Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bagaimana Warga Banten Bisa Bahagia kalau Kotanya Dicengkeram Korupsi dan Politik Dinasti?

Maryza Surya Andari oleh Maryza Surya Andari
6 Februari 2024
A A
Apa Efek Politik Dinasti dan Korupsi? Tentu Saja Warga yang Tak Bahagia. Bukan Begitu, Banten?

Apa Efek Politik Dinasti dan Korupsi? Tentu Saja Warga yang Tak Bahagia. Bukan Begitu, Banten? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Episode demi episode menuju Pilpres 2024 yang seru turut mempopulerkan politik dinasti. Dalam pusaran keviralan istilah yang semakin tenar ini, warga Banten adem ayem saja. Pasalnya, politik dinasti adalah hal yang abadi di provinsi ini.

Dikutip dari laman Mahkamah Konstitusi RI, Politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga. Politik dinasti tidak dilarang di Indonesia, bahkan secara hukum MK menjamin hak konstitusional warga negara untuk dipilih dan memilih yang tertuang dalam Putusan MK Nomor Nomor 011-017/PUU-I/2003.

Sedikit cerita tentang dinasti Ratu Atut. Dinasti Politik keluarga Ratu Atut diinisiasi oleh ayahnya Tubagus Chasan Sochib seorang pengusaha, politikus, dan jawara Banten. Sukri (2020) meneliti kuatnya politik dinasti Keluarga Ratu Atut yang tidak hancur walaupun Ratu Atut dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana sama-sama tertangkap KPK di tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan dinasti politik keluarga Atut adalah Octopussy Dynasty yaitu bentuk jaringan kekuasaan dan strategi politik yang mengakar sangat kuat. 

Kalau ingin memahami lebih mudah tentang dinasti Ratu Atut, bisa cek artikel ini.

Ratu Atut seharusnya bebas pada 2026. Berkat remisi, ia dapat menghirup udara bebas di tahun 2022. Walaupun mendekam di penjara, dinasti keluarga Ratu Atut tetap menggurita di wilayah Banten. Ibu tiri, adik kandung, adik tiri, anak, menantu, ipar hingga keponakan Ratu Atut masih aktif menjabat sebagai kepala daerah dan lembaga legislatif hingga kini.

Banten swasta vs negeri

Kuatnya dinasti politik di Banten menyebabkan kesenjangan yang luar biasa. Ada sebagian wilayah Banten yang serupa seperti di luar negeri. Jalanan lebar dengan pedestrian yang nyaman dan manusiawi, gulungan kabel tersimpan di dalam tanah dengan rapi, serta petugas sekuriti di setiap sudut kota mandiri. Tentu saja wilayah ekslusif ini adalah area yang dikembangkan oleh pihak swasta.

Bagaimana dengan wilayah lain di Banten yang dikelola langsung pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya? Pertanyaan yang sarkastik, tentu saja. Karena semua warga Banten sudah paham betapa senjangnya Banten made by swasta vs pemda.

Secara kasat mata, infrastruktur dan fasilitas yang dibangun oleh Pemda terlihat buruk dan serampangan. Perbaikan jalan yang tidak kunjung selesai, banjir karena drainase yang buruk, hingga pembangunan stadion yang tidak terpakai. Ya, Banten International Stadium dibangun senilai 1 triliun rupiah dan sudah diresmikan, tetapi tidak pernah digunakan untuk event berskala besar. Bikin bertanyea-tanyea nggak sih?

Baca Juga:

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

3 Tempat Wisata Underrated di Lebak Banten yang Perlu Perhatian Pemerintah Setempat

Angka harapan hidup terendah

Bagaimana dengan pembangunan yang tidak kasat mata alias pembangunan manusia di Banten? Menyedihkan. Data BPS tahun 2022 menunjukkan bahwa 3 kota di Pulau Jawa dengan angka harapan hidup (AHH) terendah diraih oleh provinsi Banten. Ketiga kota/kabupaten dengan ranking teratas tersebut adalah Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon. Nominasi AHH terendah dari Banten lainnya adalah Kabupaten Lebak di peringkat 5 dan Kota Serang di peringkat ke-9.

AHH adalah salah satu dari empat komponen indeks pembangunan manusia. Angka Harapan Hidup didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. AHH menjadi penting karena merupakan indikator kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk. Indikator ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, ketersediaan pangan, pendidikan dan kebijakan pemerintah.

Lupa bahagia di Banten

Selain tingkat AHH yang rendah, Banten juga sukses dinobatkan sebagai provinsi yang paling tidak bahagia di Indonesia. Survei ini dihelat pada tahun 2018-2020 dengan responden perwakilan warga Banten sejumlah 1600 orang. Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik setiap 3 tahun sekali ini melakukan penghitungan berdasarkan indeks kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).

Kebahagiaan memang bersifat subjektif, tapi BPS mengklaim metodologi yang digunakan bersifat ilmiah dan kompleks. Hasil survei indikator ketidakbahagiaan warga bisa menjadi kritik yang konstruktif bagi pemerintah. Tapi kenyataannya PJ Gubernur lebih memilih playing victim dan mempertanyakan keabsahan survei BPS.

Buruknya angka harapan hidup dan rendahnya indikator kebahagiaan warga jelas-jelas merupakan red flag tata kelola anggaran pemerintah Provinsi Banten. Ironinya, provinsi yang menempel dengan DKI Jakarta ini sebenarnya masuk jajaran provinsi yang menerima penanaman modal asing terbanyak. Periode Januari-Juni 2023, Banten ada di urutan ke-6 provinsi dengan realisasi investasi PMA dan PMDN senilai total Rp 50,6 Triliun.

Lima puluh koma enam triliun angka realisasi investasi asing dan dalam negeri itu nilai yang sangat besar, lho! Namun sangat kontradiktif dengan fakta bahwa Banten adalah provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di RI tahun 2023. Mengapa nilai investasi ini tidak tercermin pada kesejahteraan warganya?

Penelitian yang dilakukan oleh Setyaningrum dan Saragih (2019) menunjukkan bahwa dinasti politik terbukti memperlemah pengaruh positif belanja pemerintah daerah dan kinerja keuangan pemerintah daerah. Apa benar demikian? Mari kita bedah tipis-tipis APBD Provinsi Banten.

Bedah APBD tipis dikit

Belanja APBD Banten Tahun 2023 hingga Desember 2023 senilai 9.9 Triliun Rupiah dengan persentase belanja terbesar pada belanja pegawai senilai hampir 2 Triliun Rupiah (20%), belanja barang dan jasa senilai 3,8 Triliun Rupiah (38%) dan belanja modal 920 Milyar Rupiah (9,2%). Bandingkan betapa jomplangnya dengan nilai belanja untuk bantuan sosial 12 Milyar Rupiah (0,12%) dan bantuan keuangan 191 miliar (1,9%).

BPS Banten mencatat tingkat kemiskinan di Banten periode Maret 2023 memang menurun 3500 jiwa dibandingkan periode September 2022. Namun demikian indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Banten pada Maret 2023 justru mengalami kenaikan dari September 2022 terhadap Maret 2023. Artinya apa sih? Masih banyak warga miskin dan semakin parah miskinnya! Total bantuan sosial dan keuangan untuk warga pada APBD Banten hanya sekitar dua persenan, itu pun kalau tidak dikorupsi.

Monopoli kekuasaan di Provinsi Banten menyebabkan pengawasan terhadap anggaran dan kebijakan melemah. Kurangnya pengawasan legislatif dan eksekutif karena masih keluarga sendiri adalah faktor suburnya korupsi di wilayah Banten. Keadaan ini diperparah dengan rendahnya partisipasi politik masyarakat Banten pada pilkada tahun 2015 dan 2017 yang berada di bawah 65 persen. Sehingga yang terpilih ya dia lagi dia lagi.

Kesenjangan itu biasa di Banten

Berbagai data dan statistik baik yang resmi maupun tidak telah memperlihatkan kebobrokan pembangunan di Banten. Mau heran tapi beneran, di Banten kesenjangan seperti dianggap biasa saja. Padahal dengan angka investasi yang fantastis dan pembayaran pajak daerah oleh warga yang tinggal di kota mandiri, pemerataan pembangunan seharusnya menjadi sesuatu yang mungkin.

Bahagia ternyata tak sederhana. Memang banyak hal sederhana yang bisa bikin bahagia, tapi di belahan bumi lain, sebut saja Banten, bahagia terasa mahal. Sebab, kebahagiaannya sudah dimonopoli satu keluarga saja. 

Penulis: Maryza Surya Andari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Surat untuk Luhut: Tol Serang Panimbang Wujud Penderitaan Warga Lebak Banten

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2024 oleh

Tags: angka harapan hidupBantenKorupsipolitik dinasti
Maryza Surya Andari

Maryza Surya Andari

Ibu bekerja yang bercita-cita menjadi penulis.

ArtikelTerkait

bupati kudus

Sesungguhnya, Bupati Kudus Adalah Lagu Usang yang Telah Menjadi Primadona Para Pejabat Kita

1 Agustus 2019
Dana Desa 10 M buat Apa? Buat Dikorupsi?

Dana Desa 10 M buat Apa? Buat Dikorupsi?

2 Februari 2023
Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK unila

Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK

3 Juni 2022
Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidupnya Lebih Mahal  Mojok.co politik jogja

Politik Khas Jogja: Darah Birumu Penentu Suaraku

9 November 2023
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Mau Pakai Alasan Apa pun, Korupsi Jelas-jelas Nggak Bisa Dibenarkan

10 Desember 2020
Pandeglang, Gambaran Nyata Daerah yang Terabaikan dan Tersisihkan

Pandeglang, Gambaran Nyata Daerah yang Terabaikan dan Tersisihkan

5 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.