

Untuk pertanyaan ketiga soal pacar yang tidak dibawa saat lebaran, awalnya saya dengan polos menjawab, “belum punya pacar”. Lambat laun, saya mulai berpikir, kalaupun saat itu saya punya pacar, pastinya punya agenda kumpul dengan keluarga juga, jadi kecil kemungkinan untuk sekadar datang—apalagi hanya untuk dipamerkan.

Setelah saya memikiran jawaban apa yang sebaiknya diberi mengenai kapan punya pacar atau kenapa pacarnya tidak dibawa saat lebaran, akhirnya ada istilah yang pas untuk diberitahu kepada sanak keluarga, orang tua, juga saudara yang lain. Quirkyalone, istilah yang merujuk kepada seseorang yang nyaman dengan kesendiriannya, karena lebih memilih fokus dengan apa yang dikerjakan atau ada hal lain yang lebih penting dibanding hanya sekadar memikirkan kesendirian—pacar.

Yah, semacam jargon “I am single and very happy”, tapi lebih asing bagi orang lain. Jika istilah itu diinfokan kepada para orang tua—paling tidak bisa disampaikan secara diplomatis—agar tidak ada pertanyaan lanjutan yang membingungkan. Paling istilahnya (quirkyalone) saja yang agak membuat bingung. Setidaknya pertanyaan soal jodoh bisa diredam.

Seseorang yang menobatkan diri sebagai quirkyalone tidak ingin sembarang dalam memilih pasangan alias selektif untuk meminimalisir rasa sakit hati yang tidak perlu dirasakan. Jadi, tidak ada istilah yang penting punya pacar. Justru, tidak apa-apa jomblo yang penting bahagia—masih bisa kumpul dengan teman-teman yang lain dan melakukan hal yang berguna bagi diri sendiri pun orang lain.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

Bila diantara kalian adalah pembaca setia Mojok, ada satu tulisan dari Cepi Sabre yang menegaskan bahwa, “setiap orang boleh jadi bajingan, tapi habiskan jatah bajinganmu ketika kamu masih jomblo supaya di masa depan nggak nyusah-nyusahin anak dan istrimu”, pada artikel yang berjudul “Habiskan Jatah Bajinganmu Selagi Jomblo”. Tulisan dan beberapa quote-nya tentu bisa menjadi rujukan bagi kalian yang masih belum tahu harus menjawab apa dengan pertanyaan soal kejombloanmu. Mudah-mudahan dengan alasan itu, tidak ada lagi yang mempertanyakan tentang status hubunganmu.

Jika sudah bingung dengan alasan duniawi yang ada, sekalian saja diinfokan bahwa kita adalah bagian dari komunitas Indonesia Tanpa Pacaran. Jangan lupa juga untuk tetap stay membuka laman akun Instagramnya, sebab jika mentok dan tidak tahu apa alasan selanjutnya yang harus dibeberkan, tinggal mengutip saja caption yang ada di sana. Sekaligus berdakwah dalam diam. Atau, bisa juga disampaikan bahwa gelar jomblo yang didapat terinspirasi dari tagar yang diramaikan oleh Felix Siauw di akun medsosnya, yakni #UdahPutusinAja. Sehingga status berpacaran pun lenyap seiring dengan ramainya tagar tersebut dan kalian lebih memilih untuk memutuskan hubungan dengan pacar lalu mencoba untuk berhijrah.

Bagi saya—yang sejujurnya—tidak tahan jika harus berlama-lama sendiri, rasanya tidak layak mengklaim diri sebagai quirkyalone, mengaku ikut komunitas Indonesia Tanpa Pacaran, atau pengikut cermah dari Felix Siauw. Apalagi dahulu sempat berpacaran dengan seseorang 17 bulan lamanya dan akhirnya putus, lalu satu bulan kemudian sudah memulai kembali hubungan yang baru dengan orang lain. Bukan karena sok playboy dan tamvan—lebih kepada, saya menghayati dan mengaplikasikan sebuah lagu dari band asal Massachusetts, Boys Like Girls – Two is Better Than One dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: JombloKapan NikahLebaranQuirkyalone
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

musim nikah

Sambatan yang Terjadi Ketika Musim Nikah

21 Agustus 2019
mudik lebaran

Buat Kalian yang Tidak Mudik Lebaran, Kalian Kuat!

15 Mei 2019
Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

7 Maret 2020
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

22 April 2023
Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD Terminal Mojok.co

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

10 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.