Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dear PLN, ketimbang Cosplay Jadi Debt Collector, Lebih Baik Perbaiki Layananmu yang Gitu-gitu Aja

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
6 September 2023
A A
Dear PLN, ketimbang Cosplay Jadi Debt Collector, Lebih Baik Perbaiki Layananmu yang Gitu-gitu Aja, Nggak Asal Cabut Listrik!

Dear PLN, ketimbang Cosplay Jadi Debt Collector, Lebih Baik Perbaiki Layananmu yang Gitu-gitu Aja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Oknum PLN (atau bukan?) yang suka cabut listrik semena-mena itu menunjukkan kalau emang perusahaan satu ini hobinya salah fokus. Bukannya memperbaiki layanan, malah cosplay jadi debt collector

“Penyelenggara Negara” memang tidak pernah kehabisan bahan dan masalah untuk diributkan dengan warganya. Setiap hari, media sosial selalu mempertontonkan bagaimana penyelenggara negara, baik itu dari pemerintah maupun dari korporasi seperti BUMN mencari ribut dengan masyarakat.

Ributnya biasanya perihal kebijakan yang nyeleneh. Misalnya dalam perkara polusi udara di Jakarta, bukan transportasi publik yang ramah lingkungan yang diperbanyak, ini malah subsidi motor listrik yang dikeluarkan. Atau misalnya Pertamina yang lagi semangat-semangatnya ingin menghapus jenis bahan bakar pertalite dan mengganti dengan Pertamax Green tanpa ada basa-basi kepada masyarakat dulu.

Yah paling nggak, kalau mau menawarkan produk, mbok ya disosialisasikan dulu atau dicoba untuk tes pasar gitu, biar dirasakan oleh masyarakat apa saja manfaatnya. Yang smooth gitu loh. Nggak main asal cabut dan ganti aja. Mentang-mentang statusnya leader market.

Terbaru, kita dikasih “atraksi” terbaru dari PLN yang hobi banget memutus akses kebutuhan listrik untuk beberapa warga yang telat membayar tagihan listriknya. Fenomena ini diperlihatkan di media sosial, seorang petugas PLN entah ini oknum atau memang SOP dari PLN sendiri, mendatangi rumah warga dan mencabut aliran listriknya karena telat membayar tagihannya empat hari.

Iya, betul, baru empat hari. Belum ada seminggu udah cabut listrik. Saya rasa para penjual perabotan keliling yang skema jualnya kredit juga nggak secepat itu menarik dagangannya ketika konsumennya telat bayar angsuran perabotan yang dibelinya.

Saya nggak tahu, kenapa perusahaan satu ini kok nggak pernah kelihatan punya kontribusi mentereng di negeri ini. Selain kontribusi kepada para media yang memberitakan statusnya yang mau bangkrut beberapa tahun lalu.

“PLN lho yang menyediakan listrik kita!!!” Iya, terus?

“Loh PLN ini yang menyediakan listrik untuk kebutuhanmu loh. Dia itu berkontribusi untuk segala aktivitas di hidupmu. Kalau nggak ada PLN, kamu nggak bisa ngetik di laptop kayak sekarang ini.“

Baca Juga:

Semoga Orang yang Merokok Saat Berkendara Dipenjara Lebih Lama dan Masuk Neraka Paling Dasar

Mati Listrik Tanpa Kompensasi Adalah Budaya Kita

Heleh, untuk apa memuji pihak yang tugas dan kewajibannya memang itu. PLN juga dapat penyertaan modal dari pemerintah yang itu juga dianggarkan dari APBN yang dialokasikan dari pajak-pajak warga Indonesia.

Memang betul, warganya yang salah (apa sih yang nggak bisa disalahkan dari warga Indonesia saat ini). Telat bayar, yah konsekuensinya cabut listrik. Tapi kan ya nggak secepat itu juga. Setelah ditelusuri, kejadian ini bukan terjadi hanya pada warga-warga tertentu, melainkan banyak warga di daerah lainnya. Ada yang sehari atau dua hari sudah dikasih surat peringatan dan ada yang seminggu sudah dicabut.

Kalau diamati, aktivitas ini memang bukan dilakukan oleh oknum perorangan dari petugas PLN, melainkan dilakukan secara sistemik dan terkesan seperti SOP yang ditetapkan di internal PLN. Tapi apakah itu sesuai dengan regulasi? Mari kita cek.

Dalam Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PLN pada pasal 13 menyebutkan “Jika Konsumen membayar tagihan rekening listrik melampaui masa pembayaran, dikenakan biaya keterlambatan pembayaran rekening listrik”.

Jadi ketika ada keterlambatan, tidak serta merta PLN langsung melakukan pemutusan aliran listrik. Ada denda keterlambatan terlebih dahulu. Berapa dendanya? Ini rinciannya.

  1.   Batas daya 450 VA didenda Rp3000/bulan
  2.   Batas daya 900 VA didenda Rp3000/bulan
  3.   Batas daya 1300 VA didenda Rp5000/bulan
  4.   Batas daya 2.200 VA didenda Rp10.000/bulan
  5.   Batas daya 3.500 s.d 5.500 VA didenda Rp50.000/bulan
  6.   Batas daya 6.600 s.d 14.500 VA didenda 3% dari tagihan listrik masuk  (minimum Rp75.000)
  7.   Batas daya di atas 14.500 VA didenda 3% dari tagihan listrik masuk (minimum Rp100.000)

Peringatan, bukan ancaman

Selain itu, pada proses sebelum dilakukannya pemutusan aliran listrik, PLN juga diminta mengirimkan secara berkala surat pemberitahuan. Ingat ya, surat pemberitahuan bukan surat peringatan apalagi ancaman. Surat pemberitahuan itu berisi informasi perihal masa pembayaran listrik yang telah lewat.

Apabila sudah memasuki 30 hari, tapi sang warga ini tidak kunjung melakukan pembayaran tagihan, barulah PLN menindaklanjutinya dengan memutus aliran listrik SEMENTARA. Setelahnya, jika 30 hari kemudian sang warga yang bersangkutan tidak kunjung melakukan pembayaran tagihan, barulah PLN berhak membongkar instalasi sambungan listrik.

Dilihat dari alurnya, maka sudah jelas, tindakan PLN yang main asal mutusin aliran listrik padahal belum ada sebulan telah menyalahi aturan yang ditetapkan oleh Menteri ESDM. Saya yakin bahwa pihak PLN mengetahui betul aturan ini. Namun entah kenapa PLN bisa bertindak arogan dan sembrono ini. Ada apa denganmu PLN? Sudahlah kamu ini lebih banyak ruginya, pelayanan listrik stagnan gitu-gitu aja, sekarang malah simulasi jadi debt collector.

Kalau beneran oknum, ya ditindak

Kalau benar ini ulah oknum PLN yang ada di daerah-daerah, ayo dong, disterilkan dengan cepat dan sigap. Jangan karena dirimu ini jadi satu-satunya perusahaan penyedia listrik, jadi seakan-akan memaksa masyarakat nrimo ing pandum aja ketika mengalami perilaku yang demikian. Masak ya cabut listrik jadi hobi.

Bagi kami yang statusnya kelas menengah ke bawah, setelah-telatnya kami dalam pembayaran, pasti kami bayar kok tagihannya. Wong itu merupakan kewajiban kami. Kami nggak punya waktu untuk menghabiskan tenaga dan pikiran kami untuk melakukan kecurangan-kecurangan yang selisih keuntungannya paling hanya sekian ribu.

Daripada kalian sibuk melakukan penagihan kayak debt collector begitu, sebaiknya kalian fokus pada sindikat pencurian aliran listrik yang marak dilakukan oleh oknum kalian dan warga-warga kelas menengah atas yang inginnya bayar murah dengan konsumsi listrik yang mencapai puluhan ribu VA.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 9 Hal yang Ingin Kamu Tanyakan ke Petugas PLN Tukang Panjat Tiang Listrik

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2023 oleh

Tags: aturan menteri ESDMcabut listrikdendaPLN
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

kesetrum listrik negara pln rugi mojok

Kesetrum Listrik Negara: Menguak Kerugian PLN yang Tak Berujung

8 November 2020
mati lampu

Perdebatan Penyebutan Mati Listrik Massal Menjadi Mati Lampu yang Tidak Sebanding dengan Dampaknya

5 Agustus 2019
Mengganti Elpiji dengan Kompor Induksi ketika Aliran Listrik Belum Merata, Pemerintah Sehat?

Mengganti Elpiji dengan Kompor Induksi ketika Aliran Listrik Belum Merata, Pemerintah Sehat?

17 September 2022
Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu mobil listrik jember

Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu

5 Agustus 2022
Manfaat Tersembunyi Pemadaman Listrik yang Terlalu Sering Terminal Mojok

Manfaat Tersembunyi Pemadaman Listrik yang Terlalu Sering

26 Juli 2022
Tersengat PLN (Unsplash.com)

Tersengat Listrik PLN

3 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.