Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Puncak Bogor: Tempat Healing yang Bisa Bikin Kamu Sinting

Andri Saleh oleh Andri Saleh
9 April 2022
A A
Wisata Puncak Bogor: Tempat Healing yang Bisa Bikin Kamu Sinting

Puncak Bogor: Tempat Healing yang Bisa Bikin Kamu Sinting (Akhmad Dodi Firmansyah via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang nggak tahu kawasan Puncak Bogor? Kawasan yang membentang dari Kabupaten Cianjur hingga Kabupaten Bogor ini memang sangat fenomenal. Hampir setiap tahun kawasan ini kerap muncul di pemberitaan media massa. Selain punya lanskap pemandangan yang indah, udara pegunungan yang sejuk, dan hamparan kebun teh yang memanjakan mata, kawasan Puncak Bogor sangat terkenal dengan kemacetannya yang membagongkan. Iya, sudah macet, bagong pula.

Air terjun Cilember, Puncak (Shutterstock.com)

Kalau kamu nggak percaya, coba kamu googling dengan kata kunci “Puncak Bogor”. Alih-alih berita tentang wisata alam, yang muncul justru berita-berita tentang kemacetan luar biasa di sepanjang jalur kawasan Puncak Bogor. Kemacetan ini adalah tradisi tahunan di setiap musim liburan tiba. Mau itu libur sekolah, libur Lebaran, libur Natal dan Tahun baru, atau libur akhir pekan, kawasan Puncak Bogor selalu saja dipenuhi oleh lautan manusia dan antrean kendaraan.

Padahal, jujur saja, Puncak Bogor itu… biasa saja.

Bentar-bentar jangan marah dulu. Saya akui tempatnya indah, dilihat dari sisi mana pun, tempat itu layak banget untuk dikunjungi.Tapi, “repeat order” yang kelewat banyak itu bikin kaget sebenarnya. Padahal ya, banyak tempat lain yang mirip-mirip, tapi lagi-lagi, yang penuh ya tempat ini. Saya jadi bertanya-tanya, apakah Puncak kelewat bagus, apa malah daerah wisata lain di Jawa Barat yang, mohon maaf, biasa saja?

Apakah Puncak itu sebegitu worth-nya hingga harus didatangi meski macetnya nggak lagi bisa dinalar? Kalau saya sih, mending turu, ra risiko. Iya, tempat itu indah, tapi apakah jadi yang paling indah dan harus diperjuangin, nga dl.

Tapi sebelum bahas lebih jauh lagi, bagusnya kita analisis kenapa kawasan Puncak Bogor selalu macet, khususnya ketika musim liburan tiba.

Pertama, ada banyak tempat wisata di sepanjang jalur kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya. Saya nggak tahu ada berapa persisnya. Setahu saya ada Taman Raya Cibodas, Taman Nasional Gede Pangrango, Taman Safari Indonesia, Taman Bunga Nusantara, Little Venice Kota Bunga, dan masih banyak lagi. Kamu bisa googling sendiri, deh.

Taman Safari Indonesia (Hikari0909 via Shutterstock.com)

Logikanya, semakin banyak tempat wisata berarti akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Itu sama artinya dengan membludaknya jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak Bogor. Kalau jumlah kendaraan meningkat sedangkan kondisi jalan nggak berubah, apa yang bakal terjadi? Ya pasti macet dong.

Baca Juga:

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

Banyu Langit Agro Park Magelang, Tempat Liburan yang Tepat untuk Momong Anak

Kedua, jumlah penduduk Kabupaten Bogor adalah yang terbesar di Jawa Barat. Ada lebih dari lima juta jiwa penduduk yang mendiami Kabupaten Bogor. Jumlah ini setara dengan jumlah penduduk Provinsi Sumatera Barat, bahkan jauh lebih unggul dari penduduk Provinsi DIY yang cuma tiga jutaan.

Nah, dengan jumlah penduduk sebanyak itu, kira-kira bakal pergi ke mana kalau mereka mau liburan? Ya pasti ke tempat wisata terdekat, dong. Ke mana lagi kalau bukan ke kawasan Puncak Bogor? Kamu bisa bayangkan bagaimana crowded-nya, kan? Itu baru penduduk setempat, lho, belum termasuk jumlah wisatawan yang datang dari luar daerah.

Ketiga, jalur di kawasan Puncak Bogor itu sempit, berbelok-belok, dan naik turun. Menurut data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IV DKI – Jawa Barat, panjang jalur kawasan Puncak Bogor itu sekitar 22 kilometer dengan ruas jalan cenderung sempit. Ruas jalan paling lebar ada di Gunung Mas dengan lebar jalan 13,5 meter. Sedangkan ruas jalan paling sempit ada di Cisarua dengan lebar jalan 7 meter.

Kemacetan di Puncak (Indonesiaraya via Shutterstock.com)

Dengan ruas jalan selebar gawang sepak bola itu, ditambah dengan kontur jalanan di pegunungan yang berbelok-belok dan naik turun, bisa dipastikan arus kendaraan akan melambat. Kalau misalkan jumlah volume kendaraan meningkat, apa nggak bikin macet mampus itu?

Dari ketiga hal tadi, seharusnya para wisatawan itu berpikir dua kali sebelum berlibur ke kawasan Puncak Bogor. Apalagi kalau lagi musim liburan, mending jangan ke sana deh. Nanti bukannya healing, malah jadi sinting. Tapi ya itulah uniknya warga nol enam dua. Sudah tahu macet, sudah tahu jalannya sempit, masih juga berangkat ke sana. Mana pakai mobil Hilux dobel kabin pula. Apa nggak tambah semrawut nanti di sana?

Selain wisatawan, yang bikin heran lagi adalah tindakan pemerintah setempat untuk mengatasi masalah kemacetan ini. Yang saya tahu cuma pemberlakuan nomor pelat ganjil genap dan buka-tutup jalan. Itu pun masih saja macet. Padahal data tempat wisata sudah lengkap, data kondisi jalan sudah ada, data jumlah wisatawan yang datang juga tersedia, lalu antisipasinya apa?

Sampai-sampai saya suuzan, jangan-jangan kemacetan ini memang disengaja supaya bisa menciptakan jenis wisata baru: wisata macet. Belum pernah ada kan wisata macam ini di Indonesia? Bahkan mungkin satu-satunya di dunia.

Buat kamu yang masih belum percaya, saya usulkan supaya kamu agendakan untuk berwisata ke kawasan Puncak Bogor di musim liburan tahun ini. Mana tahu bisa bikin kamu terkesan seumur hidup. Atau malah jadi tahu kenapa saya bilang kalau tempat ini sebenernya biasa aja dan nggak sebegitunya worth untuk diperjuangkan.

Saya tahu. Pendapat saya ini bisa saja salah, tapi bisa juga benar. Atau supaya lebih pasti dan meyakinkan, bagaimana kalau kita tanya Lesti saja? Trofinya banyak loh, lebih banyak ketimbang MU malah.

Penulis: Andri Saleh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Rekomendasi Hotel Terdekat dari Tempat Wisata Ikonik di Bogor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2022 oleh

Tags: LiburanmacetPuncak Bogor
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Bunyi Klakson Ibukota yang Bikin Sakit Telinga

Bunyi Klakson Ibukota yang Bikin Sakit Telinga

26 Januari 2020
Puncak Bogor, Kawasan Wisata yang Nggak Ramah Kendaraan (Akhmad Dodi Firmansyah via Shutterstock.com)

Puncak Bogor, Kawasan Wisata yang Semakin Nggak Ramah Kendaraan

30 Mei 2025
traveloka holiday stays summer hills bandung rekomendasi villa bandung

Tips Cari Villa di Bandung agar Tak Terjebak Macetnya Kota Ini

7 Desember 2021
3 Titik Macet Paling Parah di Purbalingga, Bisa Ditinggal Kuliah 14 Semester Saking Lamanya Mojok.co

3 Titik Macet Paling Parah di Purbalingga, Bisa Ditinggal Kuliah 14 Semester Saking Lamanya

15 April 2024
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

4 Titik Kemacetan di Jogja yang Harus Dihindari biar Nggak Stres di Jalan

22 Juni 2021
Curhat Warga Lokal Pangalengan Bandung di Akhir Pekan: Wisatawan Liburan, Kami Mending Rebahan di Rumah. Ruwet!

Curhat Warga Lokal Pangalengan Bandung di Akhir Pekan: Wisatawan Liburan, Kami Mending Rebahan di Rumah. Ruwet!

7 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Lomba Kebersihan Kampung di Jogja Hanya Berefek Sesaat, Saat Lomba Mendadak Bersih, Selesai Lomba Kembali ke Setelan Pabrik

Lomba kebersihan kampung di Jogja hanya berefek sesaat, saat lomba mendadak bersih, selesai lomba kembali ke setelan pabrik

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.