Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perkenalkan Grobogan, Daerah Pinggir Pantura yang Orangnya Nyah-nyoh Pol

Rinawati oleh Rinawati
31 Agustus 2020
A A
Perkenalkan Grobogan, Daerah Pinggir Pantura yang Orangnya Nyah-nyoh Pol terminal mojok.co

Perkenalkan Grobogan, Daerah Pinggir Pantura yang Orangnya Nyah-nyoh Pol terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Konon, Terminal Mojok antusias dan sangat terbuka dengan tulisan yang berbau dengan kondisi atau kebudayaan suatu daerah. Karena topik-topik umum bisa saja dibahas semua orang, tapi tidak dengan topik daerah. Kemarin saya membahas tentang Jogja, kota dimana saya bekerja. Rasanya tidak adil, bisa menulis tentang kota rantauan tapi belum menulis tentang kota kelahiran. Akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang daerah saya, yaitu kabupaten Grobogan.

Kemarin lur Restu menulis artikel yang membahas daerah Pati. Dan mendapat banyak feedback dari netizen khususnya orang asli Pati. Saya jadi semangat buat bahas Grobogan, siapa tahu bisa dapat feedback positif juga kan? Kali aja bisa terkenal jadi selebwriter gitu. Eh.

Oke, kita mulai dari pertanyaan, “Apakah ada yang tahu kabupaten Grobogan?” Tentu, jawabannya banyak yang belum tahu. Padahal kabupaten Grobogan adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah kabupaten Cilacap.
Grobogan punya ibu kota bernama Purwodadi. Orang-orang lebih banyak mengenal Purwodadi, dibanding Grobogan itu sendiri.

Terletak di jalur lalu lintas alternatif dari Semarang-Surabaya, dan menjadi kota penghubung kota-kota di Pantura Timur (yaitu Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora) menuju ke Kota Solo atau Surakarta.

Kalau misal orang lain bertanya asal dan saya jawab Grobogan, mereka malah nggak tahu. Tahunya ya ibu kotanya, Purwodadi. “Aslinya mana, mbak?”, “Oh, Purwodadi Temanggung itu ya?” Hadehh, salah alamat, Pakdhe. Kadang, kalau sudah mentok malas menjawab, saya asal jawab, “Grobogan itu lho Pantura”. Padalah ya sebenarnya nggak pantura-pantura amat, lha wong Grobogan letaknya agak di tengah, jauh dari laut.

Sedangkan orang yang tahu daerah Grobogan (Purwodadi) biasanya nggak sengaja maido, “Oh yang jalannya rusak itu ya?” Hadehh, ya memang sih, jalan di sana meskipun dibangun, beberapa tahun kemudian bakal mleyot bergelombang lagi. Jadi kesannya dari dulu jalannya rusak nggak dibangun-bangun, padahal dibangun, kok. Masalah ini disebabkan oleh topografi lembah dan diapit oleh dua pegunungan kapur sehingga struktur tanahnya sering tidak stabil.

Karena masih dekat dengan Pantura, orang Grobogan rata-rata agak keras, sedikit galak dan hobinya misuh. Orang-orang Pantura itu kan ngomongnya sedikit berlogat medok, jadi kalau misuh itu mantep dan nggak wagu. Sebelas dua belaslah kayak orang Suroboyo. Bener orak? Wis toh, iyoni ae hehehe

Makanan khas daerah Grobogan adalah Swike, makanan ini berbahan dasar dari kodok atau katak. Tentunya yang dimasak tidak sembarang katak. Yakali pangeran katak di masak juga.

Baca Juga:

Entah Kenapa Mendengar Nama Kota Lamongan Saja Sudah Bikin Lapar

Nggak Enaknya Jadi Orang Pati Itu Ketika Ditanya Asal Daerah

Di Jogja, Semarang dan tempat lainnya, saya sering menjumpai warung-warung yang menjual “Swike Purwodadi”. Nggak mau sombong, rata-rata warungnya juga rame. Ternyata banyak juga yang penasaran dan doyan makanan ini. Selain itu, makanan khas lainnya adalah nasi jagung, botok yuyu, peyek laron, walang goreng dan ungker jati. Hmmm, ekstrem juga ya makanan khas Grobogan ini? Kalau diulas Abu Yahya bisa-bisa warga Grobogan dicap kafir karena masak dan makan makanan haram lagi. Lha wong yang jelas-jelas kerja banting-tulang-meras-keringat saja dibuatkan list dan dicap haram.

Btw, walang goreng favorit saya, lho~

Selain makanan, apa yang istimewa dari Grobogan? Saya mantap menjawab orang-orangnya. Meskipun tidak seramah masyarakat Jogja, tidak sekaya masyarakat di Semarang, dan kota lainnya. Orang Grobogan menurut saya paling nyah-nyoh.

Di sini tidak ada yang namanya pelit, tetangga butuh apa ya dibantu, tetangga ada gawe pasti ikut rewang (bantu-bantu), temen minta bantuan ya ditolong, sedulur kesusahan ditemenin, pokonya nyah-nyoh pol. Sebab, di sini kalau ada orang yang pelit bakal jadi bahan rasan-rasan, orang yang pelit biasanya disebut “BAKIL”.

Masyarakat kami mayoritas berkerja sebagai petani, otomatis kami cuma sugih di bidang hasil bumi. Kalau ada sedulur yang kurang mampu, pas panen padi ya dikasih semampunya, paling tidak sekarung. Kalau ndelalah panen terong, onyong, cipir, pare langsung dikasih, dibagi-bagikan ke tetangga. Punya sayur-mayur yang sebenarnya cukup untuk keluarga sendiri, dibagikan ke tetangga juga, saking lumo (murah hati).

Saya punya tetangga yang alhamdulillah gemati banget. Kalau masak bubur, masak opor, masak kletikan, masak tetek bengek, selalu dikasih disuruh icip-icip. Intinya orang Grobogan itu nyah-nyoh, nggak ada yang pelit di sini. Pokoknya semua dianggap sedulur. Sebab orang-orang di sana punya moto hidup “Kombuling cipto hangroso jati”. Berasal dari Bahasa Jawa yang artinya “bersatunya kehendak dengan Nyang Agung menumbuhkan rasa sejati hidup dalam kesucian”. Bener orak lur?

Salam Grobogan Bersemi~
(Bersih, Sehat, Mantap, dan Indah)

Sumber gambar: Wikimedia Commons.

BACA JUGA Menebak Kepribadian Orang Jogja karena Mereka Suka Menganggukkan Kepala dan tulisan Rinawati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2020 oleh

Tags: budaya daerahkhas daerah
Rinawati

Rinawati

Perempuan yang percaya bahwa menjadi diri sendiri itu overrated~

ArtikelTerkait

Entah Kenapa Mendengar Nama Kota Lamongan Saja Sudah Bikin Lapar mojok.co/terminal

Entah Kenapa Mendengar Nama Kota Lamongan Saja Sudah Bikin Lapar

12 Maret 2021
jagung titi

Jagung Titi, Tuak Putih dan Wasiat Terakhir Mama

24 Juni 2019
Nggak Enaknya Jadi Orang Pati itu Ketika Ditanya Asal Daerah mojok.co

Nggak Enaknya Jadi Orang Pati Itu Ketika Ditanya Asal Daerah

28 Agustus 2020
wedang jowo

Wedang Jowo dan Segala Filosofinya

22 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.