Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Pengalaman Pahit Hampir Ketipu Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Lain Perlu Lebih Hati-hati

Desy Fitriana oleh Desy Fitriana
11 Agustus 2024
A A
Pengalaman Pahit Hampir Ketipu Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Lain Perlu Lebih Hati-hati Mojok.co

Pengalaman Pahit Hampir Ketipu Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Lain Perlu Lebih Hati-hati (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sangat sepakat jika masa transisi memang begitu berat, seperti ketika menjadi fresh graduate. Pada saat ini, saya yang sedang mengalami masa tidak bisa diam untuk mencari informasi lowongan kerja. Intinya tiada hari tanpa melamar kerja, setelah lembar kelulusan itu terbit. 

Akan tetapi, masa ini juga membuat saya sadar, bahwa fresh graduate tidak seharusnya buru-buru mencari pekerjaan. Memang sangat diperlukan masa istirahat. Jadi, sangat wajar dan sangat tidak ada salahnya menikmati masa menganggur. Asal tidak keterusan saja. Saya berani menulis seperti itu karena saya baru saja mengalami pengalaman pahit, yakni hampir saja terjerat lowongan kerja palsu. 

Fresh graduate diteror lowongan kerja palsu, bahkan sampai wawancara kerja palsu

Menjadi fresh graduate masa saat ini memang nggak sesusah jaman dulu. Jika, masa orang tua saya dulu harus mencari pekerjaan lewat koran. Kini, sudah gampang semua bisa dilihat lewat sosial media ataupun website perusahaan. Namun yang perlu digarisbawahi tetap harus hati-hati dalam memilih pekerjaan, sebab tidak semua pekerjaan itu asli, nyatanya ada yang palsu juga.

Banjir informasi loker membuat bingung bagaimana cara membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Berdasarkan pengalaman saya, kurang dari seminggu yang lalu saya melamar pada salah satu perusahaan tambang ternama di Jakarta. Saya melamar pekerjaan itu sebenarnya iseng-iseng saja, toh waktu itu lewat beranda Instagram saya. 

Pada saat akan melamar pun saya juga sempatkan untuk searching tentang perusahaan tersebut. Dalam batin saya, “gendeng apik banget perusahaan iki (gila bagus banget perusahaan ini”. Akhirnya saya langsung melamar pekerjaan tersebut. Apalagi, syarat melamarnya sangat mudah cukup dengan mengisi form yang berisi data diri secara umum. Nama, email, no hp, jenjang pendidikan, posisi yang diinginkan, dan melampirkan CV saja. Setelah mendaftar, saya pun bergegas mencari info loker lainnya dan melupakan perusahaan tersebut.

Undangan wawancara kerja palsu

Siapa sangka pada tanggal 10 Agustus 2024, saya mendapatkan panggilan interview. Membaca email dari perusahaan ini pun membuat saya senang dan langsung membayangkan sebentar lagi saya akan berdompet tebal. Seperti umumnya orang senang, saya langsung mengabari kekasih saya, adik, dan menanyakan perihal boleh tidak saya menghadiri interview ini ke orang tua saya. 

Tidak berselang lama, kekasih saya mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan bahwa undangan interview yang saya terima itu palsu. Awalnya, itu tidak saya hiraukan. Tetapi, saya berfikir ulang dan memutuskan untuk menonton video YouTube yang memvalidasi bahwa panggilan interview yang saya terima memang palsu.

Ciri-ciri lowongan kerja dan wawancara palsu

Berdasarkan video yang saya lihat menyatakan bahwa ciri-ciri panggilan interview palsu itu memang sangat tidak ketara untuk orang awam. Ada beberapa hal yang seharusnya diketahui tentang validitas dari undangan interview tersebut. 

Baca Juga:

Loker Management Trainee Membuat Orang Biasa Susah Masuk Perusahaan Impian: Nggak Semua Orang Ingin Jadi Manajer!

Realitas Pahit Lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Laris yang Susah Cari Pekerjaan

Pertama, alamat email pengirim. Jika, menggunakan Gmail dapat dipastikan palsu. Namun, pada kasus saya ini email yang digunakan memiliki pola yang hampir sama dengan email resmi perusahaan. Hanya bikin saya langsung nggeh ada yang nggak beres itu di bagian hrd@(nama perusahaan).web.id, Sepengetahuan saya, jika itu memang asli dari perusahaan tersebut. Maka, alamat email yang digunakan untuk mengirim undangan seharusnya sama seperti yang dipublikasikan.

Kedua, pada bagian isi undangan interview banyak membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan uang. Seperti, iming-iming penggantian biaya transportasi PP, penginapan, tunjangan, dan lainnya yang berhubungan dengan uang. Intinya, seolah-olah sebagai peserta interview kita gak bakal rugi.

Ketiga, kontak pihak perusahaan yang tertera dalam undangan interview perlu dicek ulang. Dalam kasus saya kecurigaan saya berada pada nomor pihak perusahaan yang tidak terdeteksi di get contact. Hal tersebut saya validasi dengan nama kontak yang dapat dihubungi turut tidak jelas sosoknya. Hal ini membuat saya semakin yakin akan palsunya undangan interview.

Keempat, adanya daftar nama peserta interview. Kebetulan saya memiliki teman yang berteman dengan HRD, setelah ditanyakan memang sebenarnya dalam panggilan interview tidak akan dikirim daftar nama peserta lainnya yang akan diinterview.

Rundown wawancara kerja yang tidak masuk akal

Ciri lowongan kerja palsu juga bisa dilihat dari rundown  wawancara kegiatan dilaksanakan dalam jangka waktu yang singkat dan seolah-olah bisa langsung diterima. Dalam kasus saya, diperhatikan dalam rundown hanya berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dimulai pada tanggal 10 untuk konfirmasi kehadiran dan dibatasi pada pukul 21.00 WIB. Kemudian, pada hari kedua langsung dipaparkan dengan kegiatan tes, wawancara, medical check up. Sementara, pada hari ketiga langsung pengumuman hasil tes dan penempatan peserta interview. 

Ini sangat tidak logis untuk perusahaan besar dan menerapkan sistem kontrak, yang mana tidak seharusnya terburu-buru itu. Lagipula, rundown yang dibuat padat seperti itu, jika dipraktekkan, pasti akan membuat capek banyak pihak dan tes kerja di perusahaan ternama seharusnya juga turut agak rumit prosedurnya. Sebab, kerumitan bisa diartikan dari kredibilitas keketatan untuk bisa masuk dalam perusahaan.

Pengalaman saya ini membuat saya agak kapok mencoba melamar lewat media sosial. Bagaimana nggak kapok, dalam kondisi kurang ada duit ini jika berani memutuskan buat melanjutkan malah jadi apes beneran dan bisa jadi berujung pada frustasi. Hal ini pula yang membuat saya belajar bahwa harus lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih informasi. 

Akan tetapi, pengalaman ini saya pastikan tidak membuat takut mencoba melamar lowongan kerja lewat media. Sebab, melamar lewat media sangat murah diongkos dan tentunya mendukung go green. Pun jika saya takut mencoba lagi malah tak kunjung membuat saya segera mendapatkan pekerjaan. Pesan saya untuk sesama fresh graduate, ndak usah grusa-grusu, tetap hati-hati dalam memilih info lowongan kerja dan lebih teliti ketika membaca undangan wawancara kerja.  Dan terakhir, tetap semangat ya! 

Penulis: Desy Fitriana
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2024 oleh

Tags: Fresh GraduateLowongan Kerjalowongan kerja palsu
Desy Fitriana

Desy Fitriana

Anak kos Ketintang

ArtikelTerkait

fresh graduate

Cara Menjalani Pekerjaan yang Kamu Benci bagi Fresh Graduate

20 Desember 2021
Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa kuliah s2

Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa

16 Desember 2023
hadiah wisuda

Bosen Hadiah Wisuda Boneka dan Bunga Terus: Ini Lho Solusinya!

15 Oktober 2019
Info Loker Jakarta 2022 yang Pas Buat Fresh Graduate Terminal Mojok

Loker Jakarta Juli 2022: Info Loker Buat Fresh Graduate

17 Juli 2022
Kerja Jadi Sales: Gampang Masuknya, Susah Menjalaninya  Mojok.co

Kerja Jadi Sales: Gampang Masuknya, Susah Menjalaninya 

28 November 2023
Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

6 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

13 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Stafaband, Situs “Musik Haram” yang Paling Berjasa (Pixabay)

Mengenang Kejayaan Stafaband, Situs “Haram” Paling Berjasa Bagi Akses Musik Kita yang Ternyata Masih Eksis Sampai Sekarang

12 April 2026
Dear UNY, Tambah Fakultas Baru Sah-sah Aja, tapi Jangan Lupa Pikirkan Lahan Parkirnya  MOjok.co kampus

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

14 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”
  • Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika
  • iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri
  • Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.