Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengangguran Terjadi Bukan karena Keadaan, tapi Faktor Gengsi

Elisa Erni oleh Elisa Erni
6 September 2020
A A
Pengangguran Terjadi Bukan Karena Keadaan, Tapi Faktor Gengsi sarjana mahasiswa lowongan kerja terminal mojok.co

Pengangguran Terjadi Bukan Karena Keadaan, Tapi Faktor Gengsi sarjana mahasiswa lowongan kerja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika pada zaman dahulu pengangguran diidentikkan dengan tingkat pendidikan yang rendah, kini sebaliknya, pengangguran dengan embel-embel gelar kian banyak. Secara umum pengangguran disebabkan oleh rendahnya jumlah lapangan kerja dibanding dengan pencari pekerjaan, kualifikasi pekerjaan yang ketat, serta kurangnya sikap mandiri pencari kerja untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Hal ini diperparah dengan adanya perubahan struktural, tidak hanya dari sisi demografi, juga karena adanya perubahan teknologi yang cukup pesat, sehingga demi efisiensi tenaga kerja, banyak perusahaan yang beralih menggunakan mesin. Lantas, bagaimana dengan lulusan sarjana yang masih menyandang predikat pengangguran? Apakah aspek-aspek penyebab pengangguran di atas juga berlaku? Bisa iya. Bisa juga tidak.

Berdasar dari apa yang saya lihat, saya amati, saya telaah, hingga saya bandingkan dengan studi literatur (ehm), membludaknya sarjana yang masih “luntang-lantung” atau lebih sopannya “berusaha mencari pekerjaan” beberapa penyebabnya adalah karena faktor dalam diri mereka sendiri. 

Enggan memilih pekerjaan yang dirasa tidak pantas

Dengan embel-embel gelar yang diperoleh dengan jatuh bangun selama 4 tahun atau bahkan lebih, lulusan sarjana cenderung memiliki penghargaan diri yang tinggi atas gelar yang tersemat anggun di belakang namanya. Sehingga mereka merasa tidak pantas ketika harus mengambil pekerjaan yang menurut sebagian orang tidak pantas dilakukan oleh mantan mahasiswa.

“Sarjana kok jadi petani,”
“Lha buat apa itu kuliah 4 tahun kalau ujung-ujunya cuma mau ternak lele.”
“Kok sekarang jadi pegawai restoran, bukannya kamu lulusan guru?”

Pernah kan dapat komentar kayak gitu? Entah dari orang tua, saudara, teman, atau bahkan dari obrolan pagi di tukang sayur yang ratingnya sudah melebihi program Insert Pagi. Sudah perkara mutlak kalau kita kuliah ujung-ujungnya biar dapat gawean yang proper. Tapi siapa sih sebenarnya yang memutuskan pekerjaan itu layak atau tidak layak?

Selagi pekerjaan itu halal, masak iya disebut tidak layak. Selektif itu penting, tapi terlalu pemilih juga bakal melahirkan pengangguran. 

Mematok gaji yang tinggi

Selain terlalu pemiih dalam hal pekerjaan, sarjana pengangguran cenderung menginginkan gaji yang besar. Siapa juga yang nggak mau gaji gede? Tapi di sini kasusnya beda, perusahaan juga ingin selektif dong dalam merekrut pekerja. Nggak sembarang comot. Perusahaan juga punya standar yang ketat untuk menyeleksi calon pekerja.

Baca Juga:

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Realitas Pahit Lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Laris yang Susah Cari Pekerjaan

Apalagi untuk lulusan sarjana yang belum punya pengalaman sama sekali. Mereka bakal mikir dua kali buat merekrut kalian. Kalau saingan kalian itu anak SMK yang udah punya pengalaman bertahun-tahun, perusahaan mungkin bakal lebih mempertimbangkan mereka. Selain mereka sudah punya basic skill, lulusan SMA/SMK juga cenderung tidak mematok gaji yang besar.

“Idealisme itu perlu, tapi lihat-lihat dulu dong sejauh mana kemampuan kita”

Enggan mencoba hal baru

Meskipun ada lulusan sarjana yang banting setir dalam hal pekerjaan (tidak sesuai bidangnya), tapi nyatanya banyak juga yang masih saklek. Pokoknya kerja kantoran, pokoknya mau di perusahaan X, pokoknya mau jadi PNS, dan pokoknya-pokoknya yang lain. Masalahnya mau sampai kapan jadi pengangguran?

Nggak ada salahnya mencoba berwirausaha, kalau berhasil kan malah bisa menciptakan lapangan kerja buat orang lain.

“Lho kan saya nggak punya skill berwirausaha kak.”

Iitu jawaban klasik dan udah nggak bisa diterima lagi sama kuping. Nggak ada salahnya mencoba peluang-peluang lain, toh pekerjaan di muka bumi ini juga nggak cuma satu macem. Banyak hal-hal yang masih perlu kita eksplorasi dari diri kita.

Skill yang kurang

Hasil dari penelitian McKinsey, UNESCO, dan ILO memaparkan bahwa terdapat kesenjangan antara sistem pendidikan dengan dunia kerja di negara Indonesia. Output yang dihasilkan perguruan tinggi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pengguna kerja. Kalau sudah gini, pasti yang disalahkan adalah institusi pendidikan, karena menghasilkan lulusan sarjana yang fleksibilitasnya rendah. Pengangguran pun di mana-mana.

Tapi rasanya tidak adil kalau kita hanya menuding satu pihak tanpa meninjau komponen-komponen lain dalam institusi pendidikan. Sekarang coba kita telaah dari sudut pandang berbeda, yaitu mahasiswa. Peningkatan skill mahasiswa tidak hanya bisa kita dapatkan di bangku kuliah, kini banyak perusahaan-perusahaan yang membuka fasilitas magang, hal tersebut bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan skill yang kita punya.

Selain itu, peningkatan skill juga bisa dilakukan dengan aktif mengikuti organisasi di kampus. Dalam berorganisasi kita bisa belajar public speaking, bekerja sama dengan orang lain, mengorganisir suatu hal, dan lain-lain. Jadi sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan skill di bangku kuliah, jadi nggak hanya menuntut institusi tempat kita bernaung, kita harus  aktif mencari info dan memanfaatkan kesempatan belajar dari berbagai sumber. 

“Nyesel kan dulu pas kuliah cuma kuliah-pulang kuliah-pulang?”

Malas mencari info

Saat ini akses informasi sangat tidak terbatas, jika dahulu melamar pekerjaan harus door to door, kini melamar kerja bisa dilakukan hanya dengan berselancar ke internet dan apply pada perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja. Para pencari kerja-lah yang seharusnya lebih aktif dan berani mencoba pada peluang-peluang yang ada. Jadi please, buat yang masih ngeluh cari kerja itu sulit, ngeluh jadi pengangguran, sebelum bilang kayak gitu, coba tengok diri sendiri dulu udah berapa kali kamu apply ke perusahaan. Kalau masih sekali, dua kali, atau tiga kali. Stop berkomentar. Kamu masih berjalan di tempat, belum berlari.

Terjebak zona nyaman.

Lulus sebagai sarjana merupakan kebahagiaan yang selalu didambakan bagi semua mahasiswa. Tapi jangan terlena dulu dengan embel-embel gelar yang tersemat di belakang namamu, karena beban sebagai lulusan sarjana itu berat jika kamu tak aktif dan sigap kamu tak akan kuat. Jangan dikira kalau kita udah punya gelar tertentu lantas mudah saja menawarkan ijazah kita ke perusahaan yang kita inginkan.

Di luaran sana juga banyak sarjana seperti kamu, lulus cumlaude, IPK tinggi, dan dari kampus bonafit. Mereka semua juga berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka nggak mau jadi sarjana pengangguran. Kalau kamu nggak “gercep” ya jangan nyalahin siapa-siapa.

BACA JUGA Kuliah, Kuliah, Kuliah, Tipes: Duka Menjadi Mahasiswa Biologi dan artikel Elisa Erni lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2020 oleh

Tags: lowongan pekerjaansarjana
Elisa Erni

Elisa Erni

Seorang English tutor yang suka membaca dan memiliki minat pada dunia kepenulisan dari menulis puisi, esai, dan apapun.

ArtikelTerkait

Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main terminal mojok.co joki tugas

Sisi Gelap Kampus: Menciptakan Joki Pencetak Sarjana

5 Mei 2023
Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

16 Juni 2023
10 Jurusan Kuliah Terfavorit, Panduan bagi Mahasiswa yang Ingin Punya Karier Cemerlang di Dunia Kerja Mojok.co

10 Jurusan Kuliah yang Bakal Punya Karier Cemerlang di Dunia Kerja, Sebuah Panduan bagi Calon Mahasiswa Baru

24 Oktober 2023
7 Penderitaan Sarjana ketika Memutuskan Menetap di Desa (Unsplash)

7 Penderitaan yang Dirasakan Sarjana ketika Memutuskan Tinggal di Desa

25 November 2023
sekolah bukan untuk cetak tenaga kerja tiga jenis pendidikan pendidikan akademik pendidikan vokasi dan pendidikan profesi mojok.co

Pendidikan Akademik Beda dari Vokasi, Ngarep Sarjana Langsung Bisa Praktik ya Jelas Salah

3 September 2020
Sisi Gelap Staf Admin: Kerjaannya Sering Diremehkan, Rawan Terkena Eksploitasi

Sisi Gelap Staf Admin: Kerjaannya Sering Diremehkan, Rawan Terkena Eksploitasi

6 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.