Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
18 Agustus 2024
A A
Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bersamaan dengan HUT ke-79 RI, Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan desain baru paspor Republik Indonesia. Menkumham dengan bangga memperkenalkan desain yang kini berwarna merah putih, meninggalkan warna hijau yang sudah familier. Pada momen ini, paspor baru ini mengusung tema Nusantara dengan gambar tenun dan batik yang dipilih dari ribuan motif. Tapi, jangan buru-buru bangga dulu, paspor baru ini baru resmi beredar tahun depan, karena stok lama masih menumpuk.

Dalam kesempatan yang sama, Menkumham pun menekankan kalau desain ini mencerminkan persatuan dan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Plus, katanya, ada teknologi pengamanan canggih. Namun dengan semua keindahan dan teknologi ini, sayangnya, masih percuma kalau paspor ini tetap lemah dan kalah pamor dibandingkan paspor Timor Leste. Mau ganti warna dan desain sehebat apa pun, kalau masih kalah kuat di mata dunia, ya… percuma.

Paspor Indonesia masih lemah

Bukti nyatanya? Henley Passport Index baru saja merilis peringkat paspor terkuat per Juli 2024. Indonesia ada di posisi ke-65, dengan hanya 76 destinasi bebas visa. Sementara itu, Timor Leste, yang dulunya cuma “adik kecil” Indonesia, sekarang malah melesat ke posisi ke-50. Pemegang paspor Timor Leste bisa melenggang ke 97 negara tanpa visa.

Iya, betul, enam peringkat di atas kita! Kondisi ini jadi tamparan keras, mengingat dulu Timor Leste adalah bagian dari NKRI. Sekarang, mereka bukan cuma merdeka, tapi paspornya pun lebih sakti ketimbang kita. Sedangkan kita? Mau pamer desain keren, tapi daya saing tetap tertinggal. 

Mau tak mau kita mesti jujur, prestasi paspor Indonesia ini bikin kita mesti banyak-banyak ngelus dada. Kalau kata pepatah, “jauh panggang dari api”. Niatnya sih keren dengan paspor baru yang katanya sarat nilai budaya dan teknologi pengamanan, tapi kalau kekuatan paspornya masih di belakang Timor Leste, ya rasanya tetap pahit.

Lebih tragis lagi, Malaysia duduk manis di posisi ke-12 dengan 182 negara bebas visa, sementara Singapura gagah di posisi pertama dengan 195 tujuan bebas visa. Mau keren, boleh, tapi kalau urusan kekuatan paspor kalah sama yang dulu kita anggap adik, ya… apa nggak bikin merenung?

Cuma modal gaya, tanpa isi?

Percuma saja kalau desain paspor seolah mau menandingi fashion show Paris, sementara isinya tetap bikin minder. Kita ini seolah sedang berdandan untuk pesta mewah, tapi sayangnya, nggak diundang ke pesta itu. Mau segagah apa pun sampul paspornya, kalau yang punya tetap harus ngantri panjang buat visa atau bahkan ditolak mentah-mentah di imigrasi, ya tetap saja bikin sakit hati.

Paspor itu kan bukan cuma soal estetik, tapi lebih ke seberapa dihargai di panggung dunia. Kalau paspor kita kalah saing sama Timor Leste, ya gimana kita mau pamer ke negara-negara lain? Jangan-jangan, kita lebih dikenal karena drama overstay ketimbang prestasi paspor yang membanggakan.

Baca Juga:

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

Tentu kita bisa berharap suatu hari paspor Indonesia akan lebih dihormati dan lebih dihargai di dunia internasional. Tapi sementara itu, mungkin kita perlu lebih fokus meningkatkan daya tawar diplomatik daripada sekadar mendesain ulang paspor. Karena pada akhirnya, percuma desain secantik apapun kalau nggak bisa bikin jalan-jalan tanpa ribet ke negara-negara impian.

Saat kita sibuk bangga-banggain paspor baru dengan desain merah putih, tetangga-tetangga kita sudah asyik jalan-jalan keliling dunia tanpa mikir visa. Mungkin ini saatnya berhenti fokus pada bungkusnya, dan mulai mikirin isinya karena percuma punya paspor desain baru, kalau tetap nggak kuat dan cuma jadi pajangan di dompet.

Kenapa paspor Indonesia lemah?

Pertanyaan simpel, tapi bikin penasaran: kenapa sih paspor Indonesia masih lemah? Jawabannya ternyata rumit. Dihimpun dari beberapa sumber literatur, sejatinya, kekuatan paspor itu dihitung dari berapa banyak negara yang bisa kita masuki tanpa visa. Semakin banyak negara yang bilang, “Ayo masuk, nggak perlu visa,” semakin kuat paspor kita. Tapi, itu cuma satu faktor. Ada juga soal visa on arrival dan posisi negara kita dalam Human Development Index (HDI) dari UNDP.

Masalahnya, negara-negara lain nggak semudah itu kasih kita akses bebas visa. Ada banyak pertimbangan yang mereka pikirkan. Salah satunya, hubungan diplomatik antara negara kita dan negara mereka. Kalau hubungan kita kurang akrab, ya jangan harap dikasih bebas visa. 

Belum lagi soal jumlah warga negara yang berpotensi tinggal lebih lama dari izin visa. Nah, di sinilah letak masalah Indonesia. Populasi kita yang 250 juta lebih itu bikin negara lain waswas. Mereka takut negaranya diserbu orang Indonesia yang overstay, alias tinggal lebih lama dari yang diizinkan.

Tapi itu belum semua. Isu keamanan pun ikut bermain. Kasus terorisme dan ketidakstabilan keamanan pun bikin negara lain berpikir ulang sebelum kasih kita akses bebas visa. Jadi, walaupun kita mau gembar-gembor desain paspor baru, kalau faktor-faktor ini nggak berubah, ya tetap saja posisi paspor Indonesia kita bakal tertinggal.

Solusi untuk Indonesia

Lantas, apa solusinya? Sederhana, tapi susah: tingkatkan kondisi dalam negeri. Kalau Indonesia makin makmur dan stabil, mungkin negara lain akan lebih percaya dan kasih kita akses bebas visa. Selain itu, mengurangi jumlah warga yang tinggal melebihi izin visa pun bisa membantu. Intinya, perbaiki reputasi, baru bisa ngarep paspor kita naik kelas.

Nah, ada juga cara lain yang mungkin agak kontroversial: punya kewarganegaraan ganda. Bayangkan, punya paspor kedua yang lebih kuat. Bukan hanya menambah opsi jalan-jalan, tapi juga membuka peluang hidup yang lebih luas. Tentu ini sangat kontroversial karena Indonesia cuma mengenal kewarganegaraan tunggal dan kewarganegaraan ganda terbatas—sehingga masyarakat Indonesia tak bisa punya kewarganegaraan ganda—sesuai UU Kewarganegaraan RI. 

Kesimpulannya, meskipun kita bisa berbangga dengan desain baru paspor, kita pun perlu sadar bahwa tanpa perubahan fundamental, dunia buat orang Indonesia masih akan terasa sempit. Jadi, apakah kita cuma bisa pasrah? Atau kita bisa dorong perubahan dari dalam negeri?

Pada akhirnya, paspor bukan hanya soal desain keren, tapi juga tentang kekuatan yang sesungguhnya. Kendati demikian, kita mesti tetap optimis, semoga suatu saat nanti paspor kita kuat, demi mewujudkan Indonesia maju.

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Imigrasi RI Sudah Benar, Layanan Bikin Paspor Cepat dengan Tambahan Biaya Memang Sesuai dengan Budaya Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2024 oleh

Tags: kemenkumhampasporpaspor indonesiapilihan redaksi
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya: Salah Saya Apa kok Dipisuhi Cak Cuk Terus?

5 September 2023
Ilustrasi Bendungan Walahar Karawang Produk Penjajah, Rasanya Nikmat (Unsplash)

Bendungan Walahar Karawang: Penjajahan oleh Belanda Memang Menyakitkan, tapi Bangunan Tinggalan Mereka Memang Luar Biasa

23 Oktober 2023
Di Jogja Sulit Mencari Bakso Enak yang Bisa Memuaskan Lidah Orang Malang Mojok.co

Bakso Jogja Sulit Memenuhi Standar Enak Lidah Orang Malang

8 Juni 2024
Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik mojok.co

Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik

26 Oktober 2021
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Paspor Indonesia Begitu Lemah, Bikin Kita Jadi Warga Terhina (Unsplash)

Paspor Indonesia Begitu Lemah, Bikin Kita Jadi Seperti Warga Kelas 2 yang Terhina dan Sengsara

29 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.