Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perlu Nggak Sih Traktiran Gaji Pertama Itu?

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
18 September 2019
A A
gaji pertama

gaji pertama

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi fresh graduate adalah fase dimana seseorang akan memasuki gerbang dunia yang sesungguhnya. Bukan berarti masa-masa sebelum jadi fresh graduate kita masih berada dalam dunia buatan ya, bukan. Tapi istilah dunia sesungguhnya memiliki arti dimana seseorang berada dalam fase paling tinggi dari perjalanan hidupnya pasca pendidikan yang sudah dirampungkan. Para fresh graduate yang sudah tidak terikat pendidikan, harus dilepas bebas ke dunia kerja.

Sebagai lulusan sarjana yang masih hangat, berburu pengalaman adalah salah satu target yang wajib dilakukan dalam bucket list seorang fresh graduate. Pengalaman akan sangat krusial bagi mereka yang setelah mendapat gelar sarjana yang akan terjun di dunia kerja. Meskipun sebenarnya para fresh graduate yang kembali meniti jalan pendidikan pasca sarjana juga tetap memerlukan adanya pengalaman. Namun para calon pekerjalah yang lebih utama membutuhkan.

Berburu informasi lowongan pekerjaan di media cetak, media daring, sampai rutin berburu acara job fair, membuat barisan para fresh graduate ini ditempa keberanian dan keteguhan hati dalam masa-masa pencarian kerja. Sampai pada waktunya, satu per satu akan mendapat pekerjaan sesuai dengan harapan. Para fresh graduate pun senang bukan main!

Menjalani pekerjaan sesuai dengan bidang dan kemampuan akan terasa sangat menyenangkan. Setelah menjalani rutinitas kerja selama sebulan, akhirnya masa-masa yang paling dinantikan itu datang juga. Ya apalagi kalau bukan terima gaji pertama. Duh senengnya~

Menerima gaji pertama bagi para fresh graduate adalah salah satu hal membahagiakan pasca kelulusan. Setelah sekian lama menahan krismon ala anak kos saat masa-masa skripsian, akhirnya pemasukan pertama dari hasil jerih payah itu benar-benar terwujud. Tapi yah, namanya gaji pertama. Kedatangannya bukan hanya kita yang menunggu, tapi juga orang-orang terdekat kita. Contohnya adalah para teman dekat.

Cairnya gaji pertama dalam hidup seorang fresh graduate adalah hal yang paling dinanti-nantikan oleh mereka juga. Seseorang yang mendapat gaji pertama biasanya akan diberlakukan pajak gaji pertama alias traktiran! Ya pokoknya sebanyak apapun teman kita, kalau kita dapat gaji pertama (yang kadang jumlahnya masih belum seberapa) kewajiban menraktir itu praktis datang tiba-tiba. Yang saya pikirkan selanjtnya adalah, perlu nggak sih traktiran gaji pertama?

Setiap orang tentu mempunyai jawaban yang berbeda. Beberapa teman saya menyetujui hal ini, dan beberapa lainnya merasa keberatan. Saya termasuk kubu yang mana? Kita lihat saja nanti, hehe.

Sebenarnya traktiran gaji pertama ini muncul karena adanya kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat kita. Dimana kebiasaan ini dianggap sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang didapat oleh orang terdekat. Kebiasaan ini pun semakin marak di tengah kaum milenial. Bagi kaum milenial yang identik dengan kebiasaan bersenang-senang, traktiran upah pertama seolah-olah dianggap menjadi tradisi yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

Baca Juga:

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

4 Hal yang Harus Diperbaiki Program Magang Nasional Kemnaker

Anak muda mana yang nggak suka ditraktir? Iya, ditraktir gitu lho. Bisa makan dan minum sepuasnya tanpa mengeluarkan uang pribadi sepeser pun.

Bagi mereka yang ditraktir tentu adanya traktiran upah pertama adalah rezeki. Tapi bagi orang yang dikenai kewajiban mentraktir? Bisa jadi biasa saja, atau bahkan bisa jadi beban. Bergantung dari bagaimana subjek itu menilai kebiasaan traktiran gaji pertama.

Saya sendiri  berada di pihak netral. Maksudnya begini, traktiran gaji pertama memang bisa ditujukan sebagai ucapan rasa syukur dengan berbagi rezeki gajian dengan orang-orang terdekat. Traktiran gaji pertama yang diarahkan dengan cara yang baik dan benar serta diliputi keikhlasan akan menjadi ladang berkah bagi rezeki-rezeki selanjutnya. Singkatnya, Tuhan akan mengganti dan melipat gandakan rezeki yang telah kita bagi pada momen traktiran.

Traktiran yang baik dan benar dilakukan dengan mengestimasikan secukupnya uang upah pertama. Sehingga, ketika momen traktiran itu berakhir si penerima upah pertama tetap menyimpan uang. Traktirlah teman-teman kita dengan secukupnya. Karena yah, kebutuhan hidup tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari dua hari, Sob. Sebagai pekerja pemula, menyisihkan uang untuk kebutuhan finansial yang lebih urgent itu penting!

Tapi itu jika traktiran gaji pertama dilakukan dengan cara yang baik dan benar yha. Berbeda halnya dengan jenis traktiran yang bersifat hedon. Berfoya-foya menghamburkan uang gaji pertama di momen traktiran, bisa jadi sebuah hal yang sia-sia. Traktiran hedon ini bisa terjadi karena besarnya gengsi di ‘bos besar’ atau karena teman-teman pemburu gratisan yang tidak tahu diri. Sudah ditraktir, maunya makan di kafe elit 🙁

Untuk menghindari kebiasaan traktiran upah pertama yang bersifat hedon, ada baiknya jika traktiran dilakukan di rumah dengan mengadakan pesta kecil atau tasyakuran kecil khusus orang terdekat. Dengan begitu, kita sebagai penerima gaji pertama tetap bisa mengontrol pengeluaran uang dengan menghidangkan masakan rumah, sekaligus meminta doa dari orang-orang terdekat untuk keberkahan rezeki.

Tapi kepentingan traktiran gaji perlu disesuaikan dengan daftar kebutuhan. Jika memang memiliki kebutuhan yang lebih mendesak, ada baiknya traktiran gaji pertama perlu ditunda. Sebaiknya gaji pertama perlu dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih genting. Bayar cicilan misalnya. hehe (*)

BACA JUGA Orang Lain Menyebutnya Pembunuh atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2019 oleh

Tags: cari kerjaFresh Graduategaji pertamahrd perusahaan
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

passion

Pentingkah Mengejar Passion?

8 Agustus 2019
Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya Mojok.co

Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya

21 Mei 2024

Dua Tipe HRD Saat Wawancara Kerja

7 Mei 2019
Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh Mojok.co

Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh

7 September 2025
5 Karakter Drakor yang Mahasiswa Banget Terminal Mojok

5 Karakter Drakor yang ‘Mahasiswa Banget’

13 Agustus 2022
Menimbang Keputusan Resign buat Jadi Pengangguran Sementara terminal mojok.co

Rendahnya Selera Pekerjaan Sarjana Masa Kini, Iyakah?

16 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.