Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
28 Desember 2025
A A
Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di awal menonton The Great Flood, kita mungkin mengira ini cuma film bencana biasa. Banjir besar, air naik, manusia panik, kamera goyang, teriakan di lorong apartemen, lalu kita ikut deg-degan sambil bertanya-tanya siapa yang bakal selamat? Tapi Netflix sepertinya berpikir terlalu sayang kalau cuma menyuguhkan air bah. Maka di bagian akhir film, kita disadarkan pada satu hal: banjirnya memang besar, tapi kebingungan penonton jauh lebih besar.

Sepanjang film, kita mengikuti An-na, seorang ibu yang terjebak di apartemen saat dunia tenggelam. Fokus ceritanya terlihat sederhana saja, tentang seorang ibu mencari anaknya di tengah kekacauan. Kita dibuat percaya bahwa inilah inti filmnya: tentang naluri keibuan yang melawan bencana alam.

Sampai akhirnya film ini menarik karpet dari bawah kaki kita sendiri.

Banjir besar di 30 menit pertama film The Great Flood memang nyata

Setengah jam pertama film Korea ini memang menyuguhkan apa yang dituliskan di judulnya, The Great Flood alias banjir mahadahsyat. Bahkan saat baru mencapai menit-menit awal, jantung penonton sudah dibuat berdetak kencang dengan pemandangan air menggenangi lantai apartemen.

Adegan saat Gu An-na (Kim Da-mi) menggendong putranya Shin Ja-in (Kwon Eun-seong) lalu diselamatkan oleh Son Hee-jo (Park Hae-soo) itu juga betulan terjadi di 30 menit awal. Demikian pula dengan kejadian dramatis saat An-na harus berpisah dengan Ja-in sebelum menaiki pesawat ke luar angkasa.

Nah, adegan setelahnya itulah yang membuat penontong bingung dan bertanya-tanya. Sebenarnya mereka ini selamat atau tidak?

Adegan selanjutnya adalah simulasi

Di ending The Great Flood, perlahan terungkap bahwa apa yang kita tonton selama ini bukan sepenuhnya realitas. Banyak peristiwa banjir yang dialami An-na ternyata merupakan bagian dari simulasi berulang. Dunia yang tenggelam itu bukan sekadar tragedi alam, melainkan sebuah “ruang uji coba”. An-na menjalani kejadian yang sama berkali-kali, gagal berkali-kali, dan terus diulang sampai dia “berhasil”.

Berhasil dalam arti apa? Bukan sekadar selamat, tapi berhasil menunjukkan sesuatu yang lebih penting, yaitu emosi manusia.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

An-na sendiri dikisahkan sebagai seorang peneliti yang tengah dalam proses membantu pekerjaan replikasi manusia di sebuah laboratorium. Ja-in juga bukan anak kandungnya, melainkan anak yang dibuat dengan sistem AI di lab. Itulah yang membuat Hee-jo datang untuk menyelamatkannya.

Ternyata, inti dari The Great Flood bukan soal apakah manusia bisa bertahan dari banjir, tapi apakah emosi manusia, khususnya cinta seorang ibu, bisa direplikasi, dipelajari, dan ditanamkan ke dalam kecerdasan buatan. An-na bukan cuma korban bencana, melainkan subjek eksperimen. Simulasi ini dirancang untuk melatih AI agar memahami ikatan emosional terdalam manusia: seorang ibu yang tidak akan berhenti mencari anaknya, bahkan ketika dunia sudah berkali-kali runtuh.

Petunjuknya memang ada sejak awal, tapi sengaja dibuat samar. Angka di pakaian An-na, deja vu yang berulang, keputusan yang terasa seperti diulang dengan versi lebih “tepat”. Kita, sebagai penonton, baru sadar belakangan bahwa An-na seolah bukan sedang berjuang, melainkan sedang diuji.

Di simulasi terakhir, An-na akhirnya mengingat detail yang selama ini luput: di mana dia menyuruh anaknya bersembunyi. Dia menemukan Ja-in dan mereka selamat.

Setelah simulasi dianggap berhasil, kita melihat An-na dan Ja-in berada di sebuah kapsul atau wahana, menuju kembali ke Bumi yang sudah tenggelam. Di titik ini, pertanyaan yang lebih besar muncul: apakah mereka manusia yang sama seperti di awal film The Great Flood, atau hanya versi yang “cukup manusia” menurut standar eksperimen?

Film ini memang belum sepenuhnya memberi jawaban

The Great Flood sengaja tidak memberi kepastian, dan justru di situlah letak ketidaknyamannya. Ending-nya seolah berkata bahwa di masa depan, manusia mungkin tidak diselamatkan karena tubuhnya, tapi karena emosinya. Bukan karena kuat, tapi karena bisa mencintai.

Ironisnya, emosi itu justru dipelajari, diuji, dan divalidasi oleh mesin. Seolah manusia baru dianggap “layak diteruskan” ketika bisa dijelaskan secara algoritmik.

Pada akhirnya, banjir dalam film Korea ini terasa seperti metafora yang terlalu dekat dengan realitas kita sekarang. Dunia boleh tenggelam oleh air, teknologi, atau krisis iklim, tapi yang paling sering tenggelam lebih dulu adalah makna menjadi manusia itu sendiri.

The Great Flood tidak menutup ceritanya dengan harapan yang hangat, melainkan dengan pertanyaan yang dingin: jika suatu hari emosi manusia bisa direplikasi sempurna oleh mesin, apakah kita masih istimewa atau justru sudah tergantikan sejak lama? Dan mungkin, itu sebabnya film ini terasa lebih mengganggu setelah selesai ditonton daripada saat air pertama kali naik ke lantai apartemen.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2025 oleh

Tags: Film KoreaFilm Korea Selatanfilm netflixFilm Orisinal Netflixnetflixrekomendasi film netflixThe Great Flood
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Merayakan Hadirnya Film Aneh dengan Nonton ‘I’m Thinking of Ending Things’ terminal mojok.co

Merayakan Hadirnya Film Aneh dengan Nonton ‘I’m Thinking of Ending Things’

24 September 2020
5 Rekomendasi Film Korea dengan Tema Politik terminal mojok.co

5 Rekomendasi Film Korea dengan Tema Politik

7 September 2020
Anime Netflix Bikin Wibu Susah Mendefinisikan Kata 'Anime' Itu Sendiri

Anime Netflix Bikin Wibu Susah Mendefinisikan Kata ‘Anime’ Itu Sendiri

28 Oktober 2020
20 Film Korea Selatan Terbaik Sepanjang Masa Terminal Mojok

20 Film Korea Selatan Terbaik Sepanjang Masa

8 September 2022
4 Alasan Twenty Five Twenty One Wajib Ditonton Terminal Mojok

4 Alasan Drama Korea Twenty Five Twenty One Wajib Ditonton

18 Februari 2022
4 Film Korea Bergenre Fantasi yang Sayang Untuk Dilewatkan Terminal Mojok

4 Film Korea Bergenre Fantasi yang Sayang Untuk Dilewatkan

29 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.