Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

PNS Sebaiknya Ambil Kesempatan Tugas Belajar, Banyak Manfaatnya!

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
23 November 2022
A A
Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Enak, sih, kecuali Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Nggak Enaknya Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah (Odua Images/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat tengah asyik scrolling Terminal Mojok, saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh Mas Rudy Tri Hermawan soal PNS yang enggan mengambil tugas belajar. Dalam tulisan tersebut, Mas Rudy memaparkan sejumlah alasan seperti kehilangan posisi kerja saat ini, penghasilan berkurang, malas berpikir, dan banyak pengeluaran yang mendorong seorang PNS ogah tugas belajar.

Sebagai seorang alumnus tugas belajar, saya kok nggak sependapat dengan Mas Rudy, ygy. Sebab nyatanya, tugas belajar ini ya pilihan terbaik buat PNS umbi-umbian, kok. Jangan-jangan malah Mas Rudy nggak mau kesalip juniornya, ya? Hehehe. Nah, biar berimbang, saya kasih tahu deh kenapa (((adik-adik))) PNS memang sebaiknya mengambil tugas belajar ini supaya lebih maju dan lebih tinggi pendidikannya.

Jadi gini, pengembangan kompetensi PNS itu dapat ditempuh melalui dua skema. Pertama, melalui jalur pendidikan formal alias tugas belajar yang dibiayai kantor/pemerintah atau lembaga pembiayaan lainnya dan izin belajar yang biaya pendidikannya ditanggung sendiri. Kedua, melalui pelatihan klasikal dan non-klasikal. Kalau pelatihan klasikal ini misalnya diklat, bimtek, seminar, dll., sementara non-klasikal contohnya pemagangan atau e-learning. Sampai sini paham ya, Gaes?

Tujuan semuanya itu jelas: untuk pengembangan kompetensi PNS itu sendiri. Kalau dibilang tugas belajar justru bakal mempersulit hidup, ah nggak juga. Berdasarkan pengalaman saya tugas belajar, saya justru benar-benar menikmati “pelarian” dari rutinitas PNS menjadi mahasiswa. Kebetulan jurusan yang saya ambil sesuai dengan passion saya di bidang komunikasi dan paralel dengan S1 sebelumnya. Dan tentu saja jurusan ini sesuai juga dengan tugas dan fungsi pekerjaan yang saya tekuni.

Lantaran ada kesesuaian itu, imbasnya saya jadi nggak males berpikir seperti yang disampaikan Mas Rudy. Saya menduga, beberapa PNS rekan Mas Rudy yang enggan mengambil tugas belajar itu karena jurusan yang mereka ambil nggak sesuai dengan passion dan tugas utama mereka sebagai PNS. Bisa jadi mereka terpaksa karena misalnya jurusan tersebut prospek kariernya cerah. Padahal ya otaknya belum tentu mampu menjalaninya.

Makanya sebelum memutuskan mengambil tugas belajar, saran saya pilih dulu jurusan yang bakal diambil. Sesuaikan dengan passion dan pekerjaan yang sedang dijalani. Kekhawatiran posisi kerja saat balik nanti sih urusan belakangan. Lagi pula bukannya kalau sudah selesai melanjutkan studi, kita malah bisa jadi “pemimpin”, ya?

Soal penghasilan yang berkurang seperti yang dibilang Mas Rudy, waini perlu dibenahi soal mental PNS yang cenderung sudah terlena dengan zona nyamannya. Gini, ketika masuk menjadi CPNS, tentu saja kita sudah diminta untuk berkomitmen dan bersedia ditempatkan di mana saja, termasuk tempat “basah” atau “kering” seperti yang dijelaskan Mas Rudy. Ha, nggak selamanya tempat “basah” itu nyaman, ada kalanya karena basah jadi licin dan bikin orang jadi tergelincir. Lagi pula memangnya mau kalau dipanggil auditor atau BPK buat pemeriksaan dan verifikasi malem-malem?

Kalau dibilang PNS yang ambil tugas belajar pengeluarannya banyak, ah yang nggak sedang tugas belajar pun banyak pengeluarannya, Gaes. Kalau ini sih seninya ada pada keahlian manajemen keuangan. Lagi pula waktu saya tugas belajar dulu, saya menyiasati soal keuangan ini dengan membeli buku second. Harganya jauh lebih murah dari buku baru, padahal isinya ya sama saja. Atau bisa juga meminjam buku kuliah dari senior. Kan nggak bikin kita hina juga.

Baca Juga:

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Bagi saya yang waktu itu PNS mendang-mending, tubel ini adalah pilihan terbaik ketimbang izin belajar yang harus dibiayai sendiri. Mana sanggup saya bayar kuliah sendiri padahal anak waktu itu baru ada satu dan sedang nyicil KPR? Mending saya ambil tugas belajar, sudah dapat beasiswa pendidikan, statusnya masih tetap kerja pula. Uenak, kan?

Lagian saya kasih tahu, ya, seleksi tugas belajar tu nggak gampang, Gaes. Dikutip dari situs bkn.go.id, seorang PNS yang mengambil tubel harus sudah bekerja minimal 1 tahun sejak diangkat jadi PNS, mendapat surat tugas dari pejabat berwenang alias atasan, universitas yang dituju memiliki akreditasi minimal B, usia maksimal saat tugas belajar 25 tahun (S1), 37 tahun (S2), dan 40 tahun (S3). Waktu penyelesaian pun studi pun harus tepat waktu 4 tahun (S1), 2 tahun (S2), dan 4 tahun (S3). Berat, kan?

Tapi balik lagi, menurut saya mengambil tugas belajar adalah pilihan terbaik buat PNS umbi-umbian ketimbang izin belajar yang lebih memberatkan kantong. Kecuali kalau klean PNS yang punya sampingan jadi YouTuber atau juragan di marketplace, ya itu sih terserah kalau mau biayain studi sendiri!

Penulis: Suzan Lesmana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2022 oleh

Tags: beasiswapnstugas belajar
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

Pengalaman Ikut ASN Academy, Sebuah Wadah bagi Aparatur Muda buat Mengembangkan Skill Kepemimpinan terminal mojok

Pengalaman Ikut ASN Academy, Sebuah Wadah bagi Aparatur Muda Mengembangkan Skill Kepemimpinan

12 Maret 2021
Jalur 'PNS Titipan' Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu terminal mojok.co

Jalur ‘PNS Titipan’ Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu

5 September 2020
Mengapa Kebanyakan Penerima Beasiswa Kurang Mampu Bergaya Hidup Hedonis?

Mengapa Kebanyakan Penerima Beasiswa Kurang Mampu Bergaya Hidup Hedonis?

1 Februari 2020
4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin terminal mojok.co

4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin

10 November 2021
sekolah kedinasan

Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan

18 Maret 2020
Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

Siapa Bilang Lulusan Universitas Terbuka Nggak Bisa Jadi PNS? Mitos!

22 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.