Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri

Pamungkas Adiputra oleh Pamungkas Adiputra
15 Desember 2020
A A
Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri terminal mojok.co tes cpns pendaftaran pns

Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri terminal mojok.co tes cpns pendaftaran pns

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya, perdebatan karier sudah menjadi makanan harian saya dan ibu jauh sebelum saya pergi merantau. Namun, masing-masing dari kami belum kunjung juga puas dengan argumen yang dilontarkan. Ibu merasa banyak alasan menjadi PNS yang bisa saya terima. Menjadi PNS adalah dambaan tersendiri baginya jika anak yang kini menjadi tumpuan satu-satunya bisa mendapatkan posisi penting di ranah pemerintahan.

Berbeda dengan saya, saya sama sekali tidak menggebu-gebu untuk mendapatkan jabatan di dalam lingkup pemerintahan, saya kurang memiliki alasan menjadi PNS. Bahkan, untuk saat ini beberapa daftar pekerjaan impian saya tidak ada satu pun yang mengarah ke sana. Oleh karena perdebatan-perdebatan yang ada tersebut, hubungan kami berdua menjadi tak rekat lagi alias renggang, padahal saya sedang meranta, mengingat seharusnya hubungan komunikasi saat di perantauan perlu lebih intens.

ADVERTISEMENT

Awalnya saya biasa saja ketika ibu selalu membicarakan persoalan kelulusan kuliah, akan bekerja di mana, sebagai apa, dan sistem kerja seperti apa. Toh, saya mengenal ibu sebagai sosok yang visioner, begitu pula dengan saya. Tetapi, lama-kelamaan saya berpikir ulang tentang sikap beliau yang makin mengarah pada sifat konservatif terhadap anaknya. Menginginkan anaknya untuk ini dan itu, khususnya urusan karier: menjadi PNS merupakan jalan ninja untuk anak kesayangannya.

Saya akui, hal tersulit dalam problematika kali ini adalah menyatukan pikiran dengan orang tua dan mencari titik tengahnya. Ditambah lagi, pemikiran anak muda saat ini dan orang tua zaman dahulu sangatlah kentara perbedaannya. Saya tidak ingin memaksa ibu benar-benar menuruti keinginan saya, tetapi setidaknya saya dan ibu bisa saling memahami kondisi masing-masing.

Pernah sekali waktu saya dan ibu bercakap di dalam dering telepon, saya singgung sedikit terkait persoalan karier. “Bu, tahu pekerjaan Digital Marketing itu apa, ndak? Social Media Specialist? Content Writer? atau Copywriter?” Ibu saya terdiam beberapa saat, lalu dijawabnya dengan nada santai, “Nggak tahu.” Saya pun membalasnya, “Ibu mau saya ajari?” Disahutnya kembali, “Ndak usah, wis.”

Setelah saya jabarkan apa masing-masing pengertian dan tanggung jawab pekerjaan di atas, ibu menyuruh agar saya saja yang belajar teknologi semacam itu. Bagi ibu, mengirim pesan teks melalui WhatsApp untuk menghubungi anaknya dan membuka Google untuk mencari informasi saja sudah cukup. Lalu, saya lemparkan balik pertanyaan, mengapa kalau begitu saya tidak diberikan keleluasaan pula untuk memilih jenjang karier yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan itu tadi? Ibu diam tak berkata apa-apa dan dering telepon menjadi hening.

Saya menduga kuat mengapa ibu bersikeras untuk mendesak saya agar memilih terjun di dalam ranah pemerintahan karena ibu pernah cerita bahwa perjuangannya sejak zaman 90-an, bahkan berlangsung hingga zaman sekarang, saat melawan banyaknya pesaing untuk lolos ke dalam tahap akhir seleksi CPNS itu tidak mudah.

Maka dari itu, anaknya disuruh untuk berjuang ekstra di tahun-tahun ini sebagai kunci “balas dendam” terbaik yang dipercayai anaknya bisa lebih hebat dari kemampuannya. Dan ternyata benar, saya klarifikasi dengan beliau persis seperti itu. 

Baca Juga:

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Ada 2 alasan yang mendasari saya mengapa enggan menjadi PNS. Pertama, jika bekerja di dalam pemerintahan tentunya akan terikat oleh sistem birokrasi. Terkesan kaku dan saya tidak menyukai hal itu. Berbeda halnya jika dibandingkan pekerjaan di ranah swasta, kita bebas berkreasi dan mengembangkan ide-ide segar lalu bisa didiskusikan dan diimplementasikan dengan tim dan juga perusahaan. Kedua, saya menghindari tuntutan konstruksi sosial agar diklaim sebagai menantu idaman dengan menjadi PNS. Dengan menyenangkan hati orang lain terus-menerus, lalu kapan diri kita bisa berbahagia sepenuhnya? Teramat sedih jika melakukan sesuatu demi kebahagiaan harus tertekan dahulu dengan lingkungan sekitar karena sebuah desakan kepentingan.

Tak ada rasa hipokrit dalam benak jika semuanya tergiur dengan keuntungan yang didapatkan jika menjadi seorang PNS, seperti ketetapan gaji yang jelas, jenjang karier yang nyata, pengabdian negara, dapat tunjangan hari tua atau dana pensiun, insentif, dan hal-hal lain yang sekiranya butuh kedetailan di setiap jajaran pemerintahan. Saya menyadari, betapa kuat idealisme saya untuk urusan karier. Saya tidak ingin terjerumus dalam lingkaran sosial yang menetapkan sebuah patokan untuk ini dan itu.

Bagi saya, berkarier untuk mengabdikan diri sebagai PNS atau memilih menjadi pegawai swasta tak ada yang salah, yang salah yaitu orang-orang yang selalu memaksakan kehendak orang lain agar sesuai dengan harapannya. Banyaknya perdebatan dengan ibu sekalipun saya tak pernah menyalahkan argumennya, karena saya sadar akan hal-hal terbaik yang diinginkan untuk masa depan anaknya. Namun, selalu saya katakan kepada ibu, “Bu, maaf saya tidak berjanji jika kelak berkarier menjadi PNS. Saat ini saya masih memiliki ambisi yang kuat berkarier di dunia media kreatif alias ranah swasta.” Tentunya saya menyampaikan dengan logat Jawa-Osing khas daerah. Alasan menjadi PNS yang saya miliki hampir tidak ada.

Pada akhirnya, kita punya pilihan yang terbaik untuk karier di masa depan. Kita punya sesuatu yang perlu dicapai, sama halnya seperti mimpi-mimpi yang sudah dilambungkan dengan tinggi. Memperjuangkan semua mimpi menjadi nyata lebih baik daripada terus berkutat dengan perdebatan dan alasan menjadi PNS atau pegawai swasta.

Parahnya lagi jika sudah turut merendahkan pekerjaan tertentu lebih rendah dibandingkan pekerjaan yang lain. Pun, lebih baik saya mengutamakan pengembangan kompetensi kerja dan kapabilitas diri untuk karier terbaik yang saya miliki daripada terjebak dalam lingkaran sosial yang takkan terukur surutnya.

BACA JUGA Contoh Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Tips Menjawabnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2020 oleh

Tags: kariertes cpns
Pamungkas Adiputra

Pamungkas Adiputra

Suka makan, suka nulis, tapi suka kamunya belakangan. Bisa berteman bersama di Twitter @thelightsides1.

ArtikelTerkait

Generasi Sandwich Bajingan Bikin Saya Tak Lagi Cinta Keluarga (Unsplash)

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

24 Mei 2026
Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa kuliah s2

Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa

16 Desember 2023
PPK, Jabatan yang Paling Dihindari oleh PNS

PPK, Jabatan yang Paling Dihindari oleh PNS

17 Oktober 2022
Pendaftaran CPNS 2024 Membingungkan, Pemerintah Nggak Belajar dari Pengalaman

Pendaftaran CPNS 2024 Membingungkan, Pemerintah Nggak Belajar dari Pengalaman

29 Agustus 2024
Terima Kenyataan bahwa Work-Life Balance Memang Bukan untuk Semua PekerjaTerima Kenyataan bahwa Work-Life Balance Memang Bukan untuk Semua Pekerja terminal mojok.co

Terima Kenyataan bahwa Work-Life Balance Memang Bukan untuk Semua Pekerja

3 Oktober 2021
Panduan Memahami Kesejahteraan PNS sebelum Benar-benar Yakin Ikut Tes CPNS Tahun Ini

Pengalaman Ikut Tes CPNS yang Bikin Kepala Pusing Tujuh Keliling dan Tips Lolos Seleksi

27 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.