Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

Rihan Pratama oleh Rihan Pratama
23 Oktober 2025
A A
Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir minggu kemarin saya memiliki agenda tilik mbah ke Madiun. Walau lumayan jauh dari rumah saya di Sragen, saya tetap berangkat karena mendapat titah langsung dari orang tua. Untuk keberangkatan saya ke Madiun, kali ini saya mencoba naik KA Bias. Sebelumnya, beberapa kali saya ke Madiun, selalu menggunakan bus patas atau ekonomi, seperti Mira, Eka, atau Sugeng Rahayu.

Setelah menaiki Kereta Bias dari Sragen ke Madiun. Saya berpendapat lebih nyaman menggunakan KA Bias daripada bus seperti Mira, Eka, Sugeng Rahayu dll. Tentunya di antara kalian akan bertanya, atas dasar apa KA Bias lebih nyaman daripada bus?

Nah, biarkan saya menjelaskan.

Harga tidak terlalu jauh, tapi jantung aman

Harga tiket Kereta Bias dari Sragen ke Madiun Rp40.000, sedangkan bus Rp30.000-34.000. Jelas bus memiliki harga lebih murah, akan tetapi jantung kita dibuat tidak berhenti berdebar. Bus dengan rute Yogyakarta- Surabaya speed-nya konstan di angka maksimal, penumpang dibuat pontang-panting ke kanan dan ke kiri.

Sedangkan kereta, sudah kita ketahui bersama, merupakan salah satu moda transportasi yang sangat kencang. Akan tetapi tidak pernah membuat jantung para penumpangnya berdebar, karena mereka berjalan sudah pada relnya jadi tidak mungkin ugal-ugalan.

Ya gimana caranya juga kereta mau ugal-ugalan?

KA Bias lebih cepat sampai tujuan

Meskipun bus jarang mengurangi kecepatannya dan cenderung ugal-ugalan di jalan, tetap saja tidak bisa menandingi kecepatan kereta. Kereta pasti akan lebih cepat ketimbang bus, karena kereta sudah berjalan pada jalurnya tanpa ada yang menghalangi. Berbeda dengan bus yang sesekali terkena lampu merah dan terkadang menemui kemacetan.

Dengan menggunakan KA Bias, Sragen-Madiun hanya ditempuh dengan waktu satu jam. Sedangkan menggunakan bus, memakan waktu dua hingga dua setengah jam, tergantung lancar atau tidaknya jalan.

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

AC KA Bias yang dingin

Keberangkatan ke Madiun menggunakan KA Bias merupakan pengalaman pertama saya berdiri di transportasi umum. Adanya AC yang dingin sedikit menjadi penolong, karena membuat saya tidak berkeringat selama berdiri, walaupun kaki sedikit agak pegal. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, pasalnya ketika sampai Stasiun Ngawi saya sudah mendapatkan kursi.

Sementara naik bus, seperti bermain lotre, untung-untungan. Kalo beruntung bisa dapat bis yang AC-nya nyala, kalo nggak ya dapat bus yang AC-nya mati. Jika AC bis kedapatan mati rasanya seperti disiksa. Pengap, panas, dan diperparah kepulan asap rokok sopir atau kondektur yang kadang terbawa angin ke arah penumpang.

Lebih nyaman untuk tidur

Di kala sebagian orang lebih memilih untuk melihat sekeliling ketika sedang menaiki transportasi umum, saya lebih memilih untuk tidur di perjalanan. KA Bias ini terbilang cukup nyaman untuk dibuat tidur, karena AC-nya dingin dan tidak harus merasakan guncangan jalan.

Sedangkan bus, seperti yang saya sebutkan di atas, memilih bus seperti bermain lotre, kadang kita mendapatkan bus yang AC-nya nyala, kadang juga mati. Itu diperparah sopir bus kerap kali ugal-ugalan di jalan, yang menyebabkan tubuh merasakan guncangan, badan serasa dilempar ke sana kemari, sehingga tidak terlalu nyaman untuk digunakan untuk tidur.

Itulah pengalaman perjalanan saya menggunakan KA Bias dari Sragen ke Madiun. Jadi, kalau ada rencana melakukan perjalanan dari Sragen ke Madiun atau sebaliknya, pertimbangkan menggunakan KA Bias. Meskipun harganya lebih mahal, dijamin jantung kalian lebih tenang, badan tidak terguncang-guncang, lebih cepat sampai tujuan, dan yang terpenting, selamat sampai tujuan.

Penulis: Rihan Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kereta Api Madiun Jaya, Andalan Baru Saya Perjalanan Madiun-Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: KA Biaskereta ke sragenkereta madiun-solomadiunsragen
Rihan Pratama

Rihan Pratama

Pemerhati isu ketatanegaraan yang juga pengamat setia Liga Inggris. Alumnus Hukum Tata Negara ini membagi fokus hidupnya pada dua hal besar

ArtikelTerkait

Banyu Pintu_ Mata Air di Madiun yang Selalu Ramai Pengunjung terminal mojok

Banyu Pintu: Mata Air di Madiun yang Selalu Ramai Pengunjung

18 Oktober 2021
Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman Mojok.co

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

20 Januari 2026
Sinar Jaya & Juragan 99 Terbaik, Harga KA Eksekutif Makin Gila (Unsplash)

Tiket Kereta Semakin Mencekik, Sleeper Bus Sinar Jaya dan Juragan 99 Menyelamatkan Kewarasan Isi Dompet para Pekerja

11 Juni 2025
Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan

Madiun, Kota Pendekar, Kota Pecel, Kota dengan Segudang Julukan

30 Juli 2023
Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

28 November 2025
Solo Gerus Mental, Sragen Memberi Ketenangan bagi Mahasiswa (Unsplash)

Pengalaman Saya Kuliah di Solo yang Bikin Bingung dan Menyiksa Mental “Anak Rantau” dari Sragen

13 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

Vario Street Adalah Gebrakan Sia-Sia dari Honda: Niatnya Ingin Sporty, Malah Kelihatan Basi  

7 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Pengalaman Brengsek Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Dapat Sopir Amatiran Membahayakan Nyawa dan Semburan Muntahan Penumpang
  • Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja
  • Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif
  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.