Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Aral Rintangan yang Saya Lewati hingga Berhasil Mengurus Pindah TPS di Jakarta

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
13 Januari 2024
A A
Aral Rintangan yang Saya Lewati di KPU hingga Berhasil Mengurus Pindah TPS di Jakarta

Aral Rintangan yang Saya Lewati di KPU hingga Berhasil Mengurus Pindah TPS di Jakarta (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mengurus proses pindah TPS di Jakarta ternyata lumayan ribet, tapi worth banget untuk dicoba. KPU keren!

Pemilu 2024 adalah ketiga kalinya saya akan memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Jelas ya, pada dua pemilu sebelumnya saya tidak golput. Saya percaya bahwa metode pemilu dan konsep demokrasi saat ini adalah yang paling masuk akal. Kalaupun pada praktiknya presiden yang terpilih mblenjani janji, serta dengan terang-terangan menunjukkan sikap yang wagu dan ora mutu, ya itulah risiko demokrasi.

Tahun ini, saya juga akan tetap menggunakan surat suara saya. Apalagi karena terdapat dua Calon Presiden baru yang berbeda dan lebih wangun dari 2014 dan 2019, setidaknya dari segi public speaking. Perkara programnya kelak dapat diimplementasikan dengan baik atau tidak, itu urusan lain.

Nah, karena saat ini saya tinggal di Jakarta sebagai tempat domisili yang berbeda dari alat KTP saya, maka saya harus mengurus berkas dan proses pindah TPS agar setidaknya dapat tetap memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Apesnya, ternyata mengurus pindah memilih nggak sesederhana itu, but it worth to try, begini pengalaman saya.

Informasi pindah memilih

Detail informasi tentang pindah memilih sebenarnya bisa didapatkan dari akun-akun media sosial KPU. Termasuk dari beberapa KPU Kota/Kabupaten yang cukup aktif di medsos. Sayangnya, nggak semua akun KPU memberikan penjelasan yang komprehensif dan paripurna tentang syarat dan tata cara pindah memilih. Kebanyakan informasi pindah memilih yang saya dapatkan dari medsos hanya mencantumkan 6-9 alasan pindah memilih.

Beberapa akun KPU di medsos ada yang menjelaskan berkas apa saja yang harus disiapkan sebelum mengurus pindah memilih ke kantor KPU/PPS. Berdasarkan pengalaman saya, syarat-syarat yang dicantumkan itu pun terkadang kurang lengkap, sehingga saya—dan banyak orang lain—mesti bolak-balik sebelum akhirnya benar-benar mendapatkan surat pindah memilih.

Petugas PPS Kelurahan

Saya tinggal di Kelurahan Jatinegara, dikarenakan informasi pindah memilih masih ‘buram’, saya memutuskan pergi ke Kecamatan Cakung pada Jumat pagi. Sayangnya, kantor PPS di sana tutup. Kemudian, oleh satpam saya diarahkan ke Kelurahan Penggilingan, yang mana memang lebih dekat dari lokasi domisili saya. Meskipun secara administratif saya tinggal di wilayah Kelurahan Jatinegara.

Saya kemudian dapat menemui petugas PPS di Kelurahan Penggilingan, berbekal fotokopi KTP dan KK – berkas untuk mengurus pindah memilih sesuai dengan informasi yang saya dapatkan di medsos. Sayangnya, sampai di situ saya diarahkan untuk melengkapi berkas lain. Berupa surat pernyataan bermaterai bahwa sedang bekerja di luar alamat KTP dengan domisili di Jakarta sesuai dengan tempat tinggal saya saat ini.

Baca Juga:

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

Salah pindah TPS

Setelah berkas dilengkapi, saya kemudian dilayani dengan seorang petugas yang dilengkapi dengan laptop, printer, dan cap KPU. Meskipun telah menyerahkan berkas secara fisik, saya diminta untuk mengirimkan foto KTP, KK, dan surat pernyataan ke kontak WhatsApp petugas.

Selain itu, informasi lain yang ditanyakan kepada saya adalah alamat email dan tujuan TPS mana yang sedianya akan kita datangi 14 Februari nanti. Saya menyebutkan nomor TPS 2XX sebagai lokasi terdekat dari tempat tinggal saya, setelah mendapatkan informasi dari tetangga terdekat.

Saya berulang kali menjelaskan bahwa saya tinggal di wilayah Kelurahan Jatinegara dan Alamat lengkapnya juga saya tuliskan di surat pernyataan. Apesnya, ketika surat pindah memilih sudah dicetak, which is secara sistem sudah tercatat di cekdptonline.kpu.go.id bahwa saya akan memilih di TPS 2XX, si petugas barulah menyadari bahwa saya tinggal di Jatinegara, bukan di Penggilingan. Duar, masalah dimulai.

Pindah TPS, lagi

Saya sudah cukup hopeless pada waktu itu karena membayangkan harus mencari lokasi TPS 2XX di wilayah Kelurahan Penggilingan yang saya tidak pernah tahu daerahnya. Esok harinya yang mana merupakan Sabtu, dengan niat yang tulus, saya akhirnya memutuskan untuk menuju Kelurahan Jatinegara agar mendapatkan informasi yang lebih terang tentang penyelesaian masalah ini.

Voila, ternyata kantor PPS Kelurahan tetap buka meskipun hari Sabtu. Ini pantas diapresiasi mengingat pada umumnya layanan kantor pemerintahan dapat dipastikan tutup di akhir pekan. Saya kemudian diarahkan menuju kantor KPU Kota Jakarta Timur. Sebab, hanya petugas di sana yang dapat melakukan pembatalan secara sistem dan memindah kembali lokasi kelurahan TPS saya dari Penggilingan ke Jatinegara.

KPU Kota memang keren

And guess what, KPU Kota tetap buka hingga jam 5 sore meskipun hari Sabtu dan Minggu. Sungguh prestasi tertinggi dari sebuah institusi pemerintah, buka di akhir pekan. KPU Kota juga memiliki petugas yang lebih banyak dengan sistem antrean yang lebih rapi. Ambil contoh KPU Kota Jakarta Timur yang saya datangi. Ada empat petugas pindah memilih yang stand by di depan laptop dan printer masing-masing.

Nah, untuk membatalkan lokasi TPS saya di Penggilingan, petugas membutuhkan nomor token yang telah dikirimkan pada email saya sejak Jumat. Prosesnya sangat cepat. Notifikasi pembatalan pindah memilih kemudian langsung masuk ke email saya, dilanjutkan notifikasi lokasi pindah memilih saya yang baru. Tidak ada delay pemberitahuan email seperti yang sering saya takutkan dari tetek bengek digitalisasi layanan institusi pemerintah.

Well, overall saya kasih nilai 7/10 lah buat KPU tahun 2024 ini. Kalau kamu nanti nyoblos di mana?

Penulis: Adi Sutakwa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cara dan Syarat Pindah Tempat Pemungutan Suara, Mudah dan Tidak Ribet

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2024 oleh

Tags: JakartaKPUpindah TPStata cara
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

Pondokgede, Kecamatan yang Sering Disalahpahami: Dikira Jakarta, Padahal Bekasi!

Pondokgede, Kecamatan yang Sering Disalahpahami: Dikira Jakarta, Padahal Bekasi!

3 Maret 2024
Sleeper Bus_ Transportasi Roda Karet Paling Nyaman_ terminal mojok PO Bus mudik

Rekomendasi PO Bus untuk Mudik dari Jakarta ke Daerah Pantura  

16 April 2023
Stasiun Metland Telagamurni, Penyelamat Pekerja Jakarta yang Tinggal di Pinggiran Kota Mojok.co

Stasiun Metland Telagamurni, Penyelamat Pekerja Jakarta yang Tinggal di Pinggiran Kota 

7 Januari 2024
Jalan Gatot Subroto Jakarta, Musuh Besar Pengendara Motor (Unsplash)

Jalan Gatot Subroto, Musuh Besar Bagi Pengendara Motor di Jakarta yang Harus Melawan Kemacetan, Jalanan Sempit, dan Ranjau Paku!

27 April 2024
4 Hal yang Wajar di Bogor tapi Tidak Lumrah di Jakarta

4 Hal yang Wajar di Bogor, tapi Tidak Lumrah di Jakarta

14 Agustus 2025
Ritual Memutari Ring Road Jogja, Wahana Pelepas Galau ala Muda-mudi Setempat terminal mojok.co

3 Hal Lumrah bagi Pengemudi Jakarta, tapi Tidak Lumrah Dilakukan di Jogja

2 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Apa yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

Apa sih yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

11 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
  • Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.