Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pesan buat PPPK, Stop Merengek untuk Dijadikan PNS, Permintaan Kalian Itu Absurd dan Nggak Masuk Akal

Sholihul Abidin oleh Sholihul Abidin
24 Oktober 2025
A A
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini masyarakat kita seolah sedang dibelah dengan kapak bernama “wacana pengangkatan PPPK menjadi PNS” yang membuat masyarakat seketika heboh. Grup-grup ASN, forum pejuang CPNS, hingga kolom komentar media sosial mendadak berubah jadi ajang debat nasional. Ada yang pro, ada yang kontra, tapi yang paling keras tentu suara mereka yang pernah jungkir balik belajar SKD dan SKB demi selembar NIP, serta para fresh graduate yang tak sabar ikut meramaikan pertarungan seleksi CPNS.

Sementara di sisi lain, sebagian PPPK yang dulunya honorer tampak memasang wajah penuh harap. Wacana ini seolah membuka jalan pintas menuju status impian: PNS, alias pegawai tetap dengan segala kemapanannya. Tapi sayangnya, jalan pintas itu justru bikin publik pengin geleng kepala sambil bilang: lho, emangnya semudah itu jadi PNS?

PPPK otomatis diangkat jadi PNS, jalan pintas yang bisa merusak sistem

Wacana ini muncul seiring pembahasan revisi UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN di DPR. Salah satu poinnya adalah kemungkinan pengangkatan PPPK menjadi PNS tanpa melalui seleksi baru. Argumennya sederhana: mereka sudah bekerja untuk negara, jadi kenapa harus tes lagi?

Masalahnya, logika ini bisa bikin rusak sistem yang selama ini dibangun dengan susah payah. Prinsip seleksi ASN itu adalah kompetisi terbuka dan sistem merit yang berlaku. Siapa yang terbaik, dialah yang lolos. Kalau kemudian ada jalur istimewa tanpa tes, ya buat apa selama ini ada ujian CPNS yang katanya “ketatnya melebihi seleksi masuk surga”?

Bayangkan betapa ironisnya bagi para CPNS yang dulu harus rela belajar ribuan soal Tes Intelegensia Umum, hafal Pancasila ayat per ayat, bahkan ikut les “SKD kilat” dengan biaya jutaan. Sekarang mereka harus mendengar kabar bahwa ada kelompok yang bisa langsung loncat ke status PNS tanpa satu pun soal CAT dengan passing grade-nya.

PNS itu dipersiapkan untuk karier jangka panjang dengan segala tanggung jawabnya sebagai aparatur negara. Sementara PPPK adalah pegawai kontrak dengan masa kerja tertentu. Dua-duanya memang ASN, tapi fondasinya beda. Kalau tiba-tiba PPPK diangkat jadi PNS tanpa proses seleksi, ini bukan lagi soal efisiensi, tapi soal keadilan yang dipotong separuh jalan.

Belum lagi, kalau semua 1,7 juta PPPK diangkat otomatis, menurut Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, pemerintah bisa saja melakukan moratorium penerimaan CPNS selama 5 sampai 7 tahun. Artinya, para fresh graduate yang jumlahnya sekitar 1,8 sampai 1,9 juta setiap tahunnya bakal kehilangan kesempatan bersaing di jalur CPNS. Bisa dibayangkan murkanya para Gen Z yang baru lulus kuliah tapi harus menunggu sampai usia nyaris kepala tiga hanya untuk ikut seleksi ASN lagi.

Dikasih hati, jangan minta jantung

Kalau sudah begitu, DPR dan Pemerintah perlu berhenti berpikir pendek. Ini bukan sekadar soal menaikkan status, tapi soal menjaga kepercayaan publik pada sistem rekrutmen ASN. Dulu waktu masih honorer, PPPK sudah dapat angin segar: ada kontrak resmi, ada gaji dari APBN/APBD, ada tunjangan. Sekarang, baru sebentar menikmati status ASN kontrak, sudah minta jadi PNS penuh waktu.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Ibarat pepatah lama: dikasih hati, malah minta jantung.

Tentu kita bisa paham keinginan PPPK untuk hidup lebih layak. Tapi keinginan itu jangan sampai menabrak prinsip keadilan. Kalau mau jadi PNS, ya silakan ikut jalur CPNS seperti yang lain. Pemerintah bahkan bisa saja membuat kebijakan khusus, misalnya tanpa batas usia bagi PPPK yang mau ikut seleksi CPNS. Itu lebih elegan daripada jalur “rengekan massal” ke DPR.

Sebab, jadi PNS itu bukan sekadar ganti seragam dan dapat tunjangan tetap. Ada proses panjang, ada latihan dasar dan aktualisasi yang harus dijalani, dan juga pengorbanan gaji 80% saat tahun pertama. Semua itu tak bisa diganti dengan janji populis atau simpati politik.

Negara ini memang perlu ASN yang berdedikasi, tapi juga perlu sistem yang adil dan kredibel. Kalau semuanya bisa naik pangkat hanya karena wacana politis, nanti jangan salahkan kalau anak-anak muda mulai berpikir: buat apa belajar keras, kalau ujung-ujungnya yang menang adalah yang paling kencang merengek?

Penulis: Sholihul Abidin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA PPPK Paruh Waktu: Nama Baru, tapi Gaji Tetap Segitu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2025 oleh

Tags: asnpengangkatan PPPKpnsPPPKtes cpns
Sholihul Abidin

Sholihul Abidin

Warga sipil biasa yang selalu ingin tahu dunia bekerja.

ArtikelTerkait

Pendaftaran CPNS 2024 Membingungkan, Pemerintah Nggak Belajar dari Pengalaman

Pendaftaran CPNS 2024 Membingungkan, Pemerintah Nggak Belajar dari Pengalaman

29 Agustus 2024
4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial (Unsplash)

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

3 November 2025
Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya terminal mojok.co

Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya

28 Januari 2022
pns

Dampak Positif Kalau PNS Beneran Kerja Dari Rumah

10 Agustus 2019
Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi cpns 2023

Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi

28 Mei 2022
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

8 Dosa Besar PNS ketika Melakukan Perjalanan Dinas

6 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.