Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga

Agung Anugraha Pambudhi oleh Agung Anugraha Pambudhi
7 September 2023
A A
Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga

Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rencana pembangunan PLTS di Batam, meski niatnya baik, tetap saja kurang tepat.

Pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi masalah global yang hingga kini masih menimbulkan polemik di masyarakat dunia. Dengan ini diperlukan tindakan efektif dan solutif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu langkah penting dalam mengurangi emisi tersebut adalah dengan mengembangkan sumber energi terbarukan yang bersih dan berkelanjutan.

Salah satu sumber energi terbarukan yang sangatlah potensial di Indonesia karena kondisi geografisnya adalah energi surya. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, perairan yang mengelilinginya dan cahaya matahari yang cukup sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS Terapung).

Salah satunya Kota Batam, daerah yang memiliki waduk dengan daya tampung cukup besar. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mewacanakan pembangunan PLTS terapung dari kelebihan yang dimiliki Kota Batam itu. Mengingat adanya aktivitas industri yang dilakukan pabrik-pabrik yang ada di Batam juga cukup intensif dalam menghasilkan berbagai bentuk polusi dan kerusakan lainnya.

Kota industri yang memaksimalkan energi, katanya

Kota Batam yang notabenenya merupakan salah satu kota industri terbesar di Indonesia pasti akan selalu tidak luput dengan namanya polusi dan penggunaan bahan bakar fosil. Namun, betapa wow-nya ketika mendengar bahwasanya Batam akan bertransformasi menjadi kota yang ramah akan lingkungan karena akan mencanangkan beberapa perubahan yang signifikan. Pembangunan PLTS akan dicanangkan demi menciptakan lingkungan yang baik dengan memanfaatkan beberapa waduk yang ada.

PLN yang berencana membangun PLTS apung berkapasitas 42 megawatt peak (MWp) di waduk Duriangkang yang bervolume 106,7 juta meter kubik untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Batam. Terdengar sangat bombastis bukan? Tidak hanya lingkungan yang semakin baik, perekonomian wilayah juga didorong maju.

Membangun PLTS di negeri sendiri yang manfaatnya malah untuk negara tetangga

Adanya pembangunan PLTS di beberapa waduk Batam menjadi sebuah dilema besar bagi Indonesia saat ini. Dalam satu sisi hal ini akan membentuk sebuah prospek besar bagi Indonesia dalam mendistribusikan kebermanfaatan kepada negara tetangga yaitu Singapura. Tetapi di sisi lain negara kita malah seakan-akan belum bisa memaksimalkan dan mengaplikasikannya di negeri sendiri. Singapura dipilih karena dirasa menjadi negara yang letak geografisnya paling dekat dan paling siap dalam menyerap listrik tenaga surya dalam skala besar. Selain itu “katanya” juga karena ingin membangun keharmonisan dan hubungan bilateral antar kedua negara. Ya, entah lah, elit pemerintah yang hanya bisa menjawab.

Proyek pembangunan PLTS yang dicanangkan di Waduk Duriangkang ini rencananya akan dimulai pada 2024 mendatang. Listrik sekitar 2 gigawatt yng akan dipasok ke Singapura melalui kabel bawah laut. Hal ini merupakan sebuah komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim yang cukup ekstrem dan pengurangan penggunaan listrik batubara.

Baca Juga:

Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Overrated yang Pernah Saya Kunjungi: Bandara Internasional tapi Kayak Terminal

Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

Tapi, rasanya aneh sebenarnya. Menekan perubahan iklim yang ekstrem tetapi masyarakat kita masih banyak juga yang senang menggunakan bahan bakar fosil. Walau disamping itu Indonesia nantinya akan tetap mendapatkan manfaat dari investasi asing yang mengembangkan PLTS. Sebab, Singapura juga sedang berupaya beralih dari penggunaan gas alam ke sumber energi terbarukan.

Masyarakat terancam dirugikan, negara lain bahagia

Waduk yang digunakan sebagai sumber kehidupan masyarakat Batam kini dicanangkan akan didirikan sebagai salah satu PLTS terbesar di Indonesia. Tak bisa dimungkiri nantinya hal ini akan berdampak kepada ekosistem yang ada di sekitarnya. Contohnya saat dilakukan pembangunan PLTS terapung di atas waduk yang pastinya akan menutupi sebagian waduk. Ya, meskipun dengan demikian akan mengurangi penguapan air karena cuaca yang panas. Tetapi hal ini juga akan membunuh bakteri jasad renik yang membutuhkan sinar matahari yang berguna menyaring air waduk yang dipenuhi limbah rumah tangga.

Penggunaan silikon yang terbuat dari besi atau plastik dalam membangun PLTS juga harus diperhatikan. Pasti bakal ada limbah dari proses pembersihan yang nantinya akan jatuh ke dalam waduk. Selain itu besi juga dalam waktu panjang pastinya akan korosi. Sedangkan bahan plastik akan menciptakan uraian mikro plastik ketika diterpa panas sinar matahari berkepanjangan.

Miris saja nantinya jika kita hanya kebagian limbah dan apesnya saja. Sedangkan negara lain sejahtera. Ah, dunia.

Penulis: Agung Anugraha Pambudhi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Batam, Kota Penuh Ambisi sekaligus Pengubur Mimpi Perantau yang Silau dengan Kemegahan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2023 oleh

Tags: Batamenergi terbarukanpltspolemik
Agung Anugraha Pambudhi

Agung Anugraha Pambudhi

Mahasiswa Ilmu Politik yang malas berpolitik.

ArtikelTerkait

Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

9 Juni 2025
Salah Kaprah tentang Kepulauan Riau yang Harus Segera Diluruskan

Salah Kaprah tentang Kepulauan Riau yang Harus Segera Diluruskan

26 Agustus 2023
es teh

Tak Ada Es Teh di Batam?

6 September 2019
ibu kota pindah kalimantan

Mengkhawatirkan Flora dan Fauna Jika Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

5 Agustus 2019
Mengenal Kota Batam di Kepulauan Riau yang Punya Upah Minimum Tinggi Mojok

Mengenal Kota Batam di Kepulauan Riau yang Punya Upah Minimum Tinggi

6 Januari 2024
4 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Batam

Mau Menghabiskan Masa Pensiun di Batam? Ayolah, yang Benar Saja. Masih Banyak Tempat yang Lebih Masuk Akal

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.