Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pertigaan Jati Kencana Jogja yang Padat dan Semrawut, Semakin Bikin Emosi Bahkan Stres Pengendara Sepeda Motor.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Juli 2024
A A
Ilustrasi Pertigaan Jati Kencana Jogja Adalah Neraka di Tengah Kota (Unsplash)

Ilustrasi Pertigaan Jati Kencana Jogja Adalah Neraka di Tengah Kota (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak 15 tahun yang lalu, intensitas saya melintas di pertigaan Jati Kencana Jogja semakin tinggi. Maklum, untuk mencapai rumah pacar, yang akhirnya menjadi istri di Minggir, Sleman, paling cepat memang melintas di sana. Dan selama 15 tahun itu, saya menyaksikan banyak perubahan yang, jujur saja, bikin stres.

Kamu bisa dan boleh menyebut semua sisi menyebalkan dari sebuah jalanan yang super padat. Kemacetan, parkir dan keluar sembarangan, pengendara tidak paham rambu, hingga yang tidak sabaran ingin didahulukan. Semua sisi menyebalkan itu ada di pertigaan Jati Kencana Jogja. Yang paling menderita, menurut saya, adalah pengendara motor.

Neraka dari semua sisi

Jika boleh membuatkan istilah untuk pertigaan Jati Kencana Jogja, saya akan menyebut “neraka dari semua sisi”. Misalnya, kamu melintas dari arah perempatan Pingit yang wingit. Detik menyebut perempatan itu sebagai perempatan terlama di Jogja, dengan 3,5 menit. Sudah berjuang dan bersabar di Pingit, melaju ke barat, kamu ketemu pertigaan laknat.

Berkendara dari timur, Jalan Godean, tidak kalah menantang. Sebelum sampai di pertigaan Jati Kencana Jogja, kamu melintasi salah satu ruas jalan yang jadi “anak tiri” pemerintah Jogja. 

Butuh “ratusan tahun” untuk memperbaiki aspak dan jalan rusak di sana. Setelah protes bertahun-tahun, baru di Juni 2024 ini perbaikan Jalan Godean dilakukan. Sudah begitu, kamu harus menembus kepadatan yang biadab di depan Mirota Godean.

Dari selatan, dari Jalan HOS Cokroaminoto, kondisi jalanan memang lebih enak. Namun, kalau dari selatan, bisa jadi kamu kudu melintasi perempatan Wirobrajan yang padat. 

Artinya, pertigaan Jati Kencana Jogja seperti sebuah titik temu dari “neraka-neraka” di Jogja. Oleh sebab itu, saya menyebut pertigaan ini sebagai musuh besar pengendara motor. 

Pertigaan Jati Kencana Jogja yang super padat

Mungkin hanya di Selokan Mataram dekat Outlet Biru dan sekitaran Seturan yang bisa menjadi pesaing pertigaan Jati Kencana Jogja. Hampir semua sisi di pertigaan ini berisi unit usaha yang sangat aktif dan melibatkan kendaraan. 

Baca Juga:

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

Misalnya, di sisi utara, ada minimarket yang selalu ramai. Di sebelahnya persis, ada pom bensin. Beranjak ke sisi selatan, yang menyambung dari Jalan Godean, ada rentetan pertokoan, warung makan, hingga toko emas yang semuanya legendaris. Mulai dari Toko Listrik Sumber Rejo, Domino’s Pizza, Pizza Hut Delivery, Toko Emas Semar Nusantara Pingit, Melia Laundry, Holland Bakery Godean, Bakso dan Es Buah PK.

Perhatian betul nama-nama di atas. Semuanya adalah unit usaha legendaris, tidak hanya di Jogja, bahkan Indonesia. Jadi kamu bisa membayangkan aktivitas keluar-masuk motor atau mobil dari tempat parkir masing-masing.

Hari Sabtu (28 Juni 2024), saya dan istri “harus” melintas di pertigaan Jati Kencana Jogja dari arah timur. Setelah berhenti sejenak di lampu merah, saya berjalan pelan menembus “rimba unit usaha legendaris” itu. Tepat di depan pom bensin, saya mengerem mendadak.

Pasalnya, dari gang sebelah pom bensin (sisi utara), keluar mobil dan hendak ke arah timur. Nah, dari sisi selatan, hampir bersamaan, keluar dua mobil dari parkiran Holland Bakery dan Toko Emas Semar, hendak mengarah ke timur. Jadi, di jalan yang sempit itu, ada tiga mobil bersilangan. 

Jangan bayangkan di jalanan itu hanya ada tiga mobil dan satu motor yang saya kendarai. Di sana, penuh dengan motor dan mobil lainnya. Tiga tukang parkir terlihat kewalahan.

Rasa malas di sekitar Mirota Godean

Selepas pertigaan Jati Kencana Jogja ke barat, ada Mirota Godean. Seperti hampir semua “Mirota”, sudah pasti penuh kendaraan. Bagi yang sering melintas di sana pasti paham bahwa perempatan Jalan Soragan itu sungguh bikin malas. Barrier yang dipasang polisi supaya pengendara tidak menyeberang tidak ada gunanya.

Kalau motor, sih, saya masih bisa menerima. Namun, ada saja pengendara mobil yang nakal, putar balik di barrier itu. Barrier-nya sendiri berada dekat halte Trans Jogja! 

Bayangkan saja ada bus Trans berhenti, lalu ada mobil putar balik. Matahari sedang di puncak pukul 12 dan kamu naik motor. Panas, gerah, macet, jalan sempit dan biasanya ada genangan air di sana. Sungguh bikin malas dan marah.

Itulah salah satu neraka yang berdekatan dengan pertigaan Jati Kencana Jogja. Oleh sebab itu, menurut saya, pertigaan Jati Kencana Jogja adalah musuh pengendara motor. 

Sering terjadi pengendara motor harus mengalah ketika mobil-mobil berbelok sembarangan dan memotong jalur di jalanan sempit nan padat. Saya membayangkan hanya mobil yang bisa bikin nyaman pengendara di sana. Setidaknya, kamu terhindar dari panas sinar matahari dan gerahnya hujan khas Jogja.

Selamat berjuang, para pengendara motor di pertigaan Jati Kencana Jogja. Semoga masih punya banyak tabungan kesabaran ketika melintas di sana.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nggak Semua Jalan di Jogja Bisa Diromantisasi, 4 Jalan Ini Sebaiknya Dihindari karena Menguji Nyali dan Kesabaran Pengendara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2024 oleh

Tags: jalan godeanJogjaMirotamirota godeanperempatan Pingitpertigaan Jati Kencanapertigaan Jati Kencana Jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Maaf-maaf Saja, bagi Saya, Semarang Lebih Superior ketimbang Jogja dan Bandung

24 Juni 2023
Ambisi PT KAI Perluas Lempuyangan Bikin Pelaju KRL Jogja Solo Menderita (Unsplash)

Terbitnya SP3 dari PT KAI buat Warga Lempuyangan dan Bayangan Mengerikan Biaya Transport Pelaju KRL Jogja Solo sampai Setengah UMP Jogja

18 Juni 2025
5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja Mojok.co

5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja

19 Oktober 2025
Bukannya Nggak Cinta kabupaten Sendiri, Ini Alasan Warlok Malas Plesir ke Tempat Wisata di Bantul Mojok.co

Bukannya Nggak Cinta Kabupaten Sendiri, Ini Alasan Warlok Malas Plesir ke Tempat Wisata di Bantul

13 Oktober 2025
4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Lempuyangan Jogja Mojok.co

4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Lempuyangan Jogja

7 Februari 2025
Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

19 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal
  • Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang
  • Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah
  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.