Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja Jadi PNS dan Sektor Pemerintahan Lainnya

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
15 Juli 2024
A A
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi PNS atau Orang yang Bekerja di Sektor Pemerintahan Lainnya Mojok.co

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi PNS atau Orang yang Bekerja di Sektor Pemerintahan Lainnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kerja sebagai PNS, P3K, konsultan, sampai honorer di bagian pemerintahan masih menjadi salah satu profesi yang cukup diminati. Bukan tanpa alasan, beberapa faktor seperti kepastian upah dan beban kerja yang cenderung lebih slow menjadi incaran banyak orang. Saya sebagai fresh graduate pun tetap melirik pekerjaan sebagai PNS atau sektor pemerintahan lainnya. Bahkan, saya sudah beberapa kali berpartisipasi dalam proyek pengadaan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya ingin membagikan seperti apa karakteristik orang yang sepertinya kurang cocok jika memilih jalur karir di sektor pemerintahan. Walau dibilang sebagai profesi idaman mertua, saya merasa ada beberapa orang yang sepertinya akan merasa tersiksa kalau menjalani hal ini. Mereka juga bisa kurang keluar potensi terbaiknya jika punya beberapa karakteristik yang akan saya sebutkan. Mungkin kalian yang punya beberapa karakter ini perlu pikir-pikir lagi jika ingin nyemplung bekerja sebagai PNS atau sektor pemerintahan lainnya.

#1 Kerja di sektor pemerintahan tidak untuk mereka yang berjiwa ambis dan menggebu-gebu

Jujur saja, jiwa ambis yang saya miliki sebagai fresh graduate masih begitu kuat. Oleh karena itu, sebenarnya saya sampai sekarang masih merasa kagok untuk bekerja sebagai PNS atau sektor pemerintah lainnya. Nggak ada yang salah dengan pekerjaan di pemerintahan, malah beban kerjanya cenderung lebih mudah dibandingkan beberapa pengalaman kerja saya sebelumnya. Namun, faktor “nggak ada masalah” ini yang justru menimbulkan pergolakan batin. Rasa-rasanya, jiwa ambis saya masih butuh tantangan lebih dibandingkan ini.

Manusia ini memang aneh. Beban kerja terlalu berat nanti stres, tapi pekerjaan terlalu nyaman kok malah mencari tantangan. Ya, menurut saya perasaan ini valid-valid saja, toh semakin kesini saya malah merasa beruntung masih punya pekerjaan yang nyaman di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Apalah arti memuaskan ego pribadi kalau mengorbankan kebutuhan sendiri.

Apapun itu, tetap saja menurut saya kalian yang masih punya jiwa petualang dan menggebu-gebu akan merasa kurang betah dengan beban pekerjaan yang cukup slow ini. Kalau kalian masih merasa bisa ini itu, ingin mengeksplor kemampuan diri, atau masih punya pemikiran idealis saya rasa nggak akan cocok kerja di sektor pemerintahan. Maklumlah, namanya darah muda~

#2 Nggak suka pekerjaan yang repetitif

Menyambung ke alasan sebelumnya, bekerja sebagai PNS atau sektor pemerintahan ini cenderung berulang-ulang dan repetitif. Bagaimana lagi, setiap bagian pemerintahan punya jobdesc-nya masing-masing. Kalau ada pekerjaan yang menimbulkan suasana baru, paling melakukan peninjauan lapangan yang intensitasnya mungkin beberapa kali dalam sebulan. Apa itu proses kreatif, ngobrol kekinian, sampai adu gagasan idaman Gen Z? Cakupan pekerjaannya ya itu-itu saja.

Kalian yang mungkin suka penyegaran suasana saat bekerja mungkin akan nggak cocok dengan suasana bekerja di sektor pemerintahan. Repetitif disini nggak hanya pekerjaannya saja, beberapa hal dari posisi tempat duduk, rekan kerja dan susunan tim, sampai rutinitas hariannya pun jarang sekali mengalami perubahan. Jadi, kalian yang merasa mudah bosan bisa mempertimbangkannya lagi kalau ingin bekerja di sektor pemerintahan.

#3 PNS atau sektor pemerintahan lain tidak untuk mereka yang punya pemikiran sendiri

Masih menyambung dengan beberapa karakteristik sebelumnya karena semuanya saling terkait, pekerjaan yang harus dilakukan pada sektor pemerintahan biasanya sudah saklek dan nggak bisa diubah. Semuanya sudah diatur dalam peraturan atau surat perintah dari atasan bahwa kamu harus mengerjakan X dengan metode Y. Untuk itu, pemikiran pribadi yang terkadang ingin berinovasi ini itu harus teredam.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Saya bisa cukup relate dengan hal ini karena terkadang saya ingin mengusulkan alur kerja yang mungkin sesuai dengan pemikiran pribadi saya. Namun, lagi-lagi semuanya mentok di peraturan yang telah ditetapkan untuk cakupan pekerjaan yang dilakukan. Karakter ngide dan inovatif dari seseorang pun terpaksa nggak bisa diekspresikan jika harus bekerja di sektor pemerintahan. Kecuali jika memang ada jobdesc baru yang memerlukan SOP, barulah mungkin kalian bisa usul. Sisanya? Ya, pokoknya sendhika dawuh saja~

#4 Nggak terbiasa dengan skema kerja birokratis

Ada orang yang nyaman bekerja sesuai skema kerja birokratis mengikuti perintah atasan-atasannya. Namun, ada juga orang yang punya inisiatif tinggi untuk membuat langkah kerja paling efektif dan efisien untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Nah, tipe orang kedua saya pikir nggak cocok kerja di sektor pemerintahan. Skema kerja di pemerintahan benar-benar harus runut mulai dari kepala paling atas memberikan perintah, baru bawahan-bawahannya meneruskan sampai ke staf operasional untuk melaksanakan pekerjaan.

Satu kritik yang bisa saya selipkan di sini mungkin untuk memperpendek proses birokrasi. Bagaimanapun juga, pekerjaan akan lebih baik jika dikerjakan sesegera mungkin dengan waktu yang seefisien mungkin. Aneh rasanya, jika proses birokrasi yang panjang justru menghambat progres pekerjaan yang harus tertunda karena menunggu perintah atasan, kemudian atasan kita juga menunggu atasannya lagi, dan seterusnya. Kapan selesainya?

Kalian yang nggak terbiasa dengan proses tunggu-tungguan birokrasi mungkin akan gemes dan nggak cocok bekerja di sini. Jiwa inisiatif kalian mungkin akan meronta-ronta segera ingin memulai pekerjaan yang seharusnya bisa lebih awal dikerjakan.

Itulah beberapa karakteristik orang yang sepertinya nggak cocok bekerja di sektor pemerintahan berdasar pengalaman pribadi saya. Dengan kata lain, PNS atau orang yang bekerja di sektor pemerintahan lain mungkin saja nggak mengalami hal yang sama. Ya semoga tulisan ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan saja kalau kalian masih ragu bekerja di sektor ini. Kalau kalian masih punya idealisme tinggi dan punya jiwa rebel yang nggak bisa ditahan, baiknya sih sementara menghindari dulu bekerja di sektor ini. Nanti sudah terlanjur masuk, eh malah idealismenya tersenggol~

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jangan Punya Rumah Dekat Jalur Pantura kalau Nggak Siap Menghadapi Hawa Panas dan Truk Tronton “Nyasar”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2024 oleh

Tags: asnfreshgraduatepekerjaanpnssektor pemerintah
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Belum Menikah Bukan Berarti Halal Dikasih Banyak Tugas Tambahan terminal mojok.co

Belum Menikah Bukan Berarti Jadi Babu, Kita Juga Sibuk

16 September 2021
Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

1 Oktober 2022
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Kebelet Resign Sebelum Dapat Kerjaan

26 Agustus 2021
lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

22 Agustus 2024
Jangan Jadikan PNS sebagai Jalur Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

Jangan Jadikan PNS sebagai Pilihan Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

2 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 Januari 2026
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

10 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.