Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Prediksi Kondisi Dunia Kerja Setelah Pandemi: Mungkinkah akan Ada Perekrutan Besar-besaran?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 April 2021
A A
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sekira satu tahun yang lalu, pandemi membikin para pekerja kantoran juga banyak perusahaan kalang kabut. Kondisi dunia kerja berubah. Mesti adaptasi dalam banyak aspek: proses bekerja, meeting rutin, komunikasi dengan rekan kerja satu dengan yang lain, hanya menjadi sebagian di antaranya. Klimaksnya adalah PHK bagi karyawan yang, boleh dibilang, mungkin tidak diinginkan sama sekali oleh perusahaan itu sendiri. Namun, karena kondisi finansial harus tetap seimbang dan bisnis harus tetap berproses, mau tidak mau, suka atau tidak, para pekerja menjadi kena imbasnya.

Sampai dengan tulisan ini dibuat, pandemi masih menghantui siapa pun, di mana pun lokasinya. Tak terkecuali para pekerja, tentunya. Bahkan, selama 2020, banyak pekerja dipaksa bekerja dari rumah masing-masing. Hanya pekerja di bidang tertentu yang dipaksa bertahan untuk bekerja langsung di tempat atau lapangan sebagaimana biasanya.

Lantas, setelah setahun lebih pandemi menghantam segala aspek di ruang lingkup pekerjaan, bagaimana situasi dan kondisi dunia kerja setelahnya—khususnya dari sisi perekrutan? Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa PHK terjadi di mana-mana.

Berkaitan dengan hal tersebut, apakah saat ini dan dalam beberapa waktu ke depan akan ada perekrutan secara besar-besaran dari beberapa perusahaan, dan kondisi dunia kerja kembali seperti dulu kala?

Realitasnya, proses perekrutan berjalan sebagaimana biasanya. Tidak nihil, tidak juga secara besar-besaran. Biasa-biasa aja gitu. Sulit dimungkiri hal ini bisa terjadi karena menyesuaikan kebutuhan perusahaan.

FYI, perhitungan kebutuhan karyawan terkini tidak selalu sama dengan total karyawan yang di-PHK sebelumnya. Misalnya, jika sebelumnya karyawan yang di-PHK ada sepuluh orang, secara perlahan di waktu mendatang kebutuhannya bisa tidak lagi sama. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor. Dua yang patut di-highlight adalah, pertama, pertimbangan efisiensi biaya. Kedua, setelah melalui evaluasi, pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan sepuluh orang, ternyata masih bisa dihandle oleh 5-7 orang, misalnya.

Khusus di tengah pandemi seperti sekarang ini, rasa-rasanya wajar jika sebagian perusahaan menerapkan kalkulasi tersebut agar roda bisnis terus berputar. Proses perekrutan tidak dilakukan secara besar-besaran dan harus melalui perhitungan yang sangat matang agar tidak surplus.

Sedangkan di ruang lingkup pekerjaan secara formal, sangat besar kemungkinan para karyawan akan dihadapkan dengan situasi yang, meski tidak asing, namun harus tetap beradaptasi dengan hal tersebut karena durasi dan intensitas yang berbeda. Semuanya serba online: meeting, proses end to end dengan para kandidat, sampai dengan proses kerjanya.

Baca Juga:

5 Dosa Jurusan Ekonomi yang Bikin Lulusannya Kagok di Dunia Kerja

Batas Usia Kerja Nyata Menyiksa Pencari Kerja dengan Usia di Atas 30 Tahun Seperti yang Saya Rasakan

Terkait proses seleksi karyawan secara online, saya–mungkin juga banyak HRD di luar sana–pun merasakan bagaimana dan apa saja kendala yang dihadapi. Koneksi internet, situasi dan suasana yang kadang kala tidak kondusif, dan lain sebagainya.

Soal lokasi kerja, boleh jadi tuntutan karyawan untuk bekerja di rumah—atau setidaknya dengan sistem shifting/secara bergantian siapa yang stand by di kantor—akan terus dilakukan dalam waktu mendatang. Nggak semua-muanya, memang. Namun, siapa tahu jika dirasa efektif, efisien, dan bisnis tetap berjalan dengan baik, secara perlahan dan bertahap, para karyawan akan bekerja dari rumah masing-masing. Semua pekerjaan diproses secara remote.

Sampai pada akhirnya, keberadaan kantor dirasa lebih fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan. Kalaupun perlu, tidak menutup kemungkinan kapasitas kantor akan lebih memerhatikan seberapa banyak komposisi karyawan yang aktif di kantor. Sehingga akan efisien dari segi penggunaan listrik, kertas (karena semuanya serba online dan digital), dan komponen lainnya.

Namun dalam prosesnya, bekerja serba online—apalagi di rumah dalam waktu yang lama—disadari atau tidak, punya efek laten yang sangat menyebalkan: karyawan rentan jenuh dan kecenderungan burnout akan meningkat. Ujung-ujungnya akan bersinggungan dengan kesehatan mental. Lantaran jam kerja yang bukan hanya fleksibel, tapi juga bisa jadi lebih panjang.

Selain itu, meeting online bisa dilakukan kapan pun secara serampangan dan serasa nggak ada habisnya. Saat menemui kendala ada kalanya tidak bisa langsung melakukan problem solving karena harus melalui proses diskusi yang tidak mudah. Intensitas interaksi dengan rekan kerja yang dirasa berkurang dari sebelumnya, dan seterusnya. Semua saling berkaitan satu sama lain.

Harus diakui bahwa, bagi perusahaan dan karyawan, proses adaptasi secara menyeluruh dalam menghadapi pandemi memang sangat berat. Apalagi daya adaptasi setiap orang berbeda-beda. Belum lagi tuntutan pekerjaan yang sering kali bikin mumet. Maka, sudah sewajarnya kesehatan dan ketahanan mental pun tetap harus dijaga dengan baik. Dalam hal ini, tidak bisa tidak, kolaborasi antara karyawan dan perusahaan sangat diperlukan agar dapat mencapai tujuan bersama. Kondisi dunia kerja yang seperti sekarang, mau tak mau, bikin kita harus gesit dalam mencari solusi.

BACA JUGA Psikotes Nggak Perlu Dimanipulasi, Recruiter Paham Mana yang Alami dan Nggak dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2021 oleh

Tags: kondisi dunia kerjapandemiperekrutanPHK
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

lulus kuliah mau jadi apa kerja apa overthinking insomnia quarter life crisis wabah corona pandemi corona anak muda umur 20-an mojok.co

Dipecat Saat Pandemi Bener-bener Nggak Enak dan Nyusahin

21 Januari 2021
virus corona masker sampah kesehatan bekas pakai operasi masker mojok.co

Bagi Saya, Operasi Masker Itu Sangat Tidak Efektif

7 Oktober 2020

Kombo Menyebalkan Fans Rachel Vennya yang Bilang: Buna Berhak Bahagia

15 Oktober 2021
Najwa Shihab kok Berani-beraninya Interview Menteri Terawan tapi Kursinya Kosong Gitu? terminal mojok.co

Najwa Shihab kok Berani-beraninya Interview Menteri Terawan tapi Kursinya Kosong Gitu?

29 September 2020
Oknum Ngaku 'Nakes' Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi terminal mojok.co

Oknum Ngaku ‘Nakes’ Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi

10 Juli 2021
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Sebenarnya Guru pada Kangen Ngajar, tapi…

11 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.