Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Alasan Saya Kecewa dengan Perpustakaan UI, Jam Operasional Nggak Jelas hingga Koleksi Ilang-ilangan

Dinar Maharani Hasnadi oleh Dinar Maharani Hasnadi
13 Mei 2024
A A
Alasan Saya Kecewa dengan Perpustakaan UI, Jam Operasional Nggak Jelas hingga Koleksi Ilang-ilangan Mojok.co

Alasan Saya Kecewa dengan Perpustakaan UI, Jam Operasional Nggak Jelas hingga Koleksi Ilang-ilangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perpustakaan UI akan jadi tempat yang menyenangkan kalau hal-hal ini diperbaiki. 

Bagi saya dan kebanyakan mahasiswa lain, perpustakaan sudah seperti rumah kedua, apalagi kalau tugas sedang banyak-banyaknya. Saya sendiri sedang mengerjakan tugas di perpustakaan karena lebih mudah fokus. Selain itu, lebih mudah apabila perlu mengakses referensi buku atau bacaan lain. 

Sebagai seorang mahasiswa UI (Universitas Indonesia), saya patur berbagangga karena perpustakaan kami punya koleksi yang lengkap. Bahkan, perpustakaan bernama Crystal of Knowledge itu digadang-gadang menyimpan hingga 1,5 juta koleksi. Benar-benar fasilitas penunjang yang benar-benar bisa diandalkan. 

Selain perpustakaan Crystal of Knowledge, saya juga lumayan sering mengerjakan tugas di perpustakaan fakultas. Ukurannya memang lebih kecil dan koleksinya tidak selengkap perpustakaan pusat. Namun, jarak perpustakaan ini lebih dekat. 

Ada persamaan antara perpustakaan UI Crystal of Knowledge dan perpustakaan fakultas. Keduanya sama-sama banyak cobaannya, mulai dari petugas baperan, buku yang tidak ada di tempat yang semestinya, hingga jam buka yang nggak jelas. 

#1 Jam buka perpustakaan UI yang nggak jelas

Saya lumayan kesal dengan jam buka perpustakaan di UI yang agak tidak jelas. Di laman resminya, perpustakaan pusat Crystal of Knowledge seharusnya tutup pada pukul 18.00 WIB. Sementara itu, perpustakaan fakultas saya seharusnya tutup pada pukul 19.00 WIB.

Saat awal-awal masuk UI, saya senang mengetahui jam operasional perpustakaan UI sampai sore menuju malam hari. Ternyata saya terlalu polos, saat pertama kali menghabiskan waktu di perpustakaan, saya baru menyadari tidak bisa lama-lama menghabiskan waktu di sana. 

Memang, jam operasional perpustakaan UI sampai pukul 18.00 WIB, hanya saja sejak pukul 17.00 WIB petugas sudah siap-siap menutup layanan perpustakaan. Di jam-jam itu, loket peminjaman buku sudah ditutup dan lampu-lampu sudah dimatikan. Bahkan, mahasiswa biasanya sudah diusir dari perpustakaan sejak pukul 16.00 WIB. 

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Perpustakaan di Indonesia Memang Nggak Bisa Buka Sampai Malam, apalagi Sampai 24 Jam

Hal menjengkelkan dari jam operasional perpustakaan UI adalah terlalu mepet dengan jadwal kelas sore. Asal tahu saja, kelas sore paling lambat selesai pada pukul 16.30 WIB. Dengan kata lain, mahasiswa tidak memungkinkan meminjam buku setelah kelas sore. Terlalu terburu-buru. 

#2 Jam buka perpustakaan fakultas sesuai mood penjaga

Jam buka perpustakaan fakultas lebih lucu lagi. Tidak seperti perpustakaan UI pusat, jam tutupnya tergantung mood petugas. Jadi, biasanya kalau ada rencana menyelesaikan kerjaan di sana, saya berdoa dulu, semoga hari ini petugasnya sedang good mood.

Dulu, perpustakaan fakultas selalu tutup sekitar pukul 16.00-17.00 WIB. Lalu, jam tutupnya direvisi jadi pukul 19.00-20.00 WIB. Namun, jadwal itu nggak berlaku karena ujung-ujungnya tetap tergantung mood petugas.

Kalau mood petugas sedang baik, biasanya perpustakaan dibuka hingga malam. Kalau mood sedang buruk, perpustakaan biasanya tutup pada pukul 16.00-17.00 WIB. Kadang ditutup total, kadang yang ditutup hanya lantai atas dan yang lantai bawah tetap dibuka. Pokoknya, random aja gitu, deh. Beberapa teman saya pernah menjadi korban kegalakan petugas perpustakaan fakultas yang mengusir mereka dan mematikan lampu secara paksa.

Saya sebenarnya tidak peduli perpustakaan mau tutup jam berapa. Namun, kalau misalnya memang harus tutup lebih awal, mengapa jarang sekali ada pengumuman terlebih dahulu? Atau mengapa tidak sekalian saja revisi jam tutupnya di laman resmi, biar kami mahasiswa tidak kena PHP?

#3 Buku tidak berada di tempatnya

Masalah kedua yang sering saya alami adalah “hilangnya” buku yang sedang dicari. Di perpustakaan pusat ataupun perpustakaan fakultas, buku yang kita inginkan bisa dicari nomornya terlebih dahulu melalui situs resmi. Jika sudah menemukan nomor panggil, kita tinggal melacak rak yang dimaksud dan mencari buku tersebut.

Memang, kedengarannya memudahkan. Namun, ada kalanya buku yang dicari tidak ada di rak. Ini menyebalkan sekali. Sudah susah-susah mencatat nomor panggil, pas dicari malah tidak ada. Mana lagi butuh banget. Bahkan, terkadang buku yang kita cari ternyata sudah keduluan dipinjam oleh orang lain. Padahal, tulisannya di situs masih “tersedia” alias belum diperbarui.

#4 Server perpustakaan UI sering kacau

Saya akui, server situs perpustakaan di UI masih sering kacau. Saya pernah meminta tolong petugas perpustakaan mencarikan buku yang saya mau karena sistemnya sedang down. Mas-mas penjaga juga ikut angkat tangan. Lha, masak saya harus mencari satu-satu di antara 1,5 juta koleksi? Kalau begitu sampai saya lulus S1 juga nggak bakal ketemu. 

Selain server rusak, sinyal di dalam perpustakaan juga sering macet-macet. Di depan ruang koleksi, tersedia banyak komputer yang seharusnya bisa dipakai untuk mengakses laman pencarian nomor panggil. Namun, apa daya, di antara berderet-deret komputer yang tersedia, yang bisa digunakan hanya 1 atau 2 komputer saja. Itupun tergantung dengan sinyal internet sedang bagus atau tidak. 

Perpustakaan sebagai tempat mahasiswa memperkaya literasi dan menyelesaikan tugas perkuliahan, seharusnya dapat dioptimalkan dengan baik agar siswa juga betah berlama-lama di sana. Ironisnya, makin ke sini, saya merasa bahwa fungsi perpustakaan di UI bukan untuk memperkaya literasi, tetapi untuk menguji kesabaran. Benar-benar perlu banyak perbaikan. 

Penulis: Dinar Maharani Hasnadi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Gagal Masuk Unair dan Berujung Kuliah di UINSA: Tidak Menyesal, toh Hidup Masih Baik-baik Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: Crystal of KnowledgePerpustakaanperpustakaan UIUIUniversitas Indonesia
Dinar Maharani Hasnadi

Dinar Maharani Hasnadi

Mahasiswi HI. Penulis lepas. Suka makan sushi pakai ikan asin.

ArtikelTerkait

Haramkah Memutar Musik di Perpustakaan?

Haramkah Memutar Musik di Perpustakaan?

7 Juli 2023
WWS 77, Kedai Penyelamat Mahasiswa di Kantin Takor FISIP UI

WWS 77, Kedai Penyelamat Mahasiswa di Kantin Takor FISIP UI

12 November 2023
Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

1 Mei 2023
Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh Terminal Mojok jurusan ilmu perpustakaan

Jurusan Ilmu Perpustakaan: Kuliahnya Gampang, Nyari Kerja Juga Gampang, Gampang Ditolak Maksudnya

9 Agustus 2025
Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan terminal mojok.co

Menebak Pikiran Orang yang Suka Nyolong Buku Perpustakaan

22 November 2020
Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

10 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.