Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Pertanyaan Berapa Harga Outfit Lu dan Alangkah Duniawinya Kita

H.R. Nawawi oleh H.R. Nawawi
7 Juni 2019
A A
outfit

outfit

Share on FacebookShare on Twitter

Sekarang ini sekarang ngetren dibahas mengenai harga outfit yang dikenakan seseorang. Karena memang manusia dengan segala keterbatasannya akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan primer macam sandang, pangan, dan papan. Jika itu sudah terpenuhi, maka kebutuhan sekunder macam piknik, sekolah, mudik, dan seterusnya hingga akhirnya meraih kebutuhan akan seni peran, musik, emas, dan trend-trend masa kini.

Kebutuhan yang saya tulis sangatlah tidak lengkap, tapi dengan meminjam istilah Tan Malaka itu hanya “pisau analisa” untuk mengupas “siapakah kita ini manusia” yang dikatakan Sisir Tanah dalam liriknya bisa dianggap cukup. Meskipun saya tidak menyebutkan kebutuhan hari ini yang paling jelas dan untuk menjadi manusia kekinian adalah kuota dan perangkat komunikasinya yang serba canggih. Jangan dusta, akui saja bahwa tanpa teknologi macam mobile phone untuk online kita banyak murung dan merasakan masa-masa primitif lagi.

Dan mau tidak mau, kebutuhan yang dipilah-pilih oleh para ilmuan (terutama pakar ekonomi) dengan istilah Primer, Sekunder, Tersier itu juga akan berubah-ubah melihat peta geografis, sosial, budaya, hingga akses ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya paling dasar dalam kebutuhan tentang makan, minum, tempat, dan baju akan bersandingan dengan kebutuhan akan pendidikan atau ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seperti di hari-hari kami para muslimin yang hendak lebaran. Tidak ada yang tidak untuk sekedar membeli baju baru, sarung baru, sandal baru, agar menggairahkan semangat baru yang fitri ini. Kami akan memenuhi segala keduniawian kita sampai pori-pori keagaman tersumbat, dan tidak ada lagi rasa syukur kemudian hari atas pemberian dan nikmati yangyang telah di dapatkan.

Atas nama agama kami, semua hal yang berbau agama akan kami beli. Seperti hitungan tasbih yang serba digital dan segala macam serba-serbi sunnah yang dianjurkan agama kami untuk menghadapi hari kemenangan. Padahal sangat jelas saat Romawi di serang Islam dalam film Omar Bin Khattab itu dalam keadaan pesta pora di dalam kerajaan. Saat itulah pasukan muslimin meraih kemenangan.

Kemenangan tidak selalu atau tidak harus dirayakan dengan cara yang megah atau sikut-sikutan untuk mendapat baju di mal-mal yang penuh diskon. Orang-orang di pinggir jalan solo dekat jembatan gajah wong lebih membutuhkan sandang, pangan, papan, daripada kita yang setiap bulan beli kostum youtuber kelas atas si abang satu itu. Pun terasa tega sekali kalo kalian saat berkeliling di tingkat RT, RW, desa atau sanak saudara dan membahas harga outfit yang kau beli berapa punya harga.

Meskipun beberapa orang yang merantau jauh-jauh dari kampung halaman dan kemudian ingin bersyukur dengan membelikan baju, sarung, kopyah lebaran. Itu baik sekali dan memang sudah sepantasnya orang melakukan rasa syukur dengan cara memberikan hasil jerih payahnya kepada yang lain. Tapi marilah membuka kemungkinan untuk mengekpresikan rasa syukur selain membeli outfit.

Karena kalaupun kita sanggup membeli seluruh baju hari raya untuk seluruh manusia di muka bumi ini, apakah outfit yang tahun lalu menjadi sampah dan tertimbun di lemari kita. Okelah bisa juga baju-baju lama yang masib layak di jual, lalu di unggah ke instagram. Namun apakah menariknya kita membicarakan sandang di tengah-tengah kemenangan kita? Itulah hasrat manusia untuk mendapat dan meraih yang baru agar terlihat oleh lainnya.

Baca Juga:

Bukan karena Rasanya Enak, Biskuit Khong Guan Dibeli karena Bisa Memberi Status Sosial

Nostalgia Masa Kejayaan Bata, Sepatu Jadul yang Membuat Saya Sombong saat Lebaran

Bukan hanya Sandang, kebutuhan Pangan, dan Papan kita sering kali juga berlebihan. Untuk punya makanan dan rumah yang serba. Dari kebutuhan Primer saja kita sering berlebihan apalagi dengan kebutuhan selanjutnya. Memang tidak mudah mengetahui porsi kebutuhan dan keinginan yang membuat alangkah duniawinya kita.

Maka dari itu semua manusia di dunia harus kembali melihat kebutuhan paling purba seorang manusia, dan menyampingkan dahulu hal-hal lainnya yang berisfat duniawi. Lalu dari kejadian dan peritiwa yang dilalui, manusia dapat sadar bahwa proses sosial dapat membentuk satu pola dan rumusan-rumusan yang terus diproduksi kemudian diyakini sebagai satu nilai.

Jika sudah melalui proses tersebut, membayangkan bagaimana kita sejak kecil, melalui proses pemenuhan kebutuhan hingga hari ini dan kemudian sadar betapa atau alangkah duniawinya kita. Duniawi tidak buruk, seperti perkataan Nabi bahwa “kamu lebih tahu urusan duniamu” yang menjadi justifikasi bahwa urusan dunia adalah hak setiap manusia. Bahkan ada beberapa Imam besar Tasawwuf memilih kaya agar jauh lebih dekat dengan tuhan.

Namun marilah kita sadari pelan-pelan, bahwa kebiasaan kita saat menjadi kaya pasti lupa bersyukur, dan saat miskin pula kita meyalahkam yang maha pemberi. Maka hanya gerakan sedarhana yang bisa menjawab gejala psikologi kita yang gagap dengan kebutuhan hingga masuk dalam lubang keinginan hasrat manusia dan semerbak kehormatan agar seakan-akan hidup abadi di kefanaan semesta.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Harga OutfitKritik SosialLebaran
H.R. Nawawi

H.R. Nawawi

Jika di dunia hanya ada dua pilihan antara riang dan menangis. Saya memilih menangis. Kehampaan.

ArtikelTerkait

wonogiri

Merayakan Hari yang Fitri di Wonogiri

5 Juni 2019
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran

23 Mei 2020
dokter

Dokter, Pasien Butuh Senyum Bukan Cuma Resep Obat

24 Juni 2019
Ritual Memutari Ring Road Jogja, Wahana Pelepas Galau ala Muda-mudi Setempat terminal mojok.co

Jurus Nyidat Menghindari Kemacetan Saat Lebaran

12 Juni 2019
THR PNS Cair, Ini 6 Hal yang Biasanya Harus Mereka Bayar Terminal Mojok.co

THR PNS Cair, Ini 6 Hal yang Biasanya Harus Mereka Bayar

19 April 2022
nilai-nilai

Mempertanyakan Kembali Nilai-Nilai Kita

10 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.