Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Petualangan Pemula dalam Menikmati Sambal

Hanif Amin oleh Hanif Amin
19 Mei 2019
A A
cabe sambal

cabe sambal

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu kenikmatan tinggal di Indonesia yang baru-baru ini saya sadari adalah soal betapa melimpah dan bervariasinya stok sambal di negeri ini. Saya memang bukan penggemar berat makanan ini yang selalu merasa tidak puas apabila saus pedas lagi nikmat ini tidak terhidang di piring.

Tingkat toleransi saya terhadap rasa pedas pun bisa dibilang cukup payah untuk ukuran orang Indonesia (saya selalu gagal menghabiskan rujak meski dipesan dengan kadar normal).

Meski begitu, sambal memang sudah cukup akrab dengan kehidupan saya sejak kecil. Soalnya, salah satu hidangan yang muncul dengan frekuensi cukup tinggi di rumah adalah sayur bayam dengan tambahan sambal tomat mentah (campuran tomat, cabe rawit, terasi dan garam yang diulek sampai halus) dan ikan laut seukuran jari tangan yang digoreng kering.

Ikan dan bayam tentu sudah cukup untuk dijadikan lauk pendamping nasi, tapi kalau tidak ditambah dengan saus pedas khas Indonesia ini, rasanya jadi kurang menusuk.

Namun selain sambal tomat standar, asupan pribadi saya tidak begitu intensif. Paling-paling hanya sekali dua minggu kalau keluarga kami sedang ngidam makan-makan di restoran atau rumah makan semacam Ayam Taliwang, Bakso, Sate, Bebek Goreng atau Nasi Goreng yang pasti menyediakan sambal sebagai pendamping dari hidangan utama mereka.

Biar begitupun, saya biasanya tidak tergoda dan memilih untuk menikmati hidangan tanpa sambal. Seringkali alasannya karena tingkat toleransi terhadap rasa pedas yang masih rendah.

Akan tetapi, selama satu atau dua tahun belakangan ini, perspektif saya terhadap pelengkap makanan satu ini mulai berubah.

Satu peristiwa yang masih teringat sampai sekarang adalah ketika saya menyadari jika kenikmatan menyantap Ayam Taliwang akan berlipat ganda dan baru mencapai titik kelezatan tertinggi apabila dilengkapi dengan 3 varian saus pedasnya yaitu sambal Beberuk, Katak, dan satu lagi yang saya lupa namanya.

Baca Juga:

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Ketiga saus pedas tersebut memberi rasa yang masing-masing unik dan berbeda begitu dikecap oleh lidah. Beberuk punya rasa yang segar karena campuran sayur semacam tomat dan terong. Sementara itu, sambal Katak punya tendangan rasa pedas yang amat tajam dan menggigit. Dan saus pedas ketiga yaitu tanpa-nama, meski rasanya tidak setajam yang lain, punya rasa gurih dan sedikit manis yang menonjol.

Campur dan baurkanlah ketiganya ini bersama nasi dan Ayam Bakar Taliwang, niscaya akan terjadi pesta meriah di atas lidahmu dengan kombinasi gurih-pedas yang intens dan meledak-ledak.

Bila sudah merasakan enaknya sensasi makan seperti tadi, saya jadi ikhlas apabila lidah harus menderita sedikit kesemutan dan perut dipaksa mencret keesokan paginya.

Sejak pencerahan pertama itu, saya jadi makin berani untuk mencoba varian-varian lainnya. Mulai dari yang berbentuk saus dengan kekentalan berbeda-beda sampai yang berbentuk bubuk.

Kebetulan beberapa bulan belakangan, saya selalu diberi rezeki untuk bisa menyantap beberapa produk sambal berkat kiriman dari beberapa anggota keluarga dan kebaikan hati seorang sepupu yang ternyata punya keahlian meracik beberapa jenis sambal.

Melalui pengalaman cicip-menyicip tadi, saya jadi ngeh kalau ternyata sambal bisa jadi begitu variatif dan punya profil rasa yang unik pada setiap jenisnya. Sambal cengeh, misalnya. Jenis sambal kering yang saya dapat dari produk usaha ibu-ibu koperasi ini punya cita rasa rempah yang begitu kuat dibarengi rasa pedas yang intens tapi tidak sampai menyakiti lidah tiap kali dirasakan.

Sejauh ini, cengeh adalah jenis sambal paling versatile yang pernah saya coba karena selalu cocok jika disandingkan dengan lauk jenis apapun, dengan keadaan makan berkuah maupun kering.

Selain sambal cengeh, ada pula sambal bajo. Berbahan dasar ikan bajo yang asin-nya amat menusuk jika dimakan langsung, sambal ini bisa menjadi alternatif yang bagus apabila kamu tidak punya apapun untuk dijadikan lauk. Rasa asin dan pedasnya yang kuat bisa meningkatkan nafsu makan bahkan ketika pendamping yang tersedia di piring cuma setangkup nasi.

Sudah puas dengan profil rasa yang didominasi asin, gurih, dan pedas, saya kembali dikagetkan dengan jenis sambal bernama mbohi dungga asal Bima. Berbeda dengan sambal lain, mbohi dungga justru memiliki rasa asam yang menonjol bahkan mengalahkan sensasi pedasnya yang tidak seberapa. Herannya, rasa asam dari sambal ini tidak bikin lidah jadi kelu. Malah menambah rasa segar.

Setelah sedikit riset, saya menemukan kalau ternyata mbohi dungga berbahan utama jeruk purut yang sudah difermentasi sehingga cita rasa asamnya jadi funky dan berbeda.

Namun, kekurangan dari mbohi dungga adalah sifatnya yang kurang serbaguna. Bagi saya, ia hanya cocok jika disandingkan dengan seafood seperti ikan atau cumi karena kesegarannya yang mampu menetralisir aroma laut yang kadang memberi sensasi kurang menyenangkan saat menikmati seafood.

Tapi diatas semua sambal tadi, (bagi saya) jenis yang paling nikmat adalah sambal matah. Irisan bawang merah yang manis, baluran minyak dan potongan serai yang terasa pada setiap kecapan benar-benar membuat lidah saya dimanja.

Ayam, tahu, atau lauk apapun yang digoreng bisa dipastikan akan cocok apabila disantap bersama sambal matah. Tentu dengan catatan kalau dimasak oleh tangan yang terampil. Soalnya baru-baru ini saya mencicipi matah buatan salah satu rumah makan yang rasanya tak lebih dari sekadar campuran antara bawang merah mentah dan minyak yang dibikin pedas.

Kira-kira, begitulah secuil petualangan saya sebagai pemula dalam mencicipi beberapa jenis sambal kepunyaan Indonesia. Sejauh ini hasilnya memuaskan. Hanya sedikit yang membuat saya kecewa. Kalau ada yang tidak enak pun, biasanya disebabkan karena tangan si tukang masak yang memang amatiran. Jadi, bagaimana dengan kamu?

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: CabeKulinerMakanan IndonesiaPedasSambal
Hanif Amin

Hanif Amin

Manusia biasa, menulis juga di mesintinta.wordpress.com.

ArtikelTerkait

3 Kuliner Jogja yang Laris Manis di Daerah Asalnya, tapi Kurang Laku di Malang Mojok.co

3 Kuliner Jogja yang Gagal Menggoyang Lidah Orang Malang

1 Agustus 2024
rekomendasi saus cabai mojok

5 Rekomendasi Saus Sesuai Selera dengan Variasi Rasa yang Bikin Ketagihan

15 Juli 2021
5 Kuliner Bernuansa Joglo di Kota Jogja terminal mojok.co

5 Kuliner Bernuansa Joglo di Kota Jogja

20 Desember 2021
Nastar (Pixabay.com)

Nastar Itu Biasa Saja, Nggak Usah Pada Heboh

22 Januari 2022
Alun-alun Kidul, Surga Kuliner di Yogyakarta (Pixabay.com)

Alun-alun Kidul, Surga Kuliner di Yogyakarta

27 Februari 2023
Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan! terminal mojok.co

Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan!

6 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.