Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dear Rombongan Pengantar Jenazah, kalau Bawa Orang Mati, Jangan Bikin Orang Lain Mati!

Diaz Robigo oleh Diaz Robigo
5 Oktober 2023
A A
Dear Rombongan Pengantar Jenazah, kalau Bawa Orang Mati, Jangan Ngajak Orang Lain Mati!

Dear Rombongan Pengantar Jenazah, kalau Bawa Orang Mati, Jangan Ngajak Orang Lain Mati! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya melihat ada berita tentang sopir di Priok yang dianiaya oleh rombongan pengantar jenazah. Saya tak begitu kaget sebenarnya, karena isu ini tak hanya terjadi di Priok, masalah ini juga sering terjadi di kota-kota lain di Indonesia.

Ada saja oknum pengantar jenazah yang tolol dan arogannya luar biasa di jalanan. Sering saya melihat para oknum pengantar jenazah ini tidak menggunakan helm, melawan arah sambil iring-iringan berasa kayak orang paling benar sedunia.

ADVERTISEMENT

Saya paham jika pengiring ambulans jenazah itu maksudnya baik, dan sifatnya memang urgent. Tapi ya caranya nggak gitu. Kek mana mengiring orang meninggal tapi berpotensi bikin orang lain meninggal?

Mental kerumunan pengantar jenazah

Saya nggak tahu beneran apa yang bikin orang-orang itu bisa arogan dan seenaknya di jalan. Yakinnya sih, karena mereka bergerombol, makanya merasa hukum tak berlaku untuk mereka. Ya nggak pakai helm lah, ngebut lah, nyuruh orang lain buka jalan lah.

Masalahnya nih, masalahnya, sekalipun itu urgent, nggak perlu juga sampai minta jalan dibuka lebar sambil ngamuk-ngamuk.

Sebab… emang kalau jenazahnya telat, prosesi penguburan berbeda? Emang malaikatnya marah-marah? Tukang gali kubur bakal cancel order gitu? Nggak kan?

Beda cerita kalau kalian membawa orang sekarat untuk dibawa ke UGD. Presiden aja stop. Hal tersebut bisa saya maklumi karena memang hal itu menyangkut nyawa seseorang yang perlu diselamatkan. Ya tapi jangan gerombolan juga tetap aja ganggu soalnya. Nggak ada bedanya sama rombongan pengantar jenazah dong.

Permasalahan ini sebenarnya sangat kompleks, dan tidak hanya bisa diselesaikan dengan membuat aturan di undang-undang saja. Tapi harus masuk kurikulum pendidikan sejak dini. Kita bisa melihat contoh negara tetangga Jepang yang mengajari tata tertib lalu lintas sejak dini. Tidak seperti di Indonesia yang baru tahu soal aturan sosial ketika nyemplung ke dalam masyarakat itu sendiri. Jadi tidak heran jika banyak konflik yang terjadi di jalanan karena banyak masyarakat yang belajar sambil jalan.

Baca Juga:

Lika-liku Sopir Jenazah: Sengaja “Mengantar” Hantu karena Gabut dan Sering Ditolak Jadi Talent Uji Nyali

Arogansi Pengiring Mobil Jenazah Itu Nggak Masuk Akal, dan Jelas Nggak Bisa Dibenarkan

Berantem karena orang mati, bayangin

Sebenarnya ya, hal kayak gini nggak perlu sampe dimaki dan dibuat hukum yang ndakik-ndakik. Soalnya, ini perkara common sense saja. Kayak, perlu nggak berbuat sekeras itu. Atau, haruskah ada konflik gara-gara masalah yang sebenarnya nggak perlu ada ini.

Bayangin jadi berantem gara-gara jenazah. Bayangin.

Kasus di Priok menunjukkan kalau mob mentality ini memang jadi masalah yang pelik. Entah kapan hal kayak gini bakal selesai. Selama didiemin sih, ya nggak bakal selesai.

Anehnya, waktu mau ngubur jenazah konvoinya bisa gak kira-kira banyaknya dan minta didahulukan. Giliran ambulans membawa pasien gawat darurat malah nggak pada minggir. Saya pikir, masalah rombongan pengantar jenazah ini, adalah memang mereka nggak punya nalar.

Penulis: Diaz Robigo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Arogansi Pengiring Mobil Jenazah Itu Nggak Masuk Akal, dan Jelas Nggak Bisa Dibenarkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2023 oleh

Tags: ambulansmobil jenazahrombongan
Diaz Robigo

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.

ArtikelTerkait

Ambulans Berbasis MPV Suzuki APV, Bagaimana Rasanya? Kebiasaan Pengendara di Indonesia Ketika Ambulans Lewat: Bukannya Meminggirkan Kendaraan, Malah Menutup Lajur

Ambulans Berbasis MPV Suzuki APV, Bagaimana Rasanya?

19 Mei 2020
Lika-liku Sopir Jenazah: Sengaja "Mengantar" Hantu karena Gabut dan Sering Ditolak Jadi Talent Uji Nyali

Lika-liku Sopir Jenazah: Sengaja “Mengantar” Hantu karena Gabut dan Sering Ditolak Jadi Talent Uji Nyali

17 Februari 2024
Mobil Jenazah Adalah Sisa-sisa Kebaikan yang Tersisa dari Partai Politik terminal mojok.co

4 Dosa Pengawal Mobil Jenazah yang Bergaya bak Orang Penting

11 Februari 2023
Mobil Jenazah Adalah Sisa-sisa Kebaikan yang Tersisa dari Partai Politik terminal mojok.co

Mobil Jenazah Adalah Sisa-sisa Kebaikan yang Tersisa dari Partai Politik

24 November 2020
sirine

Toott… Toott… Uwiiww… Uwiiww…. Sirine Kadang Menyebalkan Tapi Eiitsss Lihat Dulu Siapa yang Lewat

28 Agustus 2019
iring-iringan pengantar jenazah ambulans mojok

Ulah Rombongan Pengantar Jenazah yang Terkadang Menjengkelkan

16 Februari 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.