Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

(Petugas) Kebersihan yang Seringkali Disepelekan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
30 Juni 2019
A A
petugas kebersihan

petugas kebersihan

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika, saya sedang makan pizza di salah satu restoran ternama. Di restoran ini, jika ingin makan pizza di tempat wadahnya adalah berupa dus yang biasa dipakai untuk take away. Saat saya makan, memang cukup banyak dus sisa makan pizza yang berserakan dan belum sempat dibersihkan oleh para karyawan restoran tersebut.

Kebetulan di waktu yang bersamaan ada sepasang turis mancanegara—bule—yang juga sedang makan pizza dan melihat dus yang berserakan itu lalu berkata “I don’t do that,” sambil tertawa nyinyir. Seketika saya pun tersadar, dua orang bule tersebut sedang menertawakan kelakuan beberapa warga +62, berflower—apa pun sebutan lainnya—yang tidak membuang sampah sisa makan pada tempatnya.

Saya perhatikan terus kedua turis tersebut sampai mereka selesai menyantap pizza dan beberapa dessert-nya. Benar saja, mereka membuang sisa makanan juga dus ke tempat sampah yang tersedia dan berada di dekat meja restoran tersebut—tanpa membiarkan dus dan sampah lainnya berserakan tanpa arti di atas meja. Mereka membuktikan apa yang disampaikan sebelumnya “I don’t do that”—tidak membiarkan atau membuang sampah sembarangan.

Mungkin membosankan bagi sebagian orang perihal pembahasan atau himbauan membuang sampah pada tempatnya, tapi berkaca dari pengalaman pribadi, hal ini harus tetap dilakukan sampai orang di sekitar kita benar-benar tertib dalam membuang sampah di tempat yang sudah disediakan.

Rasanya menyebalkan mendengar mereka yang selalu mengandalkan bahkan menyepelekan petugas kebersihan dengan cara membuang sampah sembarangan. “Alah, kalau kita buang sampah sembarangan nanti tukang sampah ngga ada kerjanya”, begitu kata salah satu teman saya—yang menjadi tukang menyampah sebenarnya.

Mungkin sebagian dari kita masih ingat, beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial tentang seseorang yang makan di restoran cepat saji merasa tidak berkewajiban dan tidak perlu merapikan sisa makanan yang sudah disantap, berantakan pun biar saja. Nanti kalau pelanggan yang bersihkan, karyawan restoran tidak ada kerjanya.

Lalu ada juga yang berkomentar, jika memang harus beres-beres saat makan di restoran, buat apa sampai makan di luar. Gunanya makan di luar kan memang agar bisa dilayani tanpa harus membereskan sisa makanan. Lantas saya berpikir, sepertinya sebagian orang Indonesia memang belum siap berada di negara maju.

Masih membekas juga dalam ingatan bagaimana viralnya cerita tentang petugas kebersihan di bioskop yang kewalahan dan harus bolak-balik antara studio satu dengan lainnya untuk membersihkan sampah yang berserakan setelah para pengunjung selesai menonton suatu film. Sebetulnya, sisa sampah itu bisa dibuang sendiri, kan?

Baca Juga:

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

3 Hal Menyebalkan yang Ada di Warung Bakmi Jawa, Bikin Makan Jadi Nggak Nikmat dan Nyaman

Banyak diantara teman saya pun yang masih buang sampah di sembarang tempat. Entah bungkus makanan atau puntung rokok. Memang, apa susahnya sih buang sampah di tempat yang sudah disediakan? Apa yang dipikirkan oleh orang suka membuang sampah sembarangan? Begini, kalau memang di sekitar tempatmu tidak ada tempat sampah, bisa disimpan atau dipegang dahulu sampai akhirnya menemukan tempat sampah.

Sebelumnya saya pikir, membuang sampah pada tempatnya itu tergolong mudah. Namun ternyata tidak bagi sebagian orang. Mungkin, mereka memang lebih suka menyalahkan pemerintah saat banjir, bisa juga berdalih banjir yang melanda merupakan kiriman dari bendungan katulampa Bogor, tanpa mengingat bahwa buang sampah sembarangan apalagi ke kali—sungai—dapat menjadi salah satu penyebab utamanya.

Petugas kebersihan baik yang berada di jalan pun di dalam gedung, mereka adalah orang yang berjasa menjaga kebersihan. Bukan soal itu tugas mereka atau jika lingkungan bersih lalu mereka tidak ada kerjanya. Jika sudah bersih, sudah selayaknya kita semua merasa nyaman.

Pastinya ada cara yang jauh lebih baik dalam memberi perlakuan yang baik bagi para petugas kebersihan, salah satunya menjaga kebersihan dan membawa sisa makanan beserta sampah lalu selalu membuangnya ke tempat sampah yang tersedia.

Selain hal tersebut ke dalam memanusiakan manusia, juga termasuk menjaga lingkungan agar tetap asri dan bersih. Teman lama saya—yang juga pecinta alam—pernah menitip pesan jika kita mencintai lingkungan, lingkungan akan berbalik mencintai kita—sebagai manusia yang hidup beriringan dan saling memberi dampak positif.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2022 oleh

Tags: isu sosialKebersihanKritik Sosialpetugas kebersihan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

tukang parkir

Beberapa Jenis Tukang Parkir yang Menyebalkan

19 Juni 2019
karya

Tidak Semua Celaan Perlu Dibalas dengan Karya, Kawan

10 Juli 2019
makam BJ Habibie

Di Balik Aksi Selfie di Makam BJ Habibie

17 September 2019
Ironi Masjid Istiqlal, Simbol Keberagaman yang Tidak Dirawat dan Justru Makin Hari Makin Eksklusif

Ironi Masjid Istiqlal, Simbol Keberagaman yang Tidak Dirawat dan Makin Hari Makin Jauh dari Umat

20 Februari 2024
viral

Tentang Viral dan Pentingnya Mengambil Jarak Terhadapnya

8 Juli 2019
terburu-buru

Kalau Terburu-buru, Kenapa Nggak Berangkat Kemarin Saja?

22 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.