Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengguna Knalpot Brong di Jogja: Sekadar Berisik atau Bentuk Protes?

Taufik oleh Taufik
7 Desember 2022
A A
Ironi Knalpot Brong: Niatnya Edgy, tapi Bikin Kuping Nggak Berfungsi jogja

Ironi Knalpot Brong: Niatnya Edgy, tapi Bikin Kuping Nggak Berfungsi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pikir, knalpot brong di Jogja adalah cara protes gaya baru yang tak kita sadari

Saya sepakat dengan pandangan banyak orang bahwa orang Jogja itu kalem-kalem. Atau kalo melihat lebih luas, budaya orang Jogja itu berangkat dari mengedepankan harmoni dan kedamaian. Tentu saja ini berakhir dengan pandangan kalem yang saya sebutkan tadi.

Saya melihat, setidaknya budaya kalem serta mengedepankan unggah ungguh dan harmoni ini telah ada sejak dahulu kala. Ketika protes-protes dilakukan, sebisa mungkin tidak sampai membuat geger dan menyebabkan rusuh serta kerusakan lebih besar. Misalnya saja, tapa pepe yang dimaksudkan sebagai sebuah bentuk protes, namun dengan cara yang relatif lebih tenang dan kondusif. Tidak ada anarki, bahkan huru-hara.

Jika itu masih kurang, kita bisa melihat sepak terjang penulis Terminal Mojok paling hits di 2022, Prabu Yudianto. Dia asli Jogja, berdarah ningrat, dan (hampir tiap hari) melakukan protes, dari yang paling kecil, sampai yang cukup besar. Memprotes hampir semua hal (yang menurutnya jelek) yang terjadi di Jogja ini. Dengan satu catatan besar, santun. Maka jadilah semua protesnya sejauh ini berbentuk tulisan-tulisan. Kalaupun ada yang bukan tulisan, mentok ya jadi webinar. Pokoknya harus dengan cara yang kalem dan santuy.

Dari beberapa contoh itu, saya menyimpulkan bahwa Jogja ini adalah daerah dengan tingkat santai yang cukup tinggi. Bahkan saya sampai memberi cap Jogja sebagai salah satu daerah dengan tingkat ribut-ribut paling rendah di Indonesia, sebelum saya menemukan fakta menarik tentang pengendara di jalanan Jogja.

Ya, untuk hal yang satu ini, saya memberi cap Jogja sebagai daerah yang jalanannya paling berisik. Ini tentu saja tidak terkait dengan jumlah pelanggaran dan jenis pelanggaran yang dilakukan para pengguna jalan di Jogja. Ini jelas tidak terkait dengan banyaknya pengemudi di Jogja (baik motor ataupun mobil) yang menerobos lampu merah, melanggar marka jalan, atau bahkan menjadikan trotoar sebagai tempat parkir atau tempat ngopi paling santuy. Ini terkait dengan knalpot brong yang dipakai para pengendara di Jogja.

Saya telah mengamati ini paling tidak selama satu tahun terakhir, sejak ngontrak rumah di daerah Godean, sampai sekarang ketika pindah kontrakan. Saya menemukan fakta bahwa, paling tidak setiap kali (hampir setiap hari) saya berkendara, saya menemukan pengendara motor yang knalpotnya telah dimodif brong. Dan saya memastikan bahwa motor tersebut bukanlah motor yang sama yang saya temukan/lihat kemarin atau beberapa hari sebelumnya.

Setiap tiga kali dalam seminggu, saya punya rute perjalanan dari Prambanan ke Godean, dan setiap harinya saya selalu saja menemukan pengendara dengan desain knalpot yang memekakkan telinga tersebut. Bahkan ketika saya berusaha mencari jalan alternatif lainnya (Ring Road Utara, Ring Road Selatan, dan jalur tengah kota) untuk menghindari kendaraan pemuja knalpot brong ini, saya akan selalu bertemu dengan kendaraan lainnya yang juga mendesain kendaraannya dengan knalpot brong.

Baca Juga:

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

Mau ada yang protes dengan tulisan saya ini karena tidak terima, saya tidak urusan. Memang begitu kenyataannya. Atau yang protes itu jangan-jangan adalah anggota sekte pemuja kendaraan berknalpot brong ini. Untuk penjelasan mengenai kenapa pengendara (terutama pemotor) sebaiknya tidak menggunakan knalpot brong, sudah saya jelaskan di artikel Ironi Knalpot Brong: Niatnya Edgy, tapi Bikin Kuping Nggak Berfungsi.

Perkara knalpot brong sesuai apa yang saya pantau dan saya amati ini, beberapa kali saya konsultasikan dengan beberapa teman, yang asli Jogja atau mereka yang punya concern pada hal tersebut. Beberapa di antaranya menyebut bahwa pengguna knalpot brong ini didominasi oleh para pengguna jalan yang masih bocah (SMP dan SMA) dan sedang aktif-aktifnya mencari eksistensi diri. Tapi alasan ini saya bantah. Dari sekian ratus orang yang saya temukan mendesain knalpot kendaraannya agar terdengar brong, saya menemukan setidaknya 2/3-nya adalah orang dewasa, bahkan orang tua.

Teman lainnya, mengatakan bahwa pengguna knalpot brong ini biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang suka memodif kendaraannya. Nyatanya, orang biasa yang tidak suka modif atau bahkan tidak mengerti kegiatan modif motor itu seperti apa, punya minat untuk membuat motornya lebih berisik dari motor orang lain.

Ada juga teman yang berseloroh begini, orang-orang Jogja yang memodif motornya agar berisik (baca: menggunakan knalpot brong) itu biasanya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Namun, saya bisa memberi ilustrasi mengenai kesalahan pernyataan tersebut. Di beberapa kesempatan, saya menemukan pemotor yang menggunakan motor-motor yang biasanya hanya dimiliki kelas menengah ke atas. Beberapa kendaraan macam NMAX, Vespa, dan motor sport, serta beberapa mobil di Jogja saya saksikan dengan mata kepala sendiri “dirusak” oleh pemiliknya menggunakan knalpot brong.

Berisiknya jalanan di Jogja akibat kendaraan yang dimodif menggunakan knalpot brong ini, walau jelas membuat saya mantap memberi predikat jalanan Jogja sebagai tempat paling berisik, pada akhirnya membuat saya berpikir. Jangan-jangan ini adalah cara baru warga Jogja melakukan protes. Selain karena motor yang diberi knalpot brong ini sendiri agak susah ditindak polisi, kegiatan ini juga telah dilakukan oleh banyak orang. Walau beberapa orang tetap menganggap bahwa ini adalah hal yang biasa.

Saya sih beranggapan bahwa ini adalah jenis protes yang lain. Jika protes kepada kraton dilakukan dengan tapa pepe (sudah dilarang), diskusi-diskusi dan dunia kepenulisan juga banyak dilarang dan direpresi, maka memprotes polisi dengan penggunaan knalpot brong adalah protes terselubung yang entah sampai kapan baru akan disadari polisi lalu lintas.

Dan sepertinya, susah juga berharap mereka akan sadar.

Penulis: Taufik
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mencoba Pahami Konsep Jalan Perbatasan di Bantul

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2022 oleh

Tags: Jogjaknalpot brongprotes
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja asal Tapal Kuda yang Namanya Terinspirasi dari Legenda Banyuwangi

20 September 2025
Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah (Unsplash) sampah di jogja

Retribusi Sampah Jogja: Solusi Jangka Pendek yang Bagus, Tinggal Menunggu Solusi Jangka Panjangnya

30 Oktober 2024
Magelang dan Temanggung: Kota yang Terjebak dalam Bayang-Bayang Jogja dan Semarang

Magelang dan Temanggung: Dua Kota yang Terjebak dalam Bayang-Bayang Jogja dan Semarang

6 Maret 2025
Alasan Logis Kenapa Siswa Jakarta kalau Piknik Malah ke Jogja terminal mojok

Alasan Logis Siswa Jakarta kalau Piknik Malah ke Jogja

29 November 2021
Ringroad Selatan Jogja : Siang Hari Penuh Sesak, Malam Hari Menjadi Medan Perang

Ringroad Selatan Jogja : Siang Hari Penuh Sesak, Malam Hari Menjadi Medan Perang

22 Agustus 2024
3 Rekomendasi Penginapan di Jogja dengan Sensasi Menginap bak di Tengah Hutan

3 Rekomendasi Penginapan di Jogja dengan Sensasi Menginap bak di Tengah Hutan

11 April 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.