Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Percayalah, Kos Sekamar Berdua Hanya Akan Berujung Membangun Neraka di Kamar

Budi oleh Budi
20 September 2025
A A
Percayalah, Kos Sekamar Berdua Hanya Akan Berujung Membangun Neraka di Kamar

Percayalah, Kos Sekamar Berdua Hanya Akan Berujung Membangun Neraka di Kamar

Share on FacebookShare on Twitter

Ada orang yang bilang hidup hemat itu kuncinya ada di cara menekan biaya tempat tinggal. Bagi sebagian perantau, itu artinya berani mengambil risiko untuk kos sekamar berdua. Di atas kertas, memang terlihat masuk akal.

Bayar setengah harga, bisa patungan listrik, bahkan mungkin bisa gantian beli galon. Tapi di balik angka-angka yang terlihat menjanjikan itu, kenyataannya justru berbeda teramat jauh. Dan percayalah, ngekos sekamar berdua sama saja menghadirkan neraka di kamar.

Kamar kos yang mestinya jadi ruang istirahat, bisa aja jadi arena perang sunyi. Di titik ini, alih-alih hemat, yang ada justru sengsara lahir batin. Sebab, saya kira tidak semua orang cocok hidup berdampingan dengan orang lain dalam satu ruang sempit. Cerita yang muncul kemudian bukan kebersamaan yang indah, melainkan gesekan yang ujungnya, ya, gitu.

Kos sekamar berdua awalnya seolah indah, tapi…

Biasanya keputusan untuk sekamar berdua muncul dari kebutuhan mendesak karena keparatnya harga kos kalau sendirian kelewat mahal, sementara gaji pas-pasan.

Lalu tiba-tiba ada tawaran dari teman sekantor atau teman satu kampus yang berkata lebih baik kita sekamar saja, toh nanti bisa lebih hemat. Kalimat itu terdengar penyelamat di kondisi sulit. Ditambah lagi, orangnya kelihatan baik dan sefrekuensi.

Di fase ini, beberapa hari pertama mungkin terasa menyenangkan. Ada teman ngobrol sebelum tidur, ada yang bisa dimintai tolong kalau kunci kamar nyelip, ada pula yang bisa diajak bareng pesan makan malam. Rasanya seperti menemukan saudara baru di tanah rantau. Semua berjalan lancar sampai kemudian sifat asli mulai keluar.

Perbedaan kecil yang awalnya dianggap sepele lama-lama terasa mengganggu. Misalnya aja, dia terbiasa tidur larut dengan lampu menyala terang, sedangkan kamu butuh ruangan gelap gulita supaya bisa terlelap. Atau kebiasaan aneh yang dulu dianggap lucu ternyata bikin kepala pening, seperti mendengarkan musik dengan volume keras tanpa pakai headset. Hal-hal sederhana itu lambat laun berubah jadi bara api kecil.

Ruang sempit dan ego yang meledak

Kamar kos ukuran tiga kali empat bukanlah arena yang cukup luas untuk menampung dua ego manusia dewasa. Apalagi kalau dua-duanya sama-sama keras kepala. Sekecil apa pun perbedaan bisa terasa besar. Ada yang merasa kesal karena rak sepatu penuh, padahal separuhnya bukan miliknya. Ada pula yang jengkel karena jemuran di dalam kamar membuat udara makin pengap.

Baca Juga:

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

7 Tabiat Penjaga Kos yang Bikin Penghuninya Betah Tinggal

Belum lagi soal privasi. Bagaimanapun juga, manusia butuh ruang sendiri. Ada momen ingin merenung, menangis, atau sekadar tidur tanpa diganggu. Tapi ketika sekamar berdua, hak itu lenyap. Semua gerak dan ekspresi selalu berada dalam pengawasan orang lain. Mau telepon pacar pun harus cari waktu ketika dia sedang keluar, kalau tidak ya siap-siap jadi bahan ceng-cengan.

Masalah lain muncul dari perbedaan pola hidup. Satu orang mungkin termasuk entintas yang tidak tahan melihat sampah menumpuk, sementara yang lain santai saja walau piring bekas makan mi instan sudah seminggu tak dicuci. Satu orang bisa betah di kamar berjam-jam tanpa suara, sementara yang lain cerewet dan selalu ingin ngobrol. Perbedaan itu bukan hal kecil. Ia bisa menggerogoti kenyamanan hari demi hari.

Hemat yang menyesakkan

Alasan utama orang kos sekamar berdua tentu soal uang. Tapi pada kenyataannya, uang yang dihemat sering tidak sebanding dengan harga mental yang harus dibayar. Bayangkan ketika kamu ingin tidur nyenyak tapi malah harus menahan dengkuran keras seperti mesin traktor. Atau ketika kamu baru saja gajian, lalu teman sekamarmu tiba-tiba utang dengan alasan belum cukup bayarannya.

Ngekos berdua bukannya bikin hidup makin ringan, justru terasa makin berat. Dan kadang justru uang habis lebih cepat karena ada tekanan sosial untuk selalu berbagi. Tidak enak kalau teman sekamar makan enak sendiri, akhirnya terpaksa ikut pesan padahal dompet lagi tipis.

Bahkan jika hitung-hitungan uang tetap berhasil ditekan, ada harga lain yang jauh lebih mahal. Kesehatan mental misalnya. Hidup dengan tensi tinggi setiap hari karena merasa tidak nyaman itu jelas bukan investasi yang bagus. Biaya listrik mungkin setengah, tapi biaya hati yang koyak tidak bisa diukur dengan angka.

Lebih baik sendiri meski mahal

Banyak orang yang pada akhirnya sadar, kos sendirian memang lebih mahal tapi jauh lebih waras. Punya ruang pribadi berarti punya kendali penuh atas kenyamanan. Bisa menyalakan lampu atau mematikannya sesuai mood. Bisa makan mi instan di kasur tanpa takut dilirik sinis. Yang jelas, bisa tidur dengan posisi aneh tanpa khawatir.

Sendiri berarti bebas menentukan standar kebersihan. Kalau mau berantakan biar saja, toh yang merasakan hanya diri sendiri. Kalau ingin rapi pun tidak perlu repot menegur orang lain. Privasi pun terjaga. Tidak perlu menyembunyikan tangisan di balik bantal atau menunggu waktu sepi hanya untuk mengobrol lewat telepon.

Kenyamanan itu sebanding dengan biaya tambahan. Justru dengan kos sendiri, ada ketenangan pikiran yang membuat hidup lebih ringan. Hemat uang memang penting, tapi hidup tanpa stres jauh lebih penting.

Kos sekamar berdua, neraka yang tak perlu dicoba

Banyak kisah tentang orang yang akhirnya trauma setelah kos sekamar berdua. Ada yang bertengkar hebat sampai pindah kos sebelum kontrak habis. Ada pula yang tetap bertahan tapi hubungan mereka retak selamanya. Dari luar mungkin terlihat sepele, hanya soal tidur dan berbagi ruang. Namun yang sebenarnya terjadi jauh lebih kompleks.

Kos sekamar berdua itu seperti eksperimen sosial yang dipaksakan. Dua manusia dengan kebiasaan, ego, dan rahasia masing-masing dipaksa menyatu dalam ruang sempit. Hasilnya sudah bisa ditebak. Gesekan pasti terjadi, bahkan bisa berubah jadi konflik besar. Dan semua itu demi penghematan yang belum tentu terasa manfaatnya.

Percayalah, lebih baik mengurangi jatah nongkrong atau menahan diri beli barang yang tidak perlu daripada harus rela sekamar berdua. Alih-alih hemat, yang ada hanya sengsara. Neraka itu nyata, dan sering kali bentuknya sederhana, hanya berupa kamar kos ukuran tiga kali empat yang dihuni dua orang dewasa dengan mimpi masing-masing.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja Istimewa, Harga Kosnya Bikin Pusing Kepala

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2025 oleh

Tags: info kos sekamar berduakoskos bebaskos bersamakos bulanankos sekamar berdua
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

5 Privilese Ngekos Bareng Ibu Kos yang Banyak Orang Nggak Tahu Mojok.co

5 Privilese Ngekos Bareng Ibu Kos yang Banyak Orang Nggak Tahu

18 September 2025
4 Aturan Tidak Tertulis Tinggal di Kos Campur biar Nggak Ada Drama

4 Aturan Tidak Tertulis Tinggal di Kos Campur biar Nggak Ada Drama

12 September 2025
Jalan Nias Sumber Alam Jember Bikin Saya Betah, Daerah Kos Terbaik bagi Mahasiswa UNEJ

Jalan Nias Sumber Alam Jember Bikin Saya Betah, Daerah Kos Terbaik bagi Mahasiswa UNEJ

1 Juli 2024
tetangga kos

5 Tipe Tetangga Kos yang Bikin Emosi Jiwa

11 Mei 2020
Review Jujur HAN RIVER Rice Cooker Mini setelah 2 Bulan Pemakaian Anak Kos

Review Jujur HAN RIVER Rice Cooker Mini setelah 2 Bulan Pemakaian Anak Kos

16 November 2023
14 Jenis Kebodohan yang Sering Dilakukan Anak Kos di Kosan (Unsplash)

14 Jenis Kebodohan yang Sering Dilakukan Anak Kos di Kosan

9 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.