Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pulau Asu, Pulau Terluar Indonesia yang Tak Seburuk Namanya

Wardah Sawitri Polem oleh Wardah Sawitri Polem
6 Juni 2023
A A
Pulau Asu, Pulau Terluar Indonesia yang Tak Seburuk Namanya

Pulau Asu, Pulau Terluar Indonesia yang Tak Seburuk Namanya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika mendengar kata “asu”? Mungkin di beberapa daerah, asu identik dengan ucapan atau umpatan dengan artian kurang baik dan nggak sopan jika diucapkan kepada orang lain. Akan tetapi asu yang satu ini sungguh berbeda dengan makna kata asu yang kerap kita dengar.

Pulau Asu termasuk salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau ini masuk dalam gugusan kepulauan Hinako yang terletak di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumatra Utara.

Kenapa dinamakan Pulau Asu?

Awalnya, banyak orang beranggapan jika penggunaan kata asu pada Pulau Asu merujuk pada banyaknya anjing yang dipelihara masyarakat yang tinggal di pulau tersebut. Namun, hal itu ternyata hanya kebetulan. Sebab, makna sebenarnya dari kata “asu” pada Pulau Asuh adalah “asuhan” yang memiliki arti terakhir dalam bahasa Nias. Jadi, boleh dibilang pulau ini merupakan pulau terakhir yang terjaga dan dikagumi masyarakat luas.

Lantaran orang Nias memiliki kecenderungan sulit mengucapkan huruf terakhir pada setiap kata, nama pulau ini jadi berubah. Makanya tak heran kalau hingga kini pulau ini dikenal luas dengan nama Pulau Asu.

Pulau Asu bak kepingan surga yang jatuh ke bumi

Hal pertama yang akan kita saksikan ketika tiba di Pulau Asu adalah birunya air laut dan langit. Pemandangan pantai yang bersih dan asri menjadikan pulau ini bak kepingan surga yang jatuh ke bumi. Air laut yang jernih, pasir pantai yang bersih, serta angin sepoi-sepoi membuat siapa pun betah berlama-lama di sini. Lantaran pulau ini belum terlalu populer, saat berlibur ke sini kita bisa merasakan seolah sedang berlibur di pulau pribadi.

Nggak perlu takut mati gaya di pulau ini. Ada beberapa aktivitas seru yang bisa kita lakukan seperti surfing, diving, hingga snorkeling. Ketinggian ombak yang mencapai 4-7 meter dan panjang ombak sekitar 200 meter sangat cocok untuk berselancar ria. Jangan heran kalau beberapa wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke sini untuk surfing.

Keindahan bawah laut Pulau Asu juga tak kalah menarik. Air laut yang jernih membuat kita bisa melihat dengan jelas beragam jenis terumbu karang dan biota laut di sini. Sempatkanlah diving dan snorkeling minimal sekali seumur hidup di sini biar nggak menyesal.

Cara berkunjung

Untuk dapat berkunjung ke pulau terluar Indonesia ini, kita perlu menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dari Bandara Kualanamu di Medan, kita harus menggunakan pesawat menuju Bandara Binaka di Gunungsitoli. Selanjutnya, dari Kota Gunungsitoli, kita harus menempuh perjalanan darat ke Sirombu selama kurang lebih 3 jam. Dari Sirombu, kita bisa memilih naik speedboat atau kapal untuk menuju Pulau Asu. Apabila naik speedboat, waktu yang dibutuhkan sekitar 40 menit, sementara kalau naik kapal butuh waktu sekitar 2 jam.

Baca Juga:

Sebagai Orang Surabaya, Saya Pikir Jalanan Medan Sudah Paling Barbar, Ternyata Jalan Jamin Ginting Jalur Karo Lebih Tidak Beradab

Pulau Maratua di Kalimantan Timur Indah, tapi Jarang Dilirik Wisatawan

Fasilitas

Lantaran kawasan wisata Pulau Asu belum terlalu populer dibandingkan dengan kawasan wisata serupa, fasilitas yang tersedia di sini belum lengkap. Tapi nggak usah khawatir, fasilitasnya cukup memadai kok kalau mau berlibur ke sini.

Di Pulau Asu, kita bisa menjumpai penginapan dan homestay dari rumah warga lokal. Kalau pengin liburan di sini, kita bisa menyewa kamar atau homestay tersebut.

Soal makan nggak perlu khawatir, di sini banyak warung makan yang dibuka oleh warga lokal, kok. Kebanyakan menjual menu seafood segar yang tentu saja akan memanjakan lidah kita.

Gimana, tertarik untuk liburan ke pulau terluar Indonesia ini? Dijamin betah deh berlibur di sini.

Penulis: Wardah Sawitri Polem
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Pulau Terluar Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2023 oleh

Tags: niasPulau Asupulau terluarsumatra utara
Wardah Sawitri Polem

Wardah Sawitri Polem

Lahir dan besar di sebuah pulau kecil di barat Pulau Sumatera. Saat ini bekerja sebagai freelance writer di beberapa media online. Banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku.

ArtikelTerkait

Pulau Maratua di Kalimantan Timur Indah, tapi Jarang Dilirik Wisatawan

Pulau Maratua di Kalimantan Timur Indah, tapi Jarang Dilirik Wisatawan

7 Agustus 2024
Rekomendasi 10 Makanan Khas Batak Halal yang Menggugah Selera

Rekomendasi 10 Makanan Khas Batak Halal yang Menggugah Selera

17 November 2023
Jalan Keramik Sudirman Medan, Niatnya Estetik Malah Berujung Kritik

Jalan “Keramik” Sudirman Medan, Niatnya Estetik Malah Berujung Kritik

29 November 2023
Uniknya Segmentasi Koran di Sumatra Utara terminal mojok

Uniknya Segmentasi Koran di Sumatra Utara

9 Februari 2021
Sopan Santun Sumatera Utara yang Perlu Diketahui Orang dari Pulau Jawa

Sopan Santun di Sumatera Utara yang Perlu Diketahui Orang dari Pulau Jawa

21 Juni 2024
4 Hal yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Pulau Terluar Indonesia Terminal Mojok

4 Hal yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Pulau Terluar Indonesia

2 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.