Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purwokerto dan Purbalingga Adalah Saudara Ngapak yang Bisa Berjalan Secara Beriringan Tanpa Menjatuhkan

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
29 Juli 2023
A A
Purwokerto-Purbalingga- Saudara Ngapak yang Saling Melengkapi (Unsplash)

Purwokerto-Purbalingga- Saudara Ngapak yang Saling Melengkapi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin malam saya menyempatkan diri membaca sebuah artikel di Terminal Mojok. Salah satunya artikel Mas Rudy Tri Hermawan. Beliau menulis bahwa Bojonegoro dan Blora bisa bekerja sama untuk membangun infrastruktur demi kenyamanan bersama. Perasaan Mas Rudi sama seperti perasaan saya terhadap daerah sendiri, yaitu Purwokerto dan Purbalingga.

Iya, Purwokerto dan Purbalingga bisa bersinergi tanpa harus merasa inferior maupun superior. Ini buktinya!

Menghidupkan bandara Jenderal Soedirman yang mati suri

Sebelumnya saya sudah pernah menulis di Terminal Mojok tentang betapa sepinya Bandara Jenderal Soedirman. Saya tidak tahu apakah pihak pemerintah membaca artikel itu atau tidak, hal tersebut nggak penting. 

Tapi perlu pembaca sekalian tahu, Bupati Purbalingga berupaya menggandeng beberapa pemkab kabupaten tetangga untuk saling bahu-membahu menghidupkan kembali bandara ini. Akhirnya, dalam sebuah berita yang ditulis di serayunews.com, Bu Tiwi (Bupati Purbalingga) melakukan audiensi dengan Pak Husain (Bupati Banyumas) untuk membahas kerja sama. 

Rencananya, bandara yang menggunakan nama pahlawan ini akan digunakan sebagai  feeder ibadah umrah. Upaya ini juga diharapkan meningkatkan kerja sama berbagai biro umroh yang ada di Purbalingga dan Purwokerto.

Kerja sama Purbalingga dan Purwokerto di bidang pendidikan

Purbalingga mulai menunjukan taringnya dengan membuat sebuah MoU dengan UIN Saizu Purwokerto. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Purbalingga dan Rektor UIN Saizu. 

Menilik informasi dari purbalinggakab.co.id, rencananya, kampus dua UIN Saizu ini diperuntukan untuk program Fakultas Sains dan Teknologi dan Fakultas Ilmu Sosial. Pembangunan kampus islam negeri di Purbalingga diharapkan bisa menggeliatkan ekonomi warga sekitar. Sebelum UIN Saizu, Unsoed sudah lebih dulu membangun kampusnya di Kecamatan Kalimanah. Kampus tersebut dikhususkan untuk mahasiswa Fakultas Teknik.

Kerja sama Purbalingga dan Purwokerto di bidang ekonomi

Kota Perwira memiliki berbagai pabrik yang sudah malang melintang kiprahnya di Indonesia. Mulai dari pabrik bulu mata dan pabrik knalpot. Kedua pabrik ini mempu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Sehingga bukan hanya warga Purbalingga saja yang bekerja di pabrik-pabrik Kota Perwira, melainkan juga warga Purwokerto. 

Baca Juga:

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

Ini menjadi kabar baik bagi kedua daerah. Ketika tingkat pengangguran di sebuah kabupaten meningkat, kabupaten tetangga mampu menampungnya. Walaupun tidak semua pengangguran terserap, ya! Tapi setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran.

BRT Trans Jateng Menghubungkan Purbalingga dan Purwokerto

Jika kalian adalah mahasiswa yang berdomisili di Purwokerto dan ingin berkunjung ke Purbalingga, saya sarankan untuk menjajal moda transportasi BRT Trans Jateng. Transportasi ini menghubungkan daerah Purbalingga dan Purwokerto agar bisa dijangkau dengan mudah dan murah. 

Bahkan, untuk pelajar, hanya dikenai biaya Rp4.000. Jalurnya pun cukup panjang. Mulai dari Terminal Bulupitu hingga jalur paling ujung Purbalingga yaitu di Kecamatan Bukateja.

Pariwisata yang mulai menggeliat

Baturaden menjadi sebuah destinasi wajib jika kalian berkunjung ke Banyumas pada umumnya dan Purwokerto khususnya. Sementara itu, Purbalingga memiliki objek wisata Bojongsari (Owabong) dan kolam ikan raksasa (Purbayasa) yang menjadi andalan wisata. 

Di antara jalur yang menghubungkan antara wisata di dua daerah tersebut, saya menemui banyak UMKM yang mulai berdiri. Ada toko oleh-oleh, rumah makan dengan nuansa alam, serta berbagai usaha lainnya. Ini adalah salah satu dampak positif dari bergeliatnya industri pariwisata di kedua daerah tersebut.

Segitu saja dulu, ya. Selebihnya kita bahasa di lain kesempatan. Setidaknya, ini menjadi bukti bahwa Purwokerto dan Purbalingga adalah dua saudara kembar yang sedang berjalan secara beriringan tanpa menjatuhkan.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Masalah Purwokerto: Terminal Bulupitu yang Berpotensi Menyusahkan Mahasiswa dan Warga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: banyumasbaturadenpurbalinggapurwokerto
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

purwokerto banyumas mojok

Biar Kalian Nggak Bingung, Saya Kasih Tahu Bedanya Purwokerto dan Banyumas

26 Mei 2023
Tak Hanya Statusnya yang Aneh, Cuaca di Purwokerto Juga Aneh: Beda Gang Bisa Beda Cuaca

Tak Hanya Statusnya yang Aneh, Cuaca di Purwokerto Juga Aneh: Beda Gang Bisa Beda Cuaca

28 Februari 2025
5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

30 September 2025
Sudah Saatnya Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Diaktifkan Kembali

Sudah Saatnya Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Diaktifkan Kembali

8 November 2023
Pasuruan Ideal, Lebih dari Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia (Unsplash) banyumas, pandaan, bangil

Culture Shock yang Dirasakan Orang Banyumas Ketika Merantau di Pasuruan: Sudah Siap Batin Kena Mental Logat Jatim, eh Justru Sebaliknya

24 Juli 2025
Kecamatan Sumbang, Jalur Alternatif Purbalingga-Purwokerto yang Mulai Dilalui Bus dan Kondisinya Nggak Terurus

Kecamatan Sumbang, Jalur Alternatif Purbalingga-Purwokerto yang Kondisinya Nggak Terurus

16 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.